Posted by Abdul Adzim Irsad On Juli - 24 - 2013 0 Comment

Madinah adalah kota suci pilihan Allah SWT untuk kekasih-Nya yang paling sempurna akhir zaman. Madinah tempat hijrah Rosulullah SAW, beliau bertempat tinggal di dalamnya sampai akhir hayatnya. Keberadaan Rosulullah SAW di Madinah menjadikan kota suci semakin menarik perhatian dunia, sekaligus mampu menjadi mahnit paling kuat setelah Baitullah.

Kediaman Rosulullah

            Jika banyak kota di dunia di buka dan ditaklukkan dengan darah dan pedang, tidak demikian dengan kota Madinah. Madinah satu-satunya kota yang dibuka oleh langsung oleh Rosulullah SAW dengan aluan ayat-ayat suci al-Qur’an, bukan dengan pedang atau peperangan. Wajar jika kemudian kota ini pusat ilmu dan budaya sejak Rosulullah SAW datang hingga sekarang, bahkan sampai tahun-tahun mendatang.

Sebelum Nabi SAW bermukim di kota suci Madinah, para penghuninya begitu sopan dan santun serta ramah terhadap para tamu dan pendatang. Itulah salah salah satu alasan, kenapa Rosulullah SAW memilih Madinah sebagai tempat hijrahnya? Karena penduduknya begitu bersahabat dengan Rosulullah SAW, dan pernah menawarkan tempat dan perlindungan kepada Nabi SAW.

Ketika berkunjung ke Madinah, pada hakekatnya adalah bertamu kepada Rosulullah SAW. Imam Malik ra selaku ulama hadis yang bermukim di Madinah tidak pernah menganggab Rosulullah SAW wafat. Terbukti, ketia beliau sedang membaca hadis Rosulullah SAW, beliau selau bersuci dan mandi terlebih dahulu, memakai baju paling bagus, juga memakai parfum, duduk dibawah karpet yang bagus, seolah-olah sedang berinteraksi dengan Rosulullah SAW.

Begitu juga saat beliau memasuki kota suci Madiah sepulang dari luar kota, Imam Malik ra buru-buru turun dari kudanya. Beliau melakukan itu, karena ta’dzim terhadap Rosulullah SAW, walaupun sudah tiada. Imam Malik menganggab Rosulullah SAW selalu ada dan bisa berinteraksi. Nabi SAW mengatakan:’’sesungguhnya Allah SWT mengharamkan bumi memakan jasad para Nabi’’.

Ketika mendekati kediaman Rosulullah SAW, sekaligus peristirahatan terahirnya hendaknya harus menundukkan kepala, barulah kemudian mata tertuju pada kediaman Rosulullah SAW yang dibarengi dengan mengatakan:’’Assalamualaika Ya Rsoulullah ‘’. Nabi SAW-pun kemudian menjawab secara lansgung. Begitulah penjelasan Rosulullah SAW terhadap pertanyaan sahabat ketika Nabi SAW mengatakan:’’sesungguhnya sholawat kalian akan ditampakkan kepadaku’’.

Saatnya telah tiba, kita akan menengok kediaman Nabi SAW serta isi dan perabotanya. Mari kita  melihat, kita tujukan pandangan kita ke sudut-sudut rumah, agar kita tahu, ternyata Nabi tidak memiliki banyak perobatan mewah nan mahal. Isinya hanyalah perabotan sederhana, dan tidak bernilai harganya. Para tetangganya, yaitu sahabatsahabat beliau akan menggambarkan kepada kita situasi di dalamnya sangat memprihatinkan, yang menunjukan bahwa Nabi seorang zuhud sejati.

Rumah kecil nan sederhana yang menyambung dengan Al-Rhaudah Al-Syarifah dibangun dengan berlandaskan Iman dan taqwa. Di dalam mengarungi bahtera rumah tangga bersama istrinya, beliau sangat mesra dan dipenuhi dengan suka dan duka. Kediaman Nabi SAW begitu kecil, tetapi cinta dan kasih sayang Nabi SAW kepada istrinya begitu besar dan mengesankan sepanjang jaman.

Kediaman Rosulullah SAW putih nan indah, bersih dari beraneka ragam makhluk bernyawa, serta beraneka ragam pajangan dan hiasan dinding lainya, sebagaimana dipajang banyak orang di rumah-rumah pada hari ini. Rumah Nabi tidak hanya dihuni oleh istri-istrinya, tetapi para malaikat antri ingin sowan kepada baginda Nabi, begitu pula para tetangga dan sahabat berebut agar bisa bertemu dengan Nabi setap saat.

Hampir setiap orang yang datang dan menyapa Rosulullah SAW selalu di iringi dengan tetesan air mata, tidak perduli dari mana asal usul suku bangsanya. Tidaklah berlebihan jika Abu Hurairah pernah mengatakan kepada Rosulullah SAW:’’ wahai Rosulullah…!sesunggguhnya jiwaku terasa tentram saat menatap wajahnya, dan kedua mataku terasa sejuk’’. Tidaklah berlebihan jika jamaah umrah yang datang berziarah ke kedimaan Nabi SAW seolah-olah  mendapatkan wejangan, pesan ruhani, agar hidupnya lebih bermakna dan bermanfaat bagi sesama.


Facebook Like Box provided by technology news
  • Facebook