Posted by Abdul Adzim Irsad On Mei - 29 - 2012 1 Comment

Umar Ibn Al-Khattab
(UMAR IBN AL-KHATTAB ± 586-644)

Umar Ibn Al-Khattab, salah satu dari sekian banyak sahabat Nabi Saw yang amat setia. Kesetiaan Umar kepada Nabi Saw tidak tertandingi, sampai-sampai Umar rela mengorbankan nyawa dan harta demi Nabi Muhammad Saw. Begitulah sosok sahabat Nabi secara umum, termasuk Umar Ibn Al-Khattab. Ketika perjanjian Hudaibiyah antara orang Kafir Qurais Makkah dengan Nabi Muhammad Saw. Umar ra selalu mendampingi Nabi Saw. Sesekali, Suhail (utusan dari Qurais) ingin menyentuh jenggot Nabi Saw, seketika itu Umar menampel(memukul) tangan Suhail. Umar tidak rela, jika junjungannya Nabi Saw disentuh kulitnya oleh orang-orang Kafir Qurais. Apalagi sampai melukainya. Profil Umar Ibn Al-Khattab ra memang garang sebelum memeluk islam. Suatu ketika Nabi Saw bermunajat kepada Allah Swt agar supaya islam diperkuat oleh sala satu dari Umar. Waktu itu sosok yang paling segani dan ditakuti ialah Umar Ibn Al-Khattab dan Amr Ibn Hisyam (Abu Jahal). Nabi Saw berharap kepada-Nya, salah satu dari keduanya (Umar ibn Al-Khattab atau Amr Ibn Hisyam) memeluk dan memperkuat Islam. Allah Swt mengabulkan do’a Rosulullah Saw dengan memilih Umar Ibn Al-Khattab sebagai pendampingnya. Tidak lama kemudian Umar ra memeluk Islam atas kesadaranya sendiri ketika menyaksikan adiknya belajar al-Qur’an di Darul Arqom (Makkah). Sejak memeluk islam, Umar Ibn Al-Khattab ra menaiki Jabal Shofa lantas mengatakan:’’ wahai kaum Qurais…!Ini Umar Ibn Al-Khattab telah memeluk islam, siapakah di antara kalian yang berani menghalangi Umar Hijrah ke Madinah’’. Semua orang-orang Kafir Qurais tidak ada yang berani. Sebab, Umar Ibn al-Khattab bukanlah orang sembarangan. Siapa yang berani menghalangi, tidak ada ampun baginya. Yang menarik dari pribadi Umar ialah, jujur dan berani membela kebenaran, dan tidak segan-segan mengingatkan dengan lisan, bahkan melakukan tindakan dengan tangan jika melihat ketidak adilan dan kemungkaran. Oleh karena itu Nabi Saw memberikan julukan special, yaiatu Umar Al-Faruq yang artinya Umar yang mampu memberikan perbedaan yang benar dan yang batil. Dari segi hukum Umar sangat adil, dari segi materi Umar sangat dermawan, dan dari segi Ubudiyah Umar benar-benar seorang yang ahli ibadah. Sampai-sampai dibawah kedua kelopak matanya terlihat kehitam-hitaman karena sering menangis takut kepada Allah Swt. Dalam sebuah kisah, Iblis-pun merasa takut dengan Umar Ibn Al-Khattab ra. Begitulah sosok sempurna sahabat Nabi Muhammad Saw yang begitu setia dan cinta kepada Rosulullah Saw. Banyak kisah menarik terkait dengan Umar Ibn Al-Khattab, sampai-sampai di Mesir (Kairo) terdapat sebuah masjid besar dengan nama “Masjid Umar ibn al-Khattab“. Beliau adalah (pemimpin) kedua setelah Abu Bakar Al-Sidiq meninggal dunia. Kebesaran namanya membuat gempar bangsa-bangsa Romawi dan sekitarnya tetapi kepribadianya begitu sederhana, tidak sebesar yang digambarkan. Bayangkan saja, bajunya saja banyak yang tambalan. Dari segi usia, Umar sedikit lebih muda dari junjungan Nabi Muhammad Saw. Umar ra Lelaki Cerdas dan Perkasa. Ketika Nabi Muhammad Saw wafat, pada tahun 632, dimana Nabi Saw tidak menunjuk penggantinya. Umar ra langsung mengambil inisiatif dengan cepat, dengan cepat beliau mendukung Abu Bakar sebagai pengganti. Alasanya sangat jelas dan gambalang, karena Abu Bakar ra sahabat dekat Nabi Saw sejak kecil, dan juga mertua beliau, serta lelaki yang pertama kali ber-Iman kepada Nabi Saw, dan membenarkan wahyu. Abu Bakar ra juga menjadi penganti Imam Sholat ketika Nabi Saw dalam kondisi sakit. Sederet alasan logis di sampaikan oleh Umar sang Begawan dari tanah Suci Makkah. Ketika terjadi perang al-Riddah, dimana Umat islam banyak yang gugur menjadi Suhada, dimana sebagian besar adalah penghafal al-Qur’an. Umar Ibn Al-Khattab langsung memiliki inisiatif menarik dengan membukukan al-Qur’an. Padahal, Nabi Saw tidak pernah mengajarkannya. Banyak kalangan menentang, karena ini sama dengan mengada-ngada di dalam ajaran Nabi Saw. Umar tidak perduli, ahirnya pembukuan al-Qur’an dilaksanakan hingga seperti sekarang ini. Begitu juga Tarawih 20 rakaat merupakan gagasan Umar Ibn Al-Khattab, Umar sosok pembaharu dalam islam. Ketika menjadi Khalifah, Umar ra mampu menaklukan kota-kota penting disemenajung Arab, seperti: Suriah dan Palestina. Menjelang tahun 641, pasukan Arab di bawah Kholifah Umar Ibn Al-Khattab ra telah menguasai seluruh Palestina dan Suriah, dan terus menerjang maju ke daerah yang kini bernama Turki. Tahun 639, pasukan Arab menyerbu Mesir yang juga saat itu di bawah kekuasaan Byzantium. Dalam tempo tiga tahun, penaklukan Mesir diselesaikan dengan sempurna. Kehebatan Umar sang Begawan dari Makkah santri Nabi Muhammad Saw ini benar-benar mampu menaklukan dunia Arab. Di sisi lain, kehebatan Umar di dalam memimpin sebuah Negara, ternyata beliau sangat sederhana dan lembut kepada istrinya. Tidak menyangka, Umar ra mampu memberikan ketentraman di dalam keluarga dan juga masyarakat serta semua orang islam kala itu.

One Response so far.

  1. Clair Betters mengatakan:

    I simply want to say I’m all new to weblog and actually enjoyed you’re website. Likely I’m going to bookmark your blog post . You definitely have tremendous articles. Many thanks for sharing your web page.


Facebook Like Box provided by technology news
  • Facebook