Posted by Abdul Adzim Irsad On Juni - 15 - 2014 0 Comment

RaudhahBersholawat kepada Rosulullah SAW tidak mengenal waktu dan tempat. Setiap ucapan sholawat kepada Nabi SAW senantiasa di jawab, walaupun itu disampaikan dari jarak yang amat Jauh. Sedangkan sholawat yang di ucapkan saat di Madinah (dekat Makam Rosulullah SAW), langsung di jawab. Para ulama mengatakan:’’minimal membaca sholawat setiap hari itu antara 300-400’’. Bagaimana mengatakan cinta kepada Nabi SAW, sementara lisanya jarang menyebut nama Rosulullah SAW. Tanda sebuah cinta seseorang kepada kekasihnya itu ialah banyak menyebut namanya.

Bulan Sya’ban juga disebut juga dengan bulan Sholawat. Dan tepat pada mala mini (12 Juni 2014) akan memasuki malam separuh bulan Sya’ban ( Malam Nisfu Sya’ban).  Penjelasan seputar perintah (anjuran) untuk memperbanyak sholawat pada bulan ini, diambil dari salah satu ayat QS Al Ahzab ayat 56 yang artinya:’’ Sesungguhnya Allah dan para malaikatnya bersholawat pada nabi ( nabi Muhammad, Wahai orang-orang yang beriman bersholawatlah padanya( Nabi Muhammad ) dan ucapkanlah penghormatan padanya”. ( Al Ahzab 56 )

Penegasan ini juga disampaikan oleh Imam Sihabudin Al Qostolani dalam kitab Al-Mawahib, karena ayat ini diturunkan bertepatan dengan bulan Sya’ban. Dengan demikian, tidaklah berlebihan jika umat islam berbdondong-bong bersholawat kepada Rosulullah SAW, baik secara individu maupun secara berjamaah. Jika ada yang mengatakan:’’ ini tidak ada tuntunan dari Rosulullah SAW alias bidah’’. Maka jawaban yang paling tepat ialah:’’tidak satupun ayat atau hadis Nabi SAW yang melarang membaca sholawat baik secara pribadi maupun pada bulan Sya’ban atau malam Nisfu Sya’ban. Yang ada ialah, Nabi SAW memerintahkan bersholawat kepadanya kapan saja, sebanyak-banyaknya. Semakin banyak bersholawat kepada Nabi SAW, semakin menunjukkan cintanya kepada baginda Rosulullah SAW.

Marilah kita berlomba-lomba memperbanyak sholawat kepada Rosulullah SAW setiap saat dan waktu. Sebab, sholawat yang diucapkan itu akan ditampakkan kepada Nabi Muhammad SAW. Bahkan, jika sholawat itu dibaca di depan makam Rosulullah SAW, langsung di jawab. Untuk itulah, sebagian besar ulama salaf itu selalu membasahi bibirnya dengan sholawat, dan menghidupkan rumah-rumah mereka dengan sholawat kepada Rosulullah SAW. Bahkan, Umar Ibn Abd Aziz, senantiasa menitipkan surat yang bertulisakan sholawat kepada orang yang berziarah kepada Rosulullah SAW di Madinah.

Ditulis oleh : Ustadz Abdul Adzim Irsyad


Facebook Like Box provided by technology news
  • Facebook