Posted by Abdul Adzim Irsad On April - 17 - 2016 0 Comment

Syekh AyyubKetika masih study di Umm Al-Quran Makkah, setiap pagi mendengarkan lantunan ayat-ayat suci  Al-Quran. Suara dan lagunya begitu enak, fasih, dan mudah diingat dan benar-benar jelas. Ternyata, itu suaranya Syekh Muhammad Ayub. Beliau adalah Imam Masjid Nabawi di Madinah Al-Munawarah, atau yang lebih populer disebut dengan Masjid Rosulullah SAW.

Di kediaman Sayyid Muhammad Alawi Al-Maliki, tepatnya di Al-Rusaifah setiap pengajian rutin biasanya selalu di awali dengan membaca ayat suci Al-Quran. Rupanya yang membaca salah satu santri dari Indonesia. Dan, lagunya seperti tartilnya Syekh Dr. Muhammad Ayyub Imam Masjid Nabawi. Rupanya, tidak ada yang tidak suka dengan suara indah nan khas yang dimiliki Syekh Dr. Muhammad Ayyub sang Imam Masjid Rosulullah SAW.

Bahkan di Indonesia, Malaysia serta belahan dunia, banyak sekali dari para pemuda para pencinta Al-Quar selalu meniru suara dan lagu khas Syekh Muhammad Ayyub. Ini menjadi pertanda bahwa Syekh Ayyub ini benar-benar mendapat tempat disemua hati para pencinta Al-Quran.

Syehk Ayyud 1

 

Pada hari ini, tepatnya pada Sabtu (16/4/2016) Syekh Muhammad Ayyub Al-Hafid tutup usia. Syekh Muhammad Ulama merupakan Imam Masjid Nabawi, sekaligus ulama yang mendalami Al-Quran. Beliau telah membawa bekal yang sempurna menghadap Allah SWT, yaitu menghafal, menjaga dan merawat serta menebarkan kebaikan dengan menjadi imam Masjid Nabawi. Barangkali, menjadi Imam Masjidil Haram dan Masjid Nabawi merupakan sebuah kemulyaan, karena Rosulullah SAW dan Khulafaurrosidin pernah menjadi Imam di Masjid Nabawi.

Syekh Dr. Muhammad Ayyub lahir di kota suci Makkah pada tahun 1372 H (1952). Di sanalah beliau tumbuh dan belajar dan menghafal Al-Quran serta dasar-dasar Ilmu agama. Belai belajar Al-Quran sejak usia 12 tahun pada seorang ulama besar yang bernama Syekh Zaki Dagistani. Sebagian besar ulama Makkah, biasanya justru orang-orang pendatang, seperti; Syekh Idris Al-Falambani, Syekh Abdul Hambid Ali Qudus, dan banyak sekali ulama-ulama pendatang yang menjadi ulama besar di Makkah.

Pada tahun 1385 H beliau juga belajar pada Syekh Khalil bin Abdurrahman al-Qari di masjid Bin Laden yang menginduk pada Jama’ah Tahfidz al-Qur’an. Syekh Muhammad Ayyub menyelesaikan pendidikan dasar (Ibtidaiyyah) pada tahun 1386 H di Madrasah Tahfidz al-Qur’an yang bernaung di bawah kementrian pendidikan.

Selanjutnya beliau pindah ke kota Madinah al-Munawwarah untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang Menengah, yakni menengah pertama (mutawassithah) dan menengah atas (tsanawiyyah) yang beliau tamatkan pada tahun 1392 H. Setelah menghafal al-Qur’an, Syekh Muhammad Ayyub juga mendalami ilmu al-Qur’an dan Tafsirnya melalui beberapa ulama Al-Quran, diantaranya Syekh Abdul Aziz Muhammad ‘Utsman, Syekh Akram Dhiya’ al-‘Umari, Syekh Muhammad al-Amin Asy Syinqithi, Syekh Abdul Muhsin al-‘Abbad, Syekh Abu Bakar al-Jazairi, dan sebagainya.

Beliau juga menempuh pendidikan formal dari jenjang sarjana (S1) hingga doktoral (S3) yang tehsis dan disertasinya terkait dengan Al-Quran. Wajar sajalah jika beliau benar-benar mumpuni di dalam ilmu Al-Quran. Dan sepantasnya kemudian beiau menjadi seorang Ulama dan sekaligus Imam masjid Rosulullah SAW. Syekh Muhammad Ayyub diangkat menjadi Imam Masjid Nabawi pada tahun 1410 H.

Beliau memimpin Shalat di Masjid Rasulullah tersebut selama 17 tahun, baik itu sholat fardu, maupun sholat sunnah tarawih. Sungguh sangat beruntung orang-orang yang pernah berjamaah dengan beliau selama bermukim di Madinah Al-Munawarrah. Barangkali, suara yang paling indah nan merdu yang membuat orang betah berjamaah sholat tarawih dengan 20 rakaat, dengan durasi 1.5 jamaah di Madinah adalah suara Syekh Muhammad Ayub.

Tahun 1417 H beliau berhenti selama lebih kurang 19 tahun. Pada sebuah wawancara disebuah telivisi Arab Saudi, beliau pernah ditanya tentang keinginannya, ternyata beliau merindukan menjadi Imam masjid Nabawi sebelum kembali menghadap Allah SWT. wajar, jiak Syekh Muhammad Ayyub rindu menjadi Imam, karena beliau pernah setiap hari menjadi Imam selama 19 tahun.

Dengan ijin Allah SWT, otoritas Masjid Nabawi memberikan kesempatan menjadi Imam Masjid Nabawi. Pada Bulan Ramadhan 1436 H, Syekh Muhammad Ayyub kembali ditunjuk kembali menjadi Imam di Masjid Rasulullah tersebut. Semoga Allah SAW merahmati beliau dengan rahmat yang luas.

Pada hari Sabtu (16/04/16) setelah sholat dzuhur, ribuan jamaah, baik itu jamaah umrah dari berbagai negara, atau penduduk Madinah asli, atau mereka yang datang dari Makkah dan sekitarnya ikut serta men-sholati Syekh Muhammad Ayyub. Mereka terlihat juga ikut serta proses mengiringi  pemakaman Imam masjid Nabawi menjuju Al-Baqi Al-Gorqod. Syeikh Dr Muhammad Ayyub. Al-Baqi Al-Gorqod merupakan tempat pemakaman ribuan sahabat, dan juga putra-putri Rosulullah SAW, dan termasuk Usman Ibn Affan, dan juga putri Rosulullah SAW yaitu Fatimah Al-Zahra’.

 

 

 


Facebook Like Box provided by technology news
  • Facebook