Posted by Abdul Adzim Irsad On Mei - 6 - 2011 3 Comments

keluarga, indah, menyenangkanMadu asli memiliki manfaat yang sangat luar biasa bagi kesehatan fisik manusia. Karena begitu besar manfaat dan kegunaannya, hampir dipastikan bahwa orang-orang yang mengkonsumsi madu setiap hari secara rutin mampu ber-bulan madu secara kontinyu, tanpa merasa loyo. Di dalam pernikahan, kebutuhan seksual seringkali menjadi tujuan utama bagi setiap manusia. Seorang lelaki, dalam urusan  pernikahan memiliki empat yang dominan dalam hidupnya. Sek, harta, anak dan cinta. Sebaliknya, seorang wanita juga memiliki empat hal, seperti; cinta, anak, harta dan sek.

Wajar, jika seorang lelaki ketika ditanya tentang pasangan. Mereka menjawab dengan enteng:’’ saya memilih wanita itu karena kecantikan (bentuk fisiknya). Jawaban ini mengisaratkan akan dominasi dorongan birahi. Ada sebuah pameo, bahwa lelaki itu memilih istri, yang panting cantik dan seksinya, tak perduli dari mana asal usulnya (nasab). Sebaliknya, wanita itu lebih cenderung memilih pasangan (suami), karena sudah terlanjur cinta. Walaupun, lelaki yang dicintainya itu jauh lebih tua usia, atau jauh lebih jelek dari pada dirinya. Artinya, wanita itu lebih mengedepankan perasaan dari pada logikanya.

Ketika telah sepakat menjadi pasangan sejati melalui ikatan suci (nikah). Seringkali persoalan muncul tiba-tiba, tanpa diduga sebelumnya. Persoalan sek itu menjadi menarik, indah dan menyenangkan bagi kedua pasangan, karena masing-masing memang diciptakan Allah Saw memiliki kebutuhan biologis. Dan, kebutuhan biologis itu merupakan kebutahan yang tidak bisa diganti dengan kebutuhan lainnya. Agar supaya interaksi seksual berjalan dengan baik dan lancar, tuhan telah memberitakan cara berhubungan dengan baik dan menyenangkan (QS Al-Baqarah (2:223), bahwa wanita itu ibarat ladang, sehingga bisa ditanami kapan saja, dengan gaya apa saja.

Itu bisa dilakukan dengan indah dan menyenangkan, jika kondisi keduanya sehat wal afyat. Tuhan telah menyediakan madu yang memiliki banyak kegunaan, termasuk untuk meningkatkan kualitas seksual. Bukan hanya itu, madu bisa menjadikan interaksi seksual menjadi lebih menyenangkan dan menyehatkan, sehingga terasa bulan madu terus menerus. Wajar, jika orang-orang terdahulu memiliki kemampuan seksual luar biasa, dibandingkan dengan manusuia di era modern. Bahkan, ketika memasuki usia lanjut (lansia), sang lelaki masih perkasa.

Masih membincangkan khsiat madu lebah, QS al-Nahl (16:68-69) yang artinya:’’.   Dan Tuhanmu mewahyukan kepada lebah: “Buatlah sarang-sarang di bukit-bukit, di pohon-pohon kayu, dan di tempat-tempat yang dibikin manusia”, Kemudian makanlah dari tiap-tiap (macam) buah-buahan dan tempuhlah jalan Tuhanmu yang Telah dimudahkan (bagimu). dari perut lebah itu ke luar minuman (madu) yang bermacam-macam warnanya, di dalamnya terdapat obat yang menyembuhkan bagi manusia. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kebesaran Tuhan) bagi orang-orang yang memikirkan.

Dari susunan redaksi ayat itu, lebah-lebah itu ternyata menkonsumsi sari-sari bunga yang paling bersih. Selanjutnya, diproses di dalam peruat lebah itu dan menghasilkan madu. Ayat ini juga mengisaratkan kepada para ilmuan agar supaya meneliti secara mendetail tentang manfaat dan kegunaan madu lebah ini. Sementara ini, al-Qur’an memberitakan bahwa madu itu benar-benar bisa menyembuhkan beragam penyakit dan juga menigkatkan vitalitas lelaki. Hanya saja, semua itu harus atas pengawasan ahlinya, sehinggat tidak berlebihan cara penggunaanya.

Terkait dengan vitalitas lelaki karena mengkonsumsi madu secara kontinyu. Seringkali bagi sebagian lelaki bisa membutuhkan ‘’madu’’ lain. Bulan madu yang selama ini dilakukan tidak cukup memuaskan, sehingga perlu wanita lain untuk memuaskan dirinya. Satu-satunya cara agar memuaskan dirinya harus melakukan ‘’poligami’’. Walaupun dibolehkan oleh agama, kehadiran ‘’madu’’ itu bisa menyakiti istri pertama yang selama ini memberikan ke-indahan dan kenyaman seksual.

Dominasi sek bagi laki-laki sulit untuk dihilangkan dalam hidupnya. Untuk mengekangnya, Nabi Saw mengajurkan puasa sunnah. Dan, mengingat perjuangan dan kebikan, serta ke-indahan semasa perjalanan dengan istri, juga menjadi salah satu cara agar supaya tidak menghadirkan ‘’madu’’ dalam rumah tangganya. Selanjutnya, lelaki itu harus memiliki cita-cita besar dengan men-desain putra-putrinya agar supaya menjadi anak-anak yang kuat dan hebat serta bisa melanjutkan cita-cita orangtuanya. Dengan demikian, ke-inginan me-madu-kan istrinya dengan’’ selingkuh atau poligami’’ sedikit demi sedikit akan sirna.

3 Responses so far.

  1. Ermelinda mengatakan:

    this is very nice one and gives in depth information. i think it will be helpful. thank you very much for that extraordinarily first class editorial! keep up the good work.http://www.capitaocaverna.net

  2. Keneth Mckenny mengatakan:

    I just want to mention I am just very new to blogs and seriously loved you’re web blog. Very likely I’m planning to bookmark your blog post . You amazingly have great articles and reviews. Thanks a bunch for sharing your blog site.


Facebook Like Box provided by technology news
  • Facebook