Posted by Abdul Adzim Irsad On April - 20 - 2012 3 Comments

Seorang jamaah haji yang baru pulang dari umrah merasakan kegetiran yang amat mendalam selama perjalanan ke tanah suci Makkah. Bagaimana tidak …!sejak keberangkatan, tidak mendapatkan pelayanan yang memuaskan, sebagaimana yang dijanjikan. Ketika kutanyakan, bagaimana perjalanan umrahnya ke Makkah, jamaah tersebut mengatakan:’’ Kecewa…kecewa dan kecewa….!
Memangnya kenapa pak? Tanyaku…!
Beliau menjawab singkat:’’Banyak sekali yang membuatku kesal dan kecewa…! Lantas beliau menyebutkan satu persatu:
1- Sragam umrah ternyata harus menjahitkan sendiri.
2- Ketika di Jakarta, jamaah tidak ditelpon satu persatu. Untung saya bisa mengejar naik taksi dari hotel kebandara.
3- Sesampai di Madinah, ternyata hanya 2 hari, padahal di dalam tulisan tiga hari.
4- Hotelnya juga belum ready ketika jamaah umrah datang.
5- Pembimbinganya tidak ada. Jamaah harus pontang pontang mengurus diri sendiri.
6- Ketika pulang harus transit lagi. Dan masih banyak lagi, kekecewaan……
Mendengar penuturan itu, saya hanya menyimak. Padahal dia membayarnya cukup mahal, tetadak setimpal dengan apa yang di dapat.
Ada yang menarik, ketika menginap di sebuah hotel di Jakarta, Biro perjalanannya tidak member tahu kalu pesawatnya di tunda. Ahirnya jamaah tersebut, enak-enak melihat TV….
Eee,,,,tiba ditelpon, bahwa rombongan sudah berangkat….dengan kepontal-pontal….ia-pun nak taksi mengejar ke bandara Sukarno Hatta. Kekesalan itu tidak pernah dirasaan sepanjang hidupnya. Umrahnya pingin menjadi umrah yang berkesan dan menyenangkan. Sebaliknya, umrah itu menjadi umrah yang benar-benar menjadi penderitaan tersendiri dan catatan hitam dalam sejarah perjalanan menuju kota suci Makkah.
Tidak ada yang pantas diucapakan kecuali:’’ Inna lillahi wa Inna ilaihir rajiauuun….!semoga tidak pernah terjadi lagi. Barangkali penyelengara itu tidak pernah mengaji tentang haji. Nabi Saw pernah berpesan:’’ Jamaah haji dan umrah adalah utusan Allah (wafdullah), jika mereka meminta pasti diberi, jika berdoa dikabulkan, apa yang dikelurakan akan diganti’’. Travel yang menelantarkan jamaah umrah, berarti telah mengali kuburnya sendiri. Jika mereka berdo’a, karena kedholiman penyelengara akan membahayakan masa travel dan hidunya, bahkan anak-anaknya juga akan mendapatkan kesengsaraan akibat prilaku orangtuanya yang menyusahkan oran lain. Semoga sahabatku tidak terlantar lagi….!

3 Responses so far.

  1. Bernardina mengatakan:

    writing is not a easy thing to do, it takes creativity and good sense, and you’ve got it!http://www.turismonobrasil.net

  2. Mckinley Helmen mengatakan:

    I just want to mention I am just new to blogging and definitely loved you’re web page. Likely I’m likely to bookmark your blog post . You certainly come with wonderful well written articles. Thanks for sharing with us your web-site.


Facebook Like Box provided by technology news
  • Facebook