Posted by Abdul Adzim Irsad On April - 11 - 2012 1 Comment

uangSetiap pagi, Allah Swt mengutus dua malaikatnya untuk turun ke bumi setiap pagi. Kedua malaikat mempunyai misi khusus, yaitu mendo’akan hamba-hamba-Nya agar rejekinya melimpah, atau sebaliknya. Do’a kedua Malaikat tadi di abadikan di dalam sebuah hadis Nabi Muhammad Saw, sebagaimana diriwayatkan Imam Bukhori yang artinya:’’ Ya Allah…!berikalah rejeki melimpah kepada orang yang selalu meng-infakkan hartanya, dan bagi yang pelit (mumsik) kebangkrutan….!. Imam Muslim di dalam Syarahnya menyatakan yang di maksud infak di sini ialah, memberikan hartanya semata-mata karena taat kepada Allah Swt, bukan sebaliknya. Sementara, orang yang menerima boleh bisa jadi dari keluarga, kerabat, tetangga yang sangat membutuhkan.

            Sedekah itu bersifat universal, yang meliputi materi, gagasan, ilmu pengetahuan. Sebagian ulama terdahulu ada yang mampu menyatukan ketiga-tiganya. Kaya raya, dermawan, mengajar dan berbagi ilmu pengetahuan.  Tepat sekali jika seorang syair mengatakan:’’ alangkah indahnya manakala dunia dan ilmu menyatu menjadi satu’’. Ulama tidak hanya memberikan hartanya kepada fakir miskin, tetapi juga mengetaskan kemiskinan dan memberikan penyuluahan agama. Wajar, jika kemudian para ulama selalu damai dan berbahagia dalam hidupnya, karena kegemaran mereka ialah membahagiaan orang lain. Persis dengan apa yang disampaikan oleh Nabi Saw yang artinya:’’ Allah Swt senantiasa bersama hamba-Nya, selagi hamba itu selalu membantu sesamanya’’.

Bersedekah di pagi hari merupakan bagian dari budaya para ulama’ dan pengusaha muslim. Tidak cukup dengan memberi, mereka juga membuka aktifitasnya dengan sholat dhuha..Sedekah dan Duha semata-mata karena-Nya, bukan kepingin mendapatkan balasan. Itulah yang dinamakan ihlas karena Allah Swt. Sebab, orang yang rajin bersedelah dan rajin menjalankan sholat dhuha, secara otomatis akan mendapatkan kemudahan. Ini juga peris dalam hukum ilmu fisika, di mana sebuah aksi pasti akan menimbulkan reaksi. Orang sedekah, secara otomatis akan mendapatkan balasan dari Allah Swt, tanpa diminta dan tanpa diharapkan. Dalam ilmu ahlak dan tasawuf, tidak pantas orang memberikan sebagian dari materinya, kemudian mengharapkan lebih banyak. Wallau a’lam

One Response so far.

  1. Tod Joles mengatakan:

    I simply want to say I am beginner to blogging and site-building and certainly savored this web site. Likely I’m planning to bookmark your blog . You absolutely have fabulous posts. Thank you for revealing your blog site.


Facebook Like Box provided by technology news
  • Facebook