Posted by Abdul Adzim Irsad On April - 6 - 2013 1 Comment

TambalbanTidak kebayang, seorang tambal ban naik haji memenuhi panggilan Allah Swt di tanah suci. Sebut saja Kasturi namanya. Sehari-harinya membuka tambal ban di pingir jalan. Tahu sendiri, kerja tambal ban tidak mungkin bisa naik haji, kecuali mendapat ke-ajaiban dari Allah Swt. Setiap hari penghasilan Kasturi hanya untuk cukup makan bersama keluarga.

Ada yang menarik dari Kasturi sang tambal ban itu. Walaupun kerjanya demikian berat, beliau tetap rajin menjalan ibadah sholat. Nilai-nilai kejujuran benar-benar dijunjung tinggi. Ini mencerminkan mukmin sejati, walaupun tukang tambal ban tetap jujur dan tidak pernah mengeluh terhadap apa yang dikaruniakan Allah Swt kepadanya. Buktinya, beliau menjalankan profesinya dengan baik dan tekun setiap hari.

Seperti biasanya, Kasturi membuka praktek tambal sejak matahari mulai terbit. Biasanya, orang-orang mukmin sejati, ketika menjelang matahari naik agak tinggi sedikit, mengambil wudhu terlebih dahulu, selanjutnya membuka aktifitasnya dengan sholat Duha 4-8 rakaat. Sebab, Nabi Saw pernah menyampaikan bahwa Dhuha yang istikomah karena Allah Swt akan memudahkan pintu rejekinya. Begitulah Kasturi, mengawali aktifitas sehari-hari dengan sholat Dhuha.

Bertahun-tahun bekerja menjadi tukang tambal ban, tetapi taraf ekonominya biasa-biasa saja. Sebab, Kasturi memang tidak ingin kaya karena sholat Dhuha. Sholat Dhuha yang didirikan semata-mata karena Allah Swt, sekaligus bentuk kesetiaanya terhadap Rosulullah Saw. Menjalankan sholat Dhuha sama dengan mengikuti Sunnah Rosulullah Saw.

Suatu hari, saat-saat lampu mulai dinyalakan, bertanda malam mulai tiba. Sebagai muslim sejati, Kasturi menutup bengkel tambal ban, karena ingin focus beribadah sholat magrib berjamaah bersama istri tercintanya, kemudian dilanjutkan dengan  ngaji beberapa ayat al-Qur’an.

Malam mulai larut, kasturi-pun mulai Kantuk. Ketika akan beranjak ketempat tidurnya. Tiba-tiba terdengar orang mengetuk pintu rumahnya.

 

Tok…tok…tok….! Siapa ya? Tanya Kasturi.

Saya pak…!jawab pengetuk pintu.

Sambil menahan rasa kantuk, Kasturi membukakan pintu, lantas bertanya:’’ada apa Pak…!kok malam-malam begini ngetuk pintu rumah?

Orang tersebut menjawab:’’ begini Pak..!saya mau nembelkan ban mobil saya…? Bisa ngak?

Tanya banyak ngomong, Kasturi menjawab:’’insaAllah bisa….!

Mendengar Kasturi sanggub menembel ban mobilnya, orang tersebut bergembira bukan kepayang. Sebab, dirinya punya janji dengan koleganya besok pagi. Jika sampai terlambat dan gagal, maka proyek dengan nilai ratusan juta bakalan amblas.

Kasturi segera mengerjakan tugasnya dengan baik. Sekitar 30 menit, ban mobil sudah rampung dan sudah dipasang dan siap jalan.

 

Lantas orang tersebut bertanya:’’ berapa ongkosnya Pak?

Kasturi menjawab singkat:’’ 5000 saja pak…! Orang tersebut heran, seolah-olah tidak percaya dengan ongkos tersebut.

Lho kok murah, kan ini sudah malam Pak…?tanyanya singakat.

Kasturi menjawab lagi singkat:’’ siang malam sama…!siang Rp 5000, malam juga Rp 5000. Setelah membayar ongkos tambal ban. Orang tersebut melanjutkan perjalanan dengan tenang, dan tidak khawatir terlambat.

 

Pagi-pagi sudah sampai tujuan. Dengan ijin Allah Swt, janjian dengan kolegnya tepat waktu, dan menghasilkan rejeki yang melimpah. Tendernya berhasil.

Karena berhasil itulah, orang tersebut mencari tukang tambal ban. Tok…tok….tok…! Assalamualaikum…!

Kasturi menjawab:’’ Walaikumsalam…!oooh, jenengan (anda), kenapa Pak? Apa bocor lagi? Tanya Kasturi…! Orang tersebut menjawab:’’ ngak pak,,,,!

 

Trus sampeyan ada apa lagi kesini? Tanya Kasturi singkat.

Orang tersebut menjawab:’’ begini pak…!saya kemarin itu mau mengadakan pertemuan dengan kolega, ternyata ban mobil saya bocor. Dan Al-Hamdulillah, panjengan menembel ban mobil saya. Karena itulah saya mengucapkan banyak terima kasih’’terang orang tersebut.

 

Lantas saya ingin menanyakan, kira-kira bapak pingin apa? Tanya orang itu.

Kasturi menjawab:’’ ngak….ngak trima kasih..!Saya sudah cukup senang dan bersyukur dengan pekerjaan ini.

 

Setelah diskusi panjang, orang tersebut ahirnya melontarkan pertanyaan. Apa Pak Kasturi ngak pingin Naik haji? Mendengar pertanyaan itu Kasturi menjawab:’’ siapa sih…yang ngak pingin haji? Saya ini, walaupun tukang tembel ban, juga pingin haji lho. Cuma, ngak punya duit, dari mana uangnya?

 

Sebagai rasa terima kasih, karena telah membantu menembel ban tempo malam. Ahirnya, Kasturi diberangkatkan haji oleh orang tersebut, semua biaya hajinya ditanggung sepenuhnya oleh orang tersebut.

 

Kisah ini asli, tetapi sudah saya berubah susunan dan nama orangnya. Esensi dari kisah ini ialah, ternnyata Istikomah dan jujur, membawa berkah sendiri. Allah Swt menjawab ke-inginan hatinya, dan kejuran di dalam bekerja, kesungguhan di dalam membangun kejujuran, membuahkan hasilnya. Sekali lagi, orang haji itu bukan karena banyak hartanya, tetapi karena istikomah di dalam beribadah dan jujur di dalam bekerja, Allah Swt ketika sudah menghendaki pasti terjadi.

 

 

 

 

 

One Response so far.

  1. Ali Mahfud mengatakan:

    aku juga ingiiin sekali naik haji tapi belum punya onkos ke sana gaji guru masih pas2an kalo ada yang mau naikin gratis juga mauuuu baangeeet


Facebook Like Box provided by technology news
  • Facebook