Posted by Abdul Adzim Irsad On April - 17 - 2012 1 Comment

ka'bahNabi Saw berjuang sekuat tenaga, harta dan pikirannya untuk berjuang di jalan Allah Swt. Siang mengajak orang berbuat bagi dan mencegah kemungkaran. Ketika malam tiba, matanya selalu terjaga, dan berlinang air mata, bermunajat kepada Allah Swt agar senantiasa memberikan petunjuk kepada pengikutnya. Sampai-sampai Nabi Saw pernah mengatakan:’’dua mata yang tidak mungkin tersentuh api neraka, yaitu mata yang terjaga karena berjuang di jalan Allah Swt, dan mata yang meneteskan air mata karena takut kepada Allah Swt’’. Begitulah Nabi Saw, berjuang siang dan malam, tetapi beliau selalu sabar walaupun mendapatkan ancaman. Beragam ancaman dan ganguan, tetapi beliau justru mendo’akan orang yang menyakiti dan membencinya.

Terkait dengan kemulyaan bulan Rajab. Nabi Saw selalu mendapat kabar gembira dari Malaikat, bahwa Allah Swt ingin bertemu langsung. Kabar ini menjadikan Nabi Saw benar-benar merasa terhibur. Sebab, Allah Swt sangat menykainya dan tidak membiarkan dirinya berjuang sendiri. Isra’ Mi’raj merupakan penghargaan tertinggi dari Allah Swt terhadap kekasih-Nya, sekaligus mengobati rasa sakit, pilu, karena ancaman orang-orang Makkah yang meng-embargo dirinya.

Salah satu sebab musababnya Isra’ Mi’raj secara ringkas menurut pendapat para ulama terdahulu. Dua mahluq Allah yang bernama Bumi dan Langit , pernah bertengkar sengit berdebat berebut kebanggaan. Pada suatu saat bumi mengatakan pada langgit “ Aku lebih mulya dari pada engkau, karena sesungguhnya Allah telah menghiasiku dengan berbagai keindahan yang tidak engkau miliki, seperti negeri-negeri, lautan, sunggai, danau, gunung-gunung, pepohonan dan banyak lagi lainya.

Langit menjawab :’’ Akulah yang lebih baik dari pada engkau, karena matahari, bulan, bintang-bintang, cakrawala, Al arsy serta surga berada ditempatku. Bumi menjawab lagi;” aku memiliki baitullah, dimana manusia dan Jin, bahkan para Malaikat, Nabi, Rosul para wali, turun dan mengitarinya (Thowaf). Langit juga tidak mau kalah dalam menjawabnya:” Aku juga punya tempat suci dan mulia yang disebut dengan “Baitul Ma’mur “yang di towafi oleh pengghuni langit (malaikat), ditempatku juga ada rumah abadi  “Syurga”  yang di huni oleh para Nabi, Rosul, dan para kekasih-Nya, serta orang-orang sholih. Mendengar argenuent langit, bumipun menyahut “Sesungguhnya pemimpin para Nabi dan Rosul, kekasih Allah, mahluq paling utama dan mulia disisi-Nya berada padaku’ (Rosulullah)”.

Ketika mendengar kekasih Allah yang sangat mulia, bahkan Allah dan para malaikatpun senantiasa bersholwat padanya, maka langgitpun tersentak dan terdiam serta menanggis. Rasa iri menjadikan motivasi kecintaan atas Nabi,  langitpun memohon kepada ilahi  robbi  agar Mahluq paling mulia diangkat agar  menginjakkan kakinya. Sehingga pada Malam senin, 27 Rabiul Awal Kerinduan langit atas Nabi terahir terpenuhi, Allah memerintahkan Malaikat Jibril, Mikail menjemputnya untuk menghadap-Nya

One Response so far.

  1. Shaneka Waldal mengatakan:

    I just want to tell you that I’m new to blogging and site-building and absolutely liked you’re web page. Probably I’m want to bookmark your site . You absolutely have awesome posts. Cheers for sharing your webpage.


Facebook Like Box provided by technology news
  • Facebook