Posted by Abdul Adzim Irsad On Mei - 17 - 2011 5 Comments

Poligami

Sebelum islam, seperti Arab Jahiliyyah, Romawai, Cina, India, Babilonia, Persia, sampai daratan Afrika dan Asia (raja-raja) Jawa. Semua telah mengenal namanya poligami. Menurut Prof. Dr. Saikhun[1],” poligami adalah adatnya orang Arab sebelum islam, mereka menikah lebih dari satu, bahkan puluhan wanita dinikahinya’’. Bahkan para Nabi terdahlu, seperti Nabi Ibrahim as, Ya’kub memiliki istri lebih satu. Praktek poligami ini tidak bisa lepas dari sejarah umat-umat terdahulu, baik yang beragama hanif (islam), atau yang tidak beragama.


Di era modern, yang konon jaman internetisasi ini, dimana peradapan semakin tinggi dan maju. Dan, gerakan penentang poligami semakin banyak, ternyata tidak menyurutkan niat kaum lelaki untuk melakukan poligami. Walaupun pemerintah mengeluarkan undang-undang, dengan mengancam pelaku poligami, ternyata, pelaku poligami tidak pernah mati. Pelaku poligami muncul silih bergangti. Ironisnya, wanita yang dipoligami selalu ada, dan tidak kuasa menolaknya, walaupun mereka merasa keberatan karena harus dimadu. Tidak dipungkiri, ada beberapa wanita yang merasa senang nan bahagia menjadi istri ke-dua, ketiga, dan seterusnya.

Sebuah kisah menarik, seorang lelaki Afrika yang bernama Bello Maasaba dari negeri Nigeria memiliki istri  cukup banyak. Pria berusia 87 tahun itu, menikahi 107 wanita. Ia tergolong lelaki nekat, walaupun usianya sudah tua, dan pemerintah pemerintah Nigeria melarang. Keinginan menambah istri, tidak terbendung. Yang mengherankan, hasrat seksualnya begitu besar, padahal usianya sudah lansia. Anehnya,  dia tidak pernah kehabisan wanita yang yang siap dinikahinya.

Ketika menikahi istri pertama, memang atas dasar cinta karena perempuan itu tulus dan menyenangkan baginya. Lantas, dia memutuskan  menikah lagi, alasannya, gadis itu penurut dan memenuhi segala keinginannya. Istri ketiga, keempat,  dan seterusnya sangat patuh dan menurut kepadanya. Hampir semua istrinya mengaku cinta dan tidak keberatan menjadi istrinya, bahkan mereka merasa bahagia bersam suami yang sudah lansia itu. Bahkan, istri yang telah bercerai, masih merasakan kerinduan kepadanya.

Saat ini, sembilan dari istrinya meninggal dunia, 12 lainnya memilih bercerai. Sekarang,  Bello Maasaba hidup bersama dengan 86 istri. Istri yang tertua berusia 64 tahun, yang termuda 19 tahun. Dari  sekian istrinya, ia mendapatkan 185  anak, 133 diantaranya masih hidup. Anak bungsunya baru berusia sebulan.Jika dikumpulkan, kerabatnya — ipar, sepupu, keponakan, jumlahnya sekitar 5.000 orang. Luar biasa banyak (www.vivanews.com). Salah satu sahabat Nabi yang bernama Anasa Ibn Malik diceritakan bahwa beliau memiliki 125 anak (al-Wafi Sarah Arbain al-Nawawi). Tidak diterangkan, jumlah istrinya berapa. Hanya saja, dalam islam lelaki tidak boleh memiliki isrti lebih dari empat. Yang jelas, tradisi poligami di Jazirah Arab memang masih ada hingga kini, dan sulit untuk dimatikan, walaupu banyak kaum wanita menentangnya dengan alasan pelecehan terhadap wanita.

Sebelum Nabi Saw dilahirkan, praktek poligami memang sudah dikenal luas dan tidak terbatas di dalam masyarakat jahiliyyah kuno. Mereka melakukan poligami dengan banyak wanita. Seorang anak bisa menjadi pewaris istri-istri ayahandanya. Kaum wanita juga demikian, mereka juga mempraktikan poliandri. Di dalam literatur sejarah, tercatat bahwa wanita biasa memiliki pasangan (suami) lebih dari satu. Ada juga yang memiliki lebih dari tiga, hingga sepuluh.

Ada juga bentuk pernikahan al-Baghoya, yang artinya setiap wanita meletakkan bendera di depan rumahnya. Setiap laki-laki boleh masuk dan berkumpul dengan wanita tersebut, sampai sia wanita hamil dan melahirkan, baru kemudian wanita itu menentukan siapa ayah sang jabang bayi itu. [2] Pernikahan model ini dalam dunia modern telah berubah bentuknya. Tetapi, prakteknya tetap sama.

Di dalam buku-buku klasik juga banyak ditemukan pernikahan sebelum islam (poliandri) wanita. Di Negeri nusantara yang waktu itu masih monarki, seperti; Kerajaan Majaphit, Pajajaran, Singgosari. Sebagian raja-raja serta bangsawanya masih aktif melakukan poligami. Di sampaing memiliki permaisuri, mereka juga mempunyai istri simpanan, yang kemudian dikenal dengan istilah ’’gundik’’.

Para Kaisar dikalangan bangsa Romawi juga melakukan praktek poligami, seperti kaisar Sila (sekrang India), memiliki 5 orang istri (permaisuri) dan kaisar Bombay memiliki 4 orang istri. Sementara seorang bangsawan Cina kuno mempunyai istri sekitar 30.000 wanita, padahal undang-undang China kuno hanya mengizinkan kaum Adam hanya memiliki istri tidak lebih dari 130 wanita (al-Mar’ah baina al-Fiqhi wa al-Qonun, 48-Dr. Mustafa al-Sibhagi)[3]. Jadi, poligami dan poliandri menjadi sebuah tren masyarakat jahiliyah di Jazirah al-Arabiyah.

Islam tidak melarang poligami, dengan catatan bisa berlalu adil secara mutlak. Adil itu sangat sulit untuk dilakukan. Syarat berikutnya yaitu tidak menyakiti istrinya lahir dan batin. Batasan poligami dalam islam tidak lebih dari empat. Jika lebih, dari empat berarti menyalahi islam. Jika tidak kuat menahan birahi, dan tidak cukup dengan satu wanita, maka menikah lagi (poligami) merupakan alternative, agar supaya tidak terjerumus perbuatan zina.  Dalam ajaran islam, Zina merupakan perbuatan dosa besar yang hukumanya sangat berat.

Ketika Nabi poligami, beliau memiliki beberapa tujuan, seperti: politik, hukum, pendidikan, pengentasan kemiskinan, serta membangun aliansi dakwahnya. Pologami Nabi Saw bukan semata-mata mengumbar birahinya. Nabi-pun besikap adil, dan mampu mencukupi kebutuhan lahir batin istri-istrinya. Jadi, jika ada seorang lelaki ingin menikahi wanita lebih dari satu (poligami), lantas dia mengatakan bahwa itu merupakan sunnah Nabi, tunggu dulu….!Sebab, Nabi Saw benar-benar memiliki tujuan mulia, sedangkan para pengikutnya memilih wanita muda karena tak kuasa menahan birahinya….!

Dan, manakala seorang lelaki enggan melakukan poligami, karena dianggab tabu dan malu. Padahal birahinya meledak-ledak dan tidak terkendali. Puasa juga tidak kuat. Tidak ada jalan lain, kecuali melakukan ‘’selingkuh’’ atau membeli ayam muda. Ini sangat tidak bermoral, dalam ajaran agama. Nabi Saw pernah menyampaikan pesan kepada lelaki yang suka beginian:’’ apakah engkau rela, jika keluargamu (ibu, adik, kakak) diperlakukan demikian? Lelaki itu menjawab:’’ tidak mungkin….tidak mungkin….!, saya tidak akan rela! Selanjurnya Nabi Saw memberikan pesan singkat:’’ makanya, janga  melakukan perbuatan demikian….! orang yang melakukan perbuatan ‘’selingkuh atau membeli ayam’’ itu karena bisikan syetan…!

 


[1] . Wawancara dengan beliau pada tanggal 11-5-2009. Dr. Saikhun adalah dosen Ekonomi Islam UIN (Universitas Islam Negeri Maulana Maluk Ibrahim) Malang, beliau pernah warga Negara Sudan. Beliau juga pernah mengajar di Universitas Sadam Husain selalam empat belas tahun.

[2] .Al-Askolani, Ibnu Hajar, Fathu al-Bari Syarah Shohih al-Bukhori,12/33 Dar al-Ma’rifah-Beirut. Bab al-Walad Li Faras

[3] . (al-Mar’ah baina al-Fiqhi wa al-Qonun, 48-Dr.Mustafa al-Sibhagi).

5 Responses so far.

  1. Wayne Longworth mengatakan:

    I simply want to tell you that I am newbie to blogs and truly loved your page. Probably I’m going to bookmark your site . You absolutely have tremendous stories. Appreciate it for sharing with us your blog site.

  2. polo mengatakan:

    Asslmkm…wrwb

    Siapa bilang poligami hanya akan berdampak kemungkinan cemburu, marah, iri, sakit hati pada para istri? Coba pikiir lagi dampak psikologi, ekonomi, kasih sayang, krisis percaya diri, bahkan dendam (terutama pada Ayah) pada anak2 yg akan dihasilkan kelak…jangan egoiss…

    Poligami memang tercantum dalam Alqur’an dan Hadist, dicontohkan juga oleh Nabi Muhammad SAW dan para sahabat

    Tapi…ROSUL JUGA MEMBERI CONTOH MELARANG POLIGAMI, ketika melarang Fatimah RA dipoligami saat Ali Bin Abi Tholib hendak menikah lagi, mungkin beliau tahu walaupun sesuai syariat, poligami bisa membuat wanita tersakiti, sehingga beliau tidak rela putrinya dipoligami. Wallohua’lam

    Dan……

    Berdasarkan sensus penduduk 2000 dan 2010 ternyata justru JUMLAH PRIA DI INDONESIA LEBIH BANYAK DARI WANITANYA.

    “laki2 jaman sekarang biasanya mati2an menentang atau berusaha menutup2i fakta ini dengan berbagai alasan dan dalih”

    Begitu juga dengan data negara2 di dunia (CIA, Bank Dunia, dll) ternyata jumlah pria juga lebih banyak dari wanitanya (terutama untuk China, India, dan negara-negara Arab)

    Yup jumlah wanita memang sangat melimpah tapi di usia di atas 65 tahun, mauu?? hehe….kalo ngebet, silakan poligami dengan golongan wanita usia ini.

    Cek di data resmi BPS dan masing2 pemda atau coba klik di:

    http://sosbud.kompasiana.com/2013/05/16/makan-tuhh-poligami-vs-fakta-demografi-560923.html

    http://www.bps.go.id/tab_sub/view.php?kat=1&tabel=1&daftar=1&id_subyek=40¬ab=1

    http://sp2010.bps.go.id/

    http://www.datastatistik-indonesia.com/portal/index.php?option=com_content&task=view&id=211&Itemid=211&limit=1&limitstart=2

    http://nasional.kompas.com/read/2011/09/19/10594911/Jumlah.Penduduk.Indonesia.259.Juta

    http://statistik.ptkpt.net/_a.php?_a=penduduk_ratio&info1=4

    http://www.census.gov/population/international/data/worldpop/tool_population.php

    http://nasional.kompas.com/read/2010/08/16/20585145/Siapa.Bilang.Wanita.Lebih.Banyak-8

    Kira2 apa ya solusi dari kelebihan pria ini?
    masih tetap POLIGAMI? Hanya akan semakin “merampas” kesempatan bujangan pria lain untuk dapat menikah

    perkiraan dan kepercayaan selama ini “turun temurun” yang selalu jadi senjata bagi pria yang ngebet ingin berpoligami bahwa jumlah wanita jauh berlipat lipat di atas pria ternyata SALAH BESAR

    Hasil Sensus Penduduk 2010 berdasar jenis kelamin perpropinsi
    Kode, Provinsi, Laki-laki, Perempuan, Total Penduduk
    1 Aceh, 2 248 952, 2 245 458, 4 494 410
    2 Sumatera Utara, 6 483 354, 6 498 850, 12 982 204
    3 Sumatera Barat, 2 404 377, 2 442 532, 4 846 909
    4 Riau, 2 853 168, 2 685 199, 5 538 367
    5 Jambi, 1 581 110, 1 511 155, 3 092 265
    6 Sumatera Selatan, 3 792 647, 3 657 747, 7 450 394
    7 Bengkulu, 877 159, 838 359, 1 715 518
    8 Lampung, 3 916 622, 3 691 783, 7 608 405
    9 Bangka Belitung , 635 094, 588 202, 1 223 296
    10 Kepulauan Riau, 862 144, 817 019, 1 679 163
    11 DKI Jakarta, 4 870 938, 4 736 849, 9 607 787
    12 Jawa Barat, 21 907 040, 21 146 692, 43 053 732
    13 Jawa Tengah, 16 091 112, 16 291 545, 32 382 657
    14 DI Yogyakarta, 1 708 910, 1 748 581, 3 457 491
    15 Jawa Timur, 18 503 516, 18 973 241, 37 476 757
    16 Banten, 5 439 148, 5 193 018, 10 632 166
    17 Bali, 1 961 348, 1 929 409, 3 890 757
    18 Nusa Tenggara Barat, 2 183 646, 2 316 566, 4 500 212
    19 Nusa Tenggara Timur, 2 326 487, 2 357 340, 4 683 827
    20 Kalimantan Barat, 2 246 903, 2 149 080, 4 395 983
    21 Kalimantan Tengah, 1 153 743, 1 058 346, 2 212 089
    22 Kalimantan Selatan, 1 836 210, 1 790 406, 3 626 616
    23 Kalimantan Timur, 1 871 690, 1 681 453, 3 553 143
    24 Sulawesi Utara, 1 159 903, 1 110 693, 2 270 596
    25 Sulawesi Tengah, 1 350 844, 1 284 165, 2 635 009
    26 Sulawesi Selatan, 3 924 431, 4 110 345, 8 034 776
    27 Sulawesi Tenggara, 1 121 826, 1 110 760, 2 232 586
    28 Gorontalo, 521 914, 518 250, 1 040 164
    29 Sulawesi Barat, 581 526, 577 125, 1 158 651
    30 Maluku, 775 477, 758 029, 1 533 506
    31 Maluku Utara, 531 393, 506 694, 1 038 087
    32 Papua Barat, 402 398, 358 024, 760 422
    33 Papua, 1 505 883, 1 327 498, 2 833 381
    TOTAL, 119 630 913, 118 010 413, 237 641 326

    Wasslmkm wrwb

    • admin mengatakan:

      Walaikumsalam. Sangat senang berteman dengan anda.
      Nabi SAW melarang Ali Ibn Abi Tholib menikah lagi, karena wanita yang akan dinikahi adalah putri dari Abu Jahal. Nabi SAW pernah mengatakan:” tidak mungkin putri seorang nabi, berkumpul dengan putri musuh Allah”. Ali memang tidak poligami selama membangun bahter rumah tangga dengan Fatimah. Tetapi, Ali menikah lagi (poligami) setelah Fatimah wafat. jadi, poligami itu boleh, dengan catatan yang mencarikan istri kedua dan ketiga, dan ke-empat adalah istri pertama. Insa Allah aman.

  3. polo mengatakan:

    Alhmdllh sy juga sangat senang bertemen dengan Anda…

    “……Beberapa keluarga Bani Hasyim bin al-Mughirah meminta izin kepadaku untuk mengawinkan putri mereka dengan Ali bin Abi Thalib. Ketahuilah, aku tidak akan mengizinkan, sekali lagi tidak akan mengizinkan. Sungguh tidak aku izinkan, kecuali Ali bin Abi Thalib menceraikan putriku, kupersilakan mengawini putri mereka. Ketahuilah, putriku itu bagian dariku; apa yang mengganggu perasaannya adalah menggangguku juga, apa yang menyakiti hatinya adalah menyakiti hatiku juga…..” (Jâmi’ al-Ushûl, juz XII, 162, nomor hadis: 9026)….”

    “…….Sesungguhnya aku tidak mengharamkan yang halal dan tidak menghalalkan yang haram. Tapi, demi Allah, tidak akan berkumpul putri Rasulullah -Shallallahu ‘alaihi wa sallam- dengan putri musuh Allah selamanya…..”.

    Kesimpulan marahnya Rasulullah ketika Fatimah RA hendak dipoligami
    1. Fatimah RA tidak pernah mau dipoligami, terbukti sampai akhir hayatnya Fatimah tetap monogami dengan Ali, kalau fatimah rela dipoligami tentu sudah dimadu semasa beliau masih hidup, terbukti setelah Fatimah meninggal, Ali bisa dengan gampang mendapatkan banyak istri, kenapa gak dilakukan dulu2 semasa Fatimah masih hidup?

    2. Rosul tidak rela bila putrinya tersakiti karena dipoligami (tidak ada satupun hadist yang menyatakan fatimah rela dan gak sakit hati dipoligami ntah itu dengan putri Abu Jahal atau bukan)

    3. Rosul tidak rela Fatimah RA dipoligami terlebih calon madunya adalah putri Abu Jahal (musuh Rosul)

    mohon maap kalo saya bilang POLIGAMI JAMAN SEKARANG HAMPIR bisa dipastikan laki2nya cuma cari enak melegalkan pengumbaran syahwat dengan berlindung dibalik ayat. Wanita yang mau dipoligami = bodoh dan lemah. Pria dan wanita poligami = tidak memikirkan dampak psikologis anak, sunnah Rosul? sunnah Rosul yang mana?

    http://lifestyle.kompasiana.com/urban/2013/06/11/poligami-meningkat-bujang-lapuk-menggugat–567803.html

    Syukron


Facebook Like Box provided by technology news
  • Facebook