Posted by Abdul Adzim Irsad On Februari - 3 - 2016 0 Comment

Al Madinah Al Munawwarah-20130719-02327Galau salah satu istilah yang paling banyak digunakan dalam dunia tulis menulis. Mulai urusan politik, pendidikan, kesehatan, sampai urusan cinta dan rumah tangga. Sedikit-sedikit, orang bilang ‘’Aku Lagi Galau….!. Ini tidak aneh, karena memang bahasa itu hidup dan berkembang. Mungkin, suatu ketika, istilah galau tidak populer lagi, dan muncullah istilah baru, dengan istilah stress atau capek deh…. Begitulah perkembangan bahasa dari masa ke masa.

Sangat sulit mengartikan galau, kendati demikian, makna galau sudah bisa ditangkap dan difahami. Di dalam menghadapi kehidupan, sudah mati manusia akan menghadapi kegalauan, karena memang manusia itu diciptakan tidak sempurna. Kegalauan yang terus menerus bisa menimbukan stress, bahkan sampai menjadi penyakit menakutkan yang namanya ‘’strok’’ dan juga jantung. Dua penyakit ini sangat membahayakan, dan tidak sedikit orang yang berawal dari galau, kemudian menjadi stress dan ahirnya stroke atau jantung dan ahirnya menghemabuskan nafas terahirnya.

Ada kalanya menghembuskan nafas terahirnya di rumah sakit, setelah mendapatkan perawatan dan menghabiskan dana ratusan juta. Ada juga yang mengembuskan nafas terahirnya ketika sedang tidur dirumah. Semua itu berawal dari perasaan galau. Oleh karena itu, ketika sedang merasa galau, hendaknya kembali pada ajaran agama. Sebab, agama telah memberikan cara jitu di dalam meredam perasaan galau, dan ini merupakan obat yang paling murah. Dokter-pun, ketika sedang galau, juga harus melakukan tip berikut ini.

1-   Membaca Al-Qur’an

Membaca kitab suci, sekaligus merenungi makna yang terkandung di dalamnya. Secara tidak langsung, kitab suci itu adalah mu’jizat. Ratusan orang membuktikan kebenaran mu’jizat kitab suci, dengan membaca ternyata pikiran menjadi tenang, hati menjadi tentram. Bahkan yang sakit kadang diberikan kesembuhan, karena mendapat berkah dari mu’jizat kitab suci. Bagi yang tidak bisa membaca, cukup menggunakan telinga (mendengarkan). Sebab, alunan indah ayat-ayat kita suci, akan mampu merobos pikiran dan hati seseorang yang sedang galau. Sebagaimana pernyataan Allah Swt:’’ Hai manusia, Sesungguhnya telah datang kepadamu pelajaran dari Tuhanmu dan penyembuh bagi penyakit-penyakit (yang berada) dalam dada dan petunjuk serta rahmat bagi orang-orang yang beriman (QS Yunus (10:57). Ayat ini menjelaskan, bahwa kitab suci itu bisa menjadi obat galau secara langsung. Karena kitab suci itu adalah kalamullah Swt. Secara tidak langsung, ketika membaca kitab suci, sama dengan ber-interaksi dengan Allah Swt. Imam Al-Rozi di dalam tafsirnya berpendapat:’’ keberadsan al-Qur’an itu bisa menjadi mauidhoh (pitutur) langsung dari Allah Swt, menjadi obata galau hati, menjadi petunjuk, dan menjadi rahmat bagi orang-orang mukimin’’. Sedangkan, bagi orang yang sedang galau, tetapi tidak bisa membaca al-Qur’an, bisa membumikan al-Qur’an dirumahnya dengan cara mengadakan hataman al-Qur’an. Seperti mengundang orang-orang yang bagus, dan lancar membaca al-Qur’an. Bacaan itu akan memberikan pengaruh dan menambah energy positif terhadap anggota keluarga. Tidak berlebihan kiranya, jika Nabi Saw penah mengatakan:’’ sebaik-baik dari kalian ialah orang yang belajar al-Qur’an dan mengajarkan kepada orang lain’’.


Facebook Like Box provided by technology news
  • Facebook