Posted by Abdul Adzim Irsad On Oktober - 26 - 2013 0 Comment

Tahun 2008, adalah tahun yang suram, dunia islam digemparkan dengan sebuah filmya yang menyudutkan Rosulullah SAW dengan Judul Fitna. Jutaan manusia demontrasi, mengutuk, mengecam, bahkan ingin membunuh pembuat film fitna itu. Lelaki Belanda Produser film itu adalah Arnoud Van Doorn.  Dia pernah menjadi anggota Partai Kebebasan pimpinan Geert Wilders, politisi rasis Belanda.

  • Ziarah Nabi

Begitu bencinya kepada Rosullah SAW, sampai-sampai Van Doordn membuat film itu dengan tujuan kebencian. Rupanya, Allah SWT berkehendak lai]n. Benci itu berubah menjadi cinta, sehingga ahirnya, dia mengunjugi tempat kelahiran Nabi Muhammad SAW dan juga berkunjung ke Rosulullah SAW di Madinah. Dia memeluk  agama Islam pada tahun 2012.

NU salah satu organisasi yang paling lunak terhadap fil finah, bahkan sebagian besar ormas yang berbasis lsam menkritik pedas terhadap sikap NU, karena kurang garang dalam masalah ini. NU memang tidak seperti organisasi lain, tetapi orang NU beragam. Ada yang terang-terangan ikut demonstrasi, ada juga yang selalu berdoa agar sang pembuat film mendapatkan hidayah Allah SWT. Ada juga yang bersikap dewasa, protes, tetapi tetap santun, menjaga nilai-nilai islam yang rahmatan lil alamin.  

Kisah Van Doorn mengingatkan terhadap kisah Washsi, pembunuh Sayyidina Hamzah. Wahsi adalah laki-laki yang paling dicari oleh sahabatsahabat Rosulullah SAW, karena membunuh orang yang paling dicintai oleh Rosulullah SAW. Wahsi membunuh bukan karena keinginanya, tetapi karena ingin memerdekan diri. Membunuh Hamzah adalah syarat untuk menjadi lelaki merdeka.

            Pada perang Uhud, Wahsi mendapatkan kesempatan, dan ahirnya berhasil membunuh Hamzah. Melihat Hamzah sahid di medang perang dengan luka tusukan, dan dada terbelah, Rosulullah SAW menagis sedih, dan berjanji akan melakukan balasan.

            Seiring dengan waktu, Wahsyi-pun memeluk Islam dengan mebawa penyesalan paling mendalam. Karena merasa berdosa, bersalah, membunuh orang yang paling dicintai oleh Rosulullah SAW. Bahkan, walaupun dirinya memeluk islam, tetap belum merasa tenang, karena sebagian dari  masyarakat (sahabat) masih kurang sreg dengan kehadiran Wahsyi karena masalah pembunuhan terhadap Hamzah.

Suatu ketika, seorang laki-laki  bernama Musailamah mengirimkan surat kepada Rosulullah SAW. Dalam isi surat ini, Musailamah mengaku nabi. Kemudian Nabi membalas surat itu dengan tamabahan nama Musailamaha Al-Kaddab (pembohong). Melihat Nabi SAW begitu benci kepada Musailamah Al-Kaddab karena mengaku seorang nabi.

Wahsyi-pun mencari Musailamah Al-Kaddab untuk membunuhnya. Setelah berhasil menemukan Musailamah Wahsyi berhasil membunuhnya. Keberhasilan Wahsyi  di dalam membunuh orang yang paling dibenci Rosulullah SAW membuat hati Wahsyi merasa lega. Kemudian dia-pun mengatakan:’’aku pernah membunuh orang yang paling dicintai Nabi (Hamzah), kini aku membunuh orang yang paling dibenci Nabi SAW’’. Rasanya impas sudah, nabi-pun bisa tersenyum. Wahsyi mampu membuat bahagia Rosulullah SAW.

 Van Doorn lelaki yang pernah menyakiti Nabi SAW dengan membuat film fitnah, sekaligus menyakiti umat Islam telah memeluk islam. Dia mengaku menyesal, sebagaimana penyesalan Wahsyi atas tindakanya. menyesal telah mengambil bagian dalam produksi film penuh kebencian Fitna. Van Doorn mengaku berada di Makkah dalam rangka menunaikan ibadah haji, sekaligus untuk menebus dosa-dosanya.

            Hajinya Van Doorn membuat kaget dunia. Koran Suadi Gazette (18/10/13) memberitakan tetang perjalanan hajinya.  Dalam wawancarnya,Van Doorn:’’ mengatakan

Saya mendapati diriku di antara hati-hati yang beriman. Saya berharap bahwa air mata penyesalan saya akan mencuci segala dosa saya setelah pertobatan saya, .

Lebih lanjut lagi, Van Doorn sebagai penebar fitnah dan kebenian terhadap Muhammad SAW, akan membuat film baru yang akan menunjukkan bahwa islam itu ramah, serta kepribadian Rosulullah SAW yang benar. Ini akan dilakukan  sebagai penebusan dari kesalahannya selama ini.

Ketika Van Doorn berziarah ke Makam Rosulullah SAW di kota suci Madinah, Dia membuat pernyataan yang menarik dari tentang prilakunya itu, beliau mengatakan:’’Saya merasa malu berdiri di depan makam Rosulullah SAW. Saya berharap Allah akan mengampuni saya dan menerima tobat saya, ” katanya”.

 

 

.


Facebook Like Box provided by technology news
  • Facebook