Posted by Abdul Adzim Irsad On Maret - 31 - 2011 4 Comments

Al-Qur’an merupakan sumber ilmu dari segala ilmu. Ilmu itu bersumber dari Allah Swt, dan al-Qur’an merupakan kitab suci yang berisi isarah-isarah ilmiyah. Al-Qur’an bukan sebuah karya ilmiyah. Kandungan dan susunan al-Qur’an terkesan tidak ilmiyah sama sekali. Bahkan terkesan di-ulang-ulang. Tidak menarik untuk dibaca sebagai sebuah karya besar dan suci. Namun, sangat indah serta sarat dengan makna ketika membacanya dengan tartil. Dan yang bisa merasakan, hanyalah orang-orang yang ber-iman kepada-Nya dan terbiasa dengan al-Qur’an.

Walaupun al-Qur’an kitab suci, ternyata  masih ada yang berpendapat bahwa al-Qur’an itu tidak sesuai dengan kondisi jaman yang semakin hari semakin maju. Memang, tidak salah orang yang berpendapat demikian. Yang salah ialah, orang tersebut tidak memahami al-Qur’an dengan baik. Untuk memahami al-Qur’an diperlukan kemampuan intelektual yang tinggi, serta ketajaman spiritual yang mumpuni. Memahami al-Qur’an tidak cukup hanya dengan menggunakan pendekatan linguistic, tetapi juga harus menggunakan pendekatan spiritual. Dengan begitu, isarah-isarah ilmiyah di dalam kandungan al-Qur’an bisa ditelaah dengan sempurna.

Relevansi al-Qur’an bukan bersifat temporer, tetapi abadi. Kandungan ilmu pengetahuan yang terkait dengan ilmu pendidikan, linguistic, tehnologi informasi, metafisika, medis, arkeologi, matematika, sudah di-isarahkan oleh Allah Swt di dalam al-Qur’an. Dan, realitas sejarah membuktikan, bahwa ilmuan-ilmuan islam, baik yang bergelut dengan linguistik, agama (tafsir, hadis, fikih) sejarah, ilmu pasti, medis, tehnologi, matematikan sebagian besar menguasai al-Quran (hafal al-Qur’an). Ada sebagian pendapat dan telah terbakti, orang yang hafal al-Qur’an lebih mudah menerima tranformasi ilmu pengetahuan dari pada yang tidak mengal al-Qur’an sama sekali.

Rupaya al-Qur’an menjadi kunci pembuka segala ilmu. Logikanya, Allah Swt adalah dzat yang mengetahui. Dan, al-Qur’an adalah kalamullah (bukan mahluk). Jadi siapa yang sering menyapa Allah Swt lewat membaca, merenungi kandungan al-Qur’an seolah-seolah telah menyapa tuhan. Semakin sering disapa, tuhan akan semakin senang dan dekat. Semakin dekat, cahaya tuhan semakin bersinar terang. Jika otak (intelektual) manusia mendapatkan cahaya tuhan, begitu juga hatinya. Maka, bidang ilmu lainya bisa dengan mudah dipelajarinya tanpa kesulitan yang berarti.

Imam Nawawi memiliki sebuah gagasan. Setiap orang dari santrinya harus mempelajari (menghafal) al-Qur’an terlebih dahulu sebelum belajar disiplin ilmu lainnya. Bagi para ulama’ bacaan al-Qur’an itu akan menambah kualitas ke-imanan dan ketaqwaanya. Sedangkan bagi peneliti (ilmuan), al-Qur’an yang dibaca itu akan menambah analisisnya semakin tajam. Dan bagi orang awam, al-Qur’an yang dibaca akan menjadi pelebur dosa serta membersihkan batin dari kotoran (noda dan dosa).

Entah itu peneliti, ilmuan, pengajar, dokter, arkeologi, atau orang awam yang membacanya glepotan. Jika al-Qur’an menjadi rujukan mereka didalam mengembangkan ilmunya. Nabi Saw berjanji bahwa kelak semuanya kelak akan mendapatkan safaat al-Qur’an. Tidak berlebihan kiranya jika orang-orang barat lebih percaya terhadap al-Qur’an dari pada kitab suci lainnya. Sebab, kisah yang diceritakan al-Qur’an itu ternyata bisa dibuktikan secara ilmiyah. Dan, deretan kisah masa lalu yang tertulis di dalam al-Qur’an, ternyata juga benar adanya.

Banjir (tsunami) yang terjadi pada masa Nabi Nuh as, kisah Ashabu al-Kahfi, laut mati, telah dibuktikan kebenarannya. Kerajaan Saba’ yang subur makmur gemahripa loh jinawe. Penemuan itu membuat para arkeolog semakin yakin, bahwa berita di dalam al-Qur’an bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya. Hanya saja, karena kereka bukan orang islam, kelak tidak akan mendapatkan balasan surga-Nya. Sebaliknya, walaupun tidak mengerti apa-pun dari kandungan al-Qur’an, akan tetapi tetap membacanya dengan baik, maka kelak akan mendapatkan safaat dan pertolongan dari-Nya.

Sudah saatnya melakukan Qur’anisasi di dalam ilmu pengetahuan umum. Setelah melakukan Qur’anisasi, langkah selanjutnya ialah’’ Qur’anisasi Prilaku Sehari-hari’’. Artinya, pola makan dan minum, tidur, bergaul dan berbusana.Belajar dan bekerja, serta praktek ekonomi, sosial dan politik dalam kehidupan sehari-hari juga sesuai dengan ajaran dan nilai-nilai al-Qur’an. Ketika Aiyasah ra ditanya oleh sahabat seputar ahlak Nabi Saw. Aiyasah menjawab;’’ Ahlak Nabi Saw adalah al-Qur’an’’.

Nabi adalah al-Qur’an berjalan. Al-Qur’an memuji Nabi Saw dengan sebutan ‘’uswatun hasanah’’ yang artinya teladan sejati. Keluarga, bekerja, pola makan dan minum, mengobati orang sakit, olahraga, ekonomi dan politik, serta urusan (ibadah), benar-benar sesuai dengan al-Qur’an. Nabi Saw tidak pernah berbohong sepanjang hidupnya. Semua penduduk Makkah sepakat bahwa Nabi Saw manusia sempurna. Ketika Nabi masih menjadi penggusaha, orang yang ber-transaksi dengan Nabi Saw tidak melihat barang. Nabi-lah menjadi ‘’brand’’ yang membuat barang, mejadi istimewa.

Qur’anisasi ini harus segera membumi dinegeri ini. Dengan membumikan al-Qur’an di dalam kehidupan keluarga dan masyarakat. Qur’anisasi dalam lingkungan pemerintah, seperti ;Lingkungan depag, diknas, pertanian, telkom sangat penting. Lembaga tinggi Negara Eksukutif dan Legislatif juga penting, agar supaya tingkat korupsi semakin menurun. Saat ini, al-Qur’an hanya dibaca dan direnungi ketika sedang dimasjid, sementara ketika sedang dikantor, al-Qur’an ditinggalkan.

InsaAllah kelak bisa menjadi sarana utaima membina moral generasi bangasa yang sedang carut marut. Yang kemudian menjadi manusia yang terbaik sebagaimana disamaikan Allah Swt ‘’ Jadilah kalian sebaik-baik umat’’. Sebaik-baik manusia adalah orang memberikan manfaat kepada orang lain. Dan tidak ada yang lebih baik dari al-Qur’an di dalam memberikan kebaikan. Wallahu a’lam.

 

 

 

4 Responses so far.

  1. Bendita mengatakan:

    thanks for sharing with such material!http://www.cameraescondida.net

  2. Burton Depaolo mengatakan:

    I simply want to tell you that I’m beginner to blogs and seriously liked your blog site. More than likely I’m likely to bookmark your website . You definitely have very good posts. Kudos for revealing your website page.

  3. Jerrell Piurkowski mengatakan:

    I simply want to mention I am beginner to blogs and honestly loved your web page. Very likely I’m planning to bookmark your website . You actually have good article content. Thanks a lot for revealing your web site.


Facebook Like Box provided by technology news
  • Facebook