Posted by Abdul Adzim Irsad On September - 9 - 2013 0 Comment

Haji BodongManisnya bisnis haji dan umrah membuat setiap orang menghalakan segala cara, termasuk menipu. Bahkan menggunakan cara-cara yang tidak dibenarkan agama, tetapi mengatakan sesuai dengan ajaran Islam dan sunnah. Initi dari sebuah bisnis adalah Profit Oriented. Apapun yang dilakukan oleh sebuah travel, adalah bisnis. Walaupun tidak semua travel haji dan umrah semata-mata mencari keuntungan.

Setiap tahun cukup banyak calon jamaah haji yang gagal berangkat haji, bahkah ada yang berangkat, tetapi terdampar di Jakarta, bahkan di Jedah. Kegagalan itu dikarena ulah-ulah tangan kotor (maling) yang berjubah putih dengan mengatasnamakan agama.

MLM (Multi-Level Marketing) salah satu cara untuk menarik simpati calon jamaah dengan sebanyak-banyaknya. Banyak yang berpendapat bahwa MLM Haji dan Umrah haram, karena banyak unsur gharar (penipuan). Apalagi, banyak biro perjalanan haji yang lebih mengedepankan keuntungan materi dan lupa dengan pelayanan ibadah.

Jadi, MLM Haji dan Umrah bersifat pragmatisme. Bukannya memberikan pelayanan secara menyeluruh kepada jamaah haji, sebagaimana orang-orang Jahiliyyah memberikan pelayanan kepada jamaah haji. Orang Arab Sering mengatakan:’’ melayani jamaah haji merupakan kemulyaan bagi kami’’. Istilah ini masih ada, tetapi prakteknya sangat langka di lapangan.

Realitas dilapangan membuktikan, setiap tahun ratusan bahkan ribuan calon jamaah haji khusus (plus) tidak bisa berangkat haji. Padahal, sebagian mereka sudah melunasi. Tidak tanggung-tanggung, ada yang sudah membayar 80-90 juta, tetapi karena biro perjalanan haji itu bodong (palsu), maka jamaah haji menjadi komoditas.

MLM sangat rawan, bahkan kerawanan sangat tinggi.Karena bisa jadi system ini hanya menguntungkan orang-orang yang di atas (juragan) tertentu, tetapi yang di bawahnya mati-matian mencari anggota, dan sampai mati-pun tidak bisa berangkat haji. Dalam pandangan syariah, yang seperti ini tidak dibenarkan.

Di sisi lain, praktek pelaksanaan haji itu adakalanya diselengarakan oleh sebuah travel (biro perjalanan haji) tersebut hanya memiliki izin umrah saja. Sementara untuk penyelengaraan hajinya, biro perjalanan itu menjual jamaah haji kepada biro lain. Wajar, jika banyak biro perjalanan haji yang kemudian membuka pendaftaran haji, tetapi prakteknya justru di limpahkan kepada biro haji lainnya. Sebab, seringkali biro perjalanan haji itu adalah bodong.

Masih membahas seputar haji MLM. Indonesia saat ini mulai bermunculan Multi level marketing (MLM) dengan menjual produk berangkat haji atau umrah. Tidak semua biro perjalanan haji itu memiliki sertifikat halal.  Demikian disampaikan oleh Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI), Ma’ruf Amin. “Jumlah yang bersertifikat hanya hitungan jari,” (http://republika.co.id). Langkah MUI sangat  tepat, mengingat MLM semakin hari semakin banyak, dan prakteknya masih perlu ditanyakan dan dilihat dilapangan.  Memang, produk yang di jual halal, tetapi system yang berjalanan itu menguntungkan salah satu fihak dan merugikan fihak lain. Hampir semua praktek MLM yang dilakukan di lapangan mengandung unsur riba ataupun unsur penipuan (gharar). Oleh karena itu, kepada masyarakat hendaknya harus berhati-hati, jangan ikut-ikutan menjadi edan di jaman edan ini, karena seringkali manusia menggunakan segala cara untuk mendapatkan keuntungan.

Setiap tahun, waluapun pemerintah mewant-wanti agar hati-hati di dalam memilih biro perjalan haji, tetap saja masih banyak yang ketipu.  Saat ini, pemerintah Arab Saudi akan menggunakan teknologi tinggi, tujuan utamanya ialah untuk mencegah lolosnya jamaah haji ilegal tahun ini. Sebab, lolosnya jamaah haji illegal itu bisa membuat malu bangsa Indonesia, sekaligus bikin repot. Tahun, ini Arab Saudi menegaskan”Kami akan menggunakan teknologi canggih untuk pertama kalinya tahun ini untuk mendeteksi izin haji palsu,” ujar komandan pasukan Departemen Haji, Ayed Al-Harbi dikutip Arabnews, Senin (9/9).

Dia mengatakan, teknologi baru akan membantu petugas keamanan di check point untuk membuat tugasnya efisien. “Mereka juga akan disediakan alat untuk mengecek sidik jari dari jamaah ilegal yang mencoba masuk tempat suci,” ujarnya.

Gubernur Mekah, Pangeran Khaled Al-Faisal mengatakan, orang asing yang melanggar aturan haji akan dideportasi dan dilarang ibadah haji selama 10 tahun. Gubernur juga memperingatkan sopir yang membawa jamaah haji ilegal akan mendapatkan hukuman maksimal. Begitu juga operator layanan haji yang membawa jamaah ilegal akan ditangkap dan mendapat hukuman.

Sejumlah petugas akan ditempatkan di delapan pintu masuk Mekah. Helikopter akan digunakan untuk memonitor jalan padang pasir. “Kami juga menempatkan petugas perempuan di semua pintu masuk untuk mengecek jamaan perempuan,” ujar Al-Harbi.

Jamaah haji akan mulai masuk Saudi pada 13 Oktober. Jumlah jamaah haji tahun ini menurun dibanding tahun lalu. Saudi mengurangi kuota 20 persen untuk warga asing dan 50 persen untuk jamaah domestik karena pembangunan masjidil haram (www.republika.co.id)


Facebook Like Box provided by technology news
  • Facebook