Posted by Abdul Adzim Irsad On Agustus - 11 - 2013 1 Comment

Peninggalan Nabi SAWKetika musim dingin tiba, kota suci Madinah benar-benar dingin. Suhunya bisa mencapai 0 derajat, bahkan sampai di bawah 0 derajat. Setiap orang yang datang berziarah Nabi SAW merasakan betapa dinginya kota Nabi Muhammad SAW. Ketika musim dingin berlalu, datanglah musim panas. Tidak tanggung-tanggung, panasnya kota suci Nabi SAW kadang sampai mencapai 40-50 derajat.

Jamaah haji Indonesia yang datang di Madinah akan merasakan salah satu dua musim ini.  Panas atau dingin bagi masyarakat Indonesia atau penziarah Rosulullah SAW tidak perduli. Sebab, dinginnya suhu panas kota suci Madinah masih kalah dengang hangatnya sambutan dan tatapan Rosulullah SAW. Begitu juga ketika musim panas, sambutan dan tatapan Rosulullah SAW begitu menyejukkan. Wajar saja, jika kota suci Madinah selalu dipadati oleh jutaan umat islam dunia. Mereka ingin merasakan sejuknya sambutan Nabi SAW. Setiap salam yang diucapkan selalu dijawab langsung oleh baginda Nabi SAW. Setiap kunjungan karena cinta kepada Rosulullah SAW, nabi menjanjikan kepada mereka dengan mendapatkan syafaatnya.

Terkait dengan dua musim panas dan dingin, Nabi SAW pernah menyampaikan:’’ Maukah aku tunjukkan kepada kalian sesuatu yang dengannya Allah menghapus dosa-dosa dan mengangkat derajat?” Para sahabat berkata, “Tentu, wahai Rasulullah”, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Menyempurnakan wudhu pada saat-saat yang tidak disukai, banyak melangkah ke masjid, dan menunggu shalat setelah shalat, itulah yang namanya ribath (mencurahkan diri dalam ketaatan.(HR. Muslim). Di dalam  kitab syarah Muslim, Imam Nawawi menjelaskan bahwa yang dimaksud dengan Al-wudhu Al-Makarih yaitu ketika sangat dingin suhunya, atau sangat panas. Kota suci Rosulullah SAW Madinah Al-Munawaroh sangat dingin saat musim dingin dan puanas ketika musim panas.

Nabi SAW menjadi isnpirasi setiap orang, khususnya umatnya. Setiap orang yang mengenal dan berkunjung ke Madinah selalu merasakan kesejukan Rosulullah SAW.Suatu ketika Abu Hurairah ra menghampiri Nabi Saw menanyakan perihat penting yang selama ini menjadi unek-uneknya. Sebelum menyampaikan unek-uneknya, Abu Hurairah menyampaiakan ungkapan yang sangat menarik, sebab belum pernah disampaikan sebelumnya oleh siapapun. ‘’Ya Rosulullah..!sesungguhnya ketika aku menatap wajahmu, terasa tentram nan damai jiwaku, dan terasa sejak kedua mataku’’. Wahai Rosulullah..!berilah aku amalan, ketika aku lakukan menjadi penghuni surga. Lantas Nabi Saw menjawab pertanyaan Abu Hurairah:’’ memberi makan, menebarkan salam, melestarikan silaturahmi, dan sholat malam ketika manusia dalam keadaan terlelap, niscaya engkau masuk surga dengan sentosa’’.

Pancaran cahaya yang keluarga dari wajah Rosulullah Saw merupakan cerminan dari rajin dan khusu’nya Nabi Saw di dalam menghidupkan malam, serta perhatian Nabi Saw kepada fakir miskin. Nabi Saw tidak sekedar bicara, tetapi beliau Saw telah melakukan apa yang di sampaikan kepada Abu Hurairah. Wajar kiranya jika beliau di sebut dengan ‘’Ajwadu al-Nass’’ manusia paling dermawan segagat raya. Beliau Saw tidak pernah memilih-milih, semua yang membutuhkan pasti diberi tanpa menunda-nunda. Bahkan, orang yang tidak se-agama-pun, juga mendapat perhatian dan pertolongan dari beliau Saw. Amalan itulah yang membuat wajah Nabi Saw menyejukkan setiap mata yang memandangnya.

Silaturahmi merupakan ciri khas umat Nabi Saw, sebagaimana beliau lakukan sehari-hari dengan kerabat dan sahabatnya yang bermukim di disekitar Masjid Nabawi, Nabi Saw telebih dahulu menyapa seraya mengucapkan ‘’Assalamualaukum’’. Hebatnya, Nabi Saw termasuk sosok pribadi yang blater (gampang menyapa) kepada orang yang dikenal atau orang yang belum dikenalnya. Silaturahmi bisa melalui saling menyapa,  atau saling berkunjung, saling memberi sesama. Initi dari silaturahmi ialah mencipatkan komunitas yang saling mengenal, mengerti, serta melindungi, sebagaimana pesan singkat Nabi Saw yang artinya:’’ jadilah kalian semua hamba yang saling bersaudara’’.

Di sisi lain, Nabi membiasakan diri sholat malam, serta membiasakan membangunkan istri-istrinya untuk ikut serta sholat malam. Bahkan Nabi Saw pernah menyampaikan kepada para pengikutnya agar supaya membangunkan istrinya, jika masih saja sulit bangun, disuruhnya sang suami mengambil air kemudian di siramkan air ke muka istrinya dengan tidak belebihan.

Begitu juga dengan sang istri, dianjurkan melakukan sebagaimana sang suami lakukan. Dengan catatan, jangan sampai kemudian terjadi pertengkaran yang berahir pada perang dingin antara suami istri yang kemudian menyebabkan perceraian. Sebab, makna yang tersirat di dalam hadis itu ialah, betapa penting dan besarnya pahala sholat malam.

Terkait dengan sholat malam, Nabi Saw pernah mengatakan:’’paling mulya-mulya umatku islah, mereka yang menghidupkan al-Qur’an (Hamalatul Qur’an) dan Ashabu al-Lail (menghidupkan malam). (HR. Imam Baihaqi). Sholat malam yang dilakukan dengan istikomah, ihlas karena Allah Swt, akan melahirkan mircle (ke-ajaiban) yang lebih dikenal dalam istilah ulama’ karamah.

Membiasakan sholat malam tidaklah gampang. Namun ketika sudah menjadi kebiasan setiap malam, akan terasa indah dan menyenangkan, bahkan  sholat malam menjadi kenikmatan yang tiada terhingga. Di dalam al-Qur’an, Allah Swt memanggil Nabi Saw dengan sebutan ‘’Wahai orang yang bersilut’’. Tersirat jelas makna yang terkandung dalam ayat tersebut agar supaya umat Muhammad Saw harus semangat, berjuang tidak pernah berputus asa di dalam menghadapi setiap masalah.

Para ulama sepakat bahwa manfaat sholat malam bukan hanya ritual ibadah saja. Ternyata, sholat malam yang di lakukan dengan benar, ihlas karena-Nya, bisa memberikan ketenangan batin serta menjadikan fisik semakin kuat dan perkasa. Banyak orang sakit yang tidak bisa ditangani oleh dokter, ternyata dengan rutin sholat malam berangsur-ansur sembuh atas pertololongan Allah Swt. Begitulah empat amalan yang sampaikan kepada Abu Hurairah ra, sekaligus pelajaran bagi setiap umat Muhammad Saw dimana saja berada

 

One Response so far.

  1. admin mengatakan:

    Allahumma Solli Ala Sayyidina Muhammad.


Facebook Like Box provided by technology news
  • Facebook