Posted by admin On April - 10 - 2013 0 Comment

 Makna RUH

ruhUlama berbepada pendapat tentang makna roh. Sebagiam berpendapat bahwa ruh itu di artikan dengan ‘Malaikat Jibril’’.  Dengan alasan bahwa Nabi SAW dalam beberapa hadis menyebut Jibril dengan istilah ‘’Ruhul Amin’’. Begitu juga di beberapa ayat Al-Quran Allah SWT mengisaratkan bahwa Al-Ruh itu berarti Jibrlil.

Tetapi, dalam banyak keterangan Nabi SAW juga menyebutkan roh itu ialah salah satu mahluk Allah SWT yang akan hidup selamanya. Tidaklah berlebihan jika kemudian banyak pendapat mengemukakan bahwa roh itu kembali kepada Allah SWT. Roh adalah urusan Allah SWT, manusia hanya bisa mengira-ngira/

Dalam banyak Istilah, sering kali roh itu disebut dengan ‘’Nyawa’’, sebagaimana keterangan Al-Quran QS Al-Isra’ (17:85), Allah SWT berfirman.

 

Artinya:” Dan mereka bertanya kepadamu tentang roh. Katakanlah: “Roh itu Termasuk urusan Tuhan-ku, dan tidaklah kamu diberi pengetahuan melainkan sedikit“.

 

Sebab turunnya ayat ini sangat jelas berdasarkan keterangan para ulama tafsir bahwa  orang-orang Yahudi Madinah bertanya tentang Ruh kepada Rosulullah SAW seputar ruh. Kemudian Nabi SAW menjawab:’’ Ruh itu urusan Tuhanku’’. Keterangan ini juga dijelaskan di dalam kitab Taurat. Di dalam redaski Al-Quran, Ruh itu memiliki banyak makna.

 

a-      QS Al-Syura (42:52) artinya” Demikianlah Kami wahyukan kepadamu wahyu (Al Quran) dengan perintah kami. Dalam ayat ini ‘’Al-Ruh di artikan dengan ‘’wahyu’’.

b-       Al-Nusroh (pertolongan) sebagaimana penjelasan di dalam Al-Qura’n, QS Al-Mujadalah (58:22)  artinya :meraka Itulah orang-orang yang telah menanamkan keimanan dalam hati mereka dan menguatkan mereka dengan pertolongan (ruh) yang datang daripada-Nya.

c-      Ruhul Qudus (malaikat Jibril) QS Al-Syuaro’ (26:193) artinya:’’. Dia dibawa turun oleh Ar-Ruh Al-Amin (Jibril),

d-     Ruh (nyawa), sebagaimana penjelasan QS Al-Naba’ (78:38), QS Al-Qodr (97:4) yang menjelaskan bahwa Ruh itu berarti ‘’nyawa’’ yang tidak bisa mati.

 

Adapaun ruh-ruh anak Adam di dalam Al-Quran memang tidak ditemukan, kecuali menggunakan nama ‘’Al-nafs’’, sebagaimana penjelasan tentang nafsu. Sedangkan di dalam keterangan Rosulullah SAW, arwah anak Adam sering digunakan dengan istilah ‘’ruh, dan nafs’’.

 

Penciptaan Ruh

Ketika manusia diciptakan, Allah SWT memerintahkan Iblis dan rekan-rekannya untuk bersujud, tetapi mereka menolak dengan alasan bahwa Adam adalah manusia yang tercipta dari tanah. Para ulama, seperti Ibn Hazm berpendapat bahwa sebelum fisik Nabi Adam diciptakan, Allah SWT telah menciptakan ruhnya. Berdasarkan keterangan Al-Quran QS Al-A’rof (7:11)

Artinya:’’ Sesungguhnya Kami telah menciptakan kamu (Adam), lalu Kami bentuk tubuhmu, kemudian Kami katakan kepada Para Malaikat: “Bersujudlah kamu kepada Adam”, Maka merekapun bersujud kecuali iblis. Dia tidak Termasuk mereka yang bersujud. Ayat ini mengisaratkan bahwa ruh itu lebih lama tercipta dari pada jasad. Adapun sifatnya, Jasad itu rusak dan ruh itu tidak.

Bukti lain bahwa jasad rusak dan ruh terus hidup, bahwa Rosulullah SAW mengatakan:’’ tidak ada bagi orang muslim berjalan di atas kuburan saudaranya, ia mengetahui yang ada di dunia, kemudian mengucapkan salam, kecuali Allah SWT akan mengembalikan ruh itu untuk menjawab salam tersebut’’. Di dalam hadis shohih, Rosulullah SAW mengatakan:’’ sesungguhnya mayit itu mendengarkan suara sandal yang berjalan, ketika mereka kembali kerumah masing-masing’’ (HR Bukhori).

 

Macam-macam Ruh

Ruh dibagi menjadi dua

1-      Ruh yang bebas: Ruhnya orang-orang mukmin yang meninggal dalam kondisi mutmainah. Ruh orang-orang sholih ini setiap saat dan waktu bisa saling berziarah (mengunjungi). Bahkan ruah itu bisa kedunia. Allah SWT mengatakan:’’ Dan Barangsiapa yang mentaati Allah dan Rasul(Nya), mereka itu akan bersama-sama dengan orang-orang yang dianugerahi nikmat oleh Allah, Yaitu: Nabi-nabi, Para shiddiiqiin, orang-orang yang mati syahid, dan orang-orang saleh. dan mereka Itulah teman yang sebaik-baiknya. Bukti yang lain ketika Nabi SAW melakukan lawatan Isra’ dan Mi’raj beliau menjadi Imam sholat para utusan Allah SAW (arwah para nabi) .

2-      Ruh Yang terpenjara yang tidak pernah bisa melepaskan diri dari siksaan Allah SWT, karena sesungguhnya ruh itu akan ditemani oleh amal perbuatanya selama hidup didunia. Ketika seseorang telah wafat, maka rekan-rekannya akan bertanya kabar teman-temanya dunia:’’ bagaimana kabarnya fulan….ruh itu menjawab:’’ dia tidak berjalan pada jalan kita. Mereka-pun menjawab:’’ Inna lillahi wa Inna Ilaihi Rojiun, mereka tidak berjalan pada jalan kita. Said Ibn Musayyab mengatakan:’’ ketika seseorang wafat, ayahandanya akan menyambut, seperti akan menyambut tamu jauh’’

 


Facebook Like Box provided by technology news
  • Facebook