Posted by Abdul Adzim Irsad On Maret - 24 - 2014 0 Comment

Imam Bukhori, Muslim, Ibn Hajar Al-Asqolani,  Imam Malik, Abu Hanifah, Syafii, Ibn Hambalserta Imam Nawawi, Ibn Majah, Al-Tobari, Al-Qurtubi, adalah ulamaulama yangmemahami kandungan Al-Quran dengan baik dan juga memahami hadis Rosulullah SAW. Hampir ulama dan penulis hadis di atasakidahnya Al-Syairah. Sebagian besar dari ulama-ulama di atas mengikuti Madhab.

 

Madhab itu artinya jalan. Terkait dengan penjelasan ilmufikih masalah Madhab, sebagiaman penjelasan para ahli bahasa, bahwapengertian kata “madzhab” berarti mengikuti jalan atau metodeberfikirnya salah seorang mujtahid dalam mengistinbathkan (mengambilsebuah dalil) hukum dari sumber aslinya, yaitu al-Qur’an dan al-Hadits.

 

Penjelasan lain dalam masalah “madzhab”  mengikiti salah seorang imam madzhab(mujtahid) dalam mengamalkan syari’ah Islam berdasarkan fatwa-fatwa danpendapat-pendapat imam madzhab tersebut.

Adapapun madhab yang populer dikalangan umat islam (Aswaja) yaituImam Abu Hanifah, Imam Malik, Imam Syafii, dan Imam Ibn Hambal.  Hampir semua ulama yang disebutkan di atas bermadhab.Semua ulama sepakat bahwa ke empat madhab tersebut memiliki kemampuan di dalammengambil sebuah hukum, sehingga ke empat ulama di atas di sebut dengan Mujtahid.

 

Mujtahid ituartinya orang yang bersungguh-sungguh di dalam mengerahkanseluruh kemampuan  dalam menuntut atau mengistimbatkan hukum untuk satu tujuan. Mengutip pernyataan Ibn Qoyyim ketika ditanya seputarmasalah Mujtahid, apakah orang yang hafal 100 ribu hadis bisa dikatakanMujtahid? dia menjawab:” belum. 200 rbu (belum), 300 ribu. Belum. Kalau 400ribu? Ibnu qoyyim menjawab:” iya”. Begitulah pernyataan beliau sebagaimandalam kitab I’lamu Al-Muqaqqiin.

 

Orang yang sudah disepakati sebagai mujtahidmutlak yaitu orang mampu memutuskan hukum dari kitab dan sunnah, di antaramereka ialah imam mazhab yang empat Hanafi, Maliki, Syafi’i dan Hambal.Kedalaman ilmu, kecerdasan, serta keluhuran budi pekerti sudah teruji dandiakui. Mereka selalu mengaju pada Al-Quran dan Sunnah Rosulullah SAW.

 

Dasar-dasar ilmu untuk memahami Al-Quran dansunnah Nabi SAW sangat mumupuni. Ilmu nahwu, syaraf,  (Balaghoh: Bayan, Badi’, Maani), Arudh,. Tidakhanya itu, mereka juga sangat zuud dan wara’. Sehingga hasil dari Ijitihad merekabisa dikatakan berkualitas. Kendati demikian, mereka selalu membuka ruangkritik. Ia membuktikan bahwa mereka adalah ulama-ulama yang menerima kritik dantidak otoriter, dengan kata laing tidak mengklaim paling benar.

 

Tetapi, ternyata kaum wahabisme yang ekstrimjustru berpendapat lain, bahwa bermadhab (mengikuti jalan) yang dilakukan olehpara ulama Madahibu Al-Arbah itu termasuk syirik.

 

Hal ini diungkaplan oleh seorang ulama dan penulisyang bernama Al-Qonuji dalam bukunyaAl-Din Al-Kholis jilid 1 halam 140.Pernyataan senada juga disampaikan oleh Abdurahaman Ibn Hasan Ali Syekh didalam kitab Fathu Al-Majid Syarah Kitab Al-Tauhid, menyatakan:’’

Kitab???????????? ?? ?????

Artinya:’’mengikuti madhab-madhab itu bagian dari syirik (MuhammadSiddiq Hasan Khan Al-Qnuji: Al-Din Al-Kholis, jilid 1/140).

Bahkan sebuah pernyataan lain, tidak layak sama sekalimenamakan diri sebagaiahlussunah waljamaah, kecuali setelah mengakuidan mengikuti ajaran kami (salafi wahabi) yang menginduk pada Al-SalafuAl-Sholih. (Lihat: Ibn Baz Al-Aqidah Al-Shohihah wa Ma Yudhadhuha: Maktabah IbnTaimiyah, hlm 20).  Jadi, ulama-ulamadi atas yang mengikuti akidah Al-Syairoh belum dikatakan pengikut RosululluhSAW (Aswaja). Dengan demikian, orang-orang sudah sesuai dengan ajaran Al-Qurandan hadis adalah Salafi Wahabi, sementara ulama-ulama sebelumnya tersesat.Begitu sempit pemahaman mereka, padala Wahabi Salafi itu mengetahui IlmuAl-Quran dan Hadis, juga dari ulama di atas.

 


Facebook Like Box provided by technology news
  • Facebook