Posted by Abdul Adzim Irsad On Agustus - 8 - 2013 0 Comment

ENAM SYAWALOrang Jawa sering bilang jika ingin tinggi derajatnya harus banyak banyak tirakat. Tirakat itu ternyata berasal dari bahasa Arab ‘’Al-Tarku’’ yang artinya meninggalkan. Dalam kontek ajaran Nabi Saw, tirakat berarti meninggalkan segala sesuatu yang tidak ada manfaatnya, sebagaimana Nabi Saw sampaikan di dalam hadinya yang artinya:’’ sebagian dari sempurnanya islam seseorang, meninggalkan sesuatu yang tidak ada manfaatnya’’.

            Puasa sunnah di siang hari, dan menghidupkan malam merupakan bagian dari pola hidup Nabi Muhammad Saw. Sampai-sampai, di dalam pepatah orang arab dikatakan:”barang siapa yang ingin memperoleh tempat mulia harus banyak menghidupkan malam’’. Begitulah tradisi ulama dan ilmuan islam sejak jaman Nabi Saw, hingga sahabat dan ulama-ulama masa kini. Kerja keras, berdo’a dengan banyak sholat malam dan perutnya tidak terlalu kenyang.

Nabi Saw salah satu dari sekian banyak utusan Allah Swt yang paling demen puasa. Sebut saja, puasa ramadhan, rajab, syawwal, sya’ban, senin dan kamis, Dawud, dan puasa tiga  bulan pada tanggal (12,13,14) setiap bulan. Nabi Saw tidak hanya menganjurkan, lebih dari itu Nabi Saw melaksanakan puasa tersebut dengan sebaik-baiknya.

Pernah suatu ketika Nabi Saw ditanya seputar puasa hari senin. Nabi-pun menjawab singkat:’’hari itu aku dilahirkan’’. Nabi Saw puasa hari senin karena bentuk rasa syukur atas kelahirnya. Sedangkan ketika beliau ditanya seputar puasa hari kamis, Nabi-pun menjawab:’’ saya paling suka ketika amal saya diangkat, aku dalam keadaan puasa’’. Artinya, setiap kamis sore, semua amal manusia oleh malaikat di angkat kelangit disetorkan dihadapan Allah Swt.

Terlepas dari itu semua. Puasa memiliki kekuatan tersendiri. Orang yang terbiasa galau, akan terasa tenang dan tentram jiwa dan pikirannya jika melaksanakan puasa sunnah. Dengan puasa sunnah, semata-mata mengikuti tuntunan Nabi  Muhammad Saw, dan ihalas karena Allah Swt, semua persoalan akan mendapatkan pertolongan langsung dari Allah Swt. Orang yang berpuasa lebih mudah beinteraksi dengan Allah SWT, dari pada dengan orang yang tidak berpuasa. Nabi Saw ketika perang Badar, denan jumlah pasukan yang terbatas. Namun karena kondisi puasa, tuhan-pun mengirimkan balatentara yang terdiri para malaikat yang ikut andil di dalam mengalahkan pasukan Abu Jahal.

Puasa adalah obat ajaib dari segala macam pennyakit, baik penyakit fisik, maupun penyakit hati. Orang yang sering galau, stress, disinyalir akan kurangnya meditasi dengan puasa dan sholat malam. Orang yang sering resah, galau, gelisah, dan tidak terarah dalam hidupnya kurangnya pendekatan diri kepada Allah SWT. Dan puasa sunnah dan sholat malam satu-satunya cara paling ampuh dan teruji di dalam menyelesaikan urusan kegalauan hati dari berbagai urusan duniawi.

Banyak sekali data yang membuktikan bahwa puasa meningkatkan kejernihan pikiran dan hati, serta meningkatka ketajaman intuisi. Puasa sunnah dengan istikomah dapat menjadi alat dan modal utama di dalam mengarungi kehidupan. Dengan puasa istikomah, akan melahirkan kesabaran, serta percaya diri tinggi, serta tidak mudah putus asa di dalam menjalani roda kehidupan. Urusan bisnis, keluarga, kesehatan, ruhani, dan masa depan bisa dijalani dengan kekuatan mental dan ruhani yang penuh.

Galau….!Galau….bisa dihalau dengan puasa sunnah sesuai dengan ajaran islam dan tuntunan Nabi Muahmmad SAW. Jangan terlambat, jangan biarkan galau kalian menjadi stress dan kemudian berubah menjadi strok dan kadang jantung. Usirlah galu itu dengan meditasi puasa sunnah, sebagaimana Nabi SAW anjurkan dan dicontohkan dalam kehidupan sehari-hari. Tetapi, semua itu akan diraih dengan mudah, ketika niat benar semata-mata karena Allah SWT.

Ramadhan sudah meninggalkan kita. Setiap orang berharap, agar Allah SWT memberikan kesempatan bisa bertemu dengan Ramadhan tahun mendatang. Kendati sudah meninggalkan puasa Ramadhan, Allah SWT masih memberikan kesempatan kepada kita untuk menikmatai suasana Ramadhan yaitu puasa enam Syawal. Puasa ini sunnah, tetapi pahalanya begitu besar. Rosulullah SAW mengatakan:’’barang siapa berpuasa Ramadhan kemudian diikuti puasa enam syawal, sama dengan puasa setahun (HR Ibn Hibban).

Jika enam hari puasa Syawal dilaksanakan dengan penuh keimanan dan niat yang benar karena Allah SWT, maka orang yang berpuasa itu berarti telah menjalankan sunnah Nabi SAW.  Siapa yang menjalankan sunnah Nabi SAW karena cinta kepadanya, kelak orang itu akan berkumpul dengan orang yang dicintainya. Begitulah jawaban Nabi SAW ketika ditanya oleh seorang sahabat tentang masalah cinta. Nabi SAW mengatakan:’’engakau akan bersama orang yang kalian cintai’’. Semoga puasa kenam Syawal itu merupakan bentuk cinta kepada Nabi SAW sekaligus jalan mempertemukan antara umat dan junjunganya.


Facebook Like Box provided by technology news
  • Facebook