Posted by Abdul Adzim Irsad On Agustus - 8 - 2013 0 Comment

PUASA SUNNAHPada bulan suci Ramadhan, banyak keterangan hadis Nabi Saw dan hasil penelitian yang menjelaskan bahwa puasa itu membuat orang menjadi sehat jasmani dan ruhani. Hasil penelitian itu selaras dengan pernyataan Nabi Saw yang artinya:’’ berpuasalah kalian niscaya kalian menjadi sehat’’ (Al-Jamiu Al-Shogir: Syekh Al-Manawi). Ternyata, tidak semua orang yang ikut berpuasa menjadi sehat jasmani dan ruhaninya. Ada juga orang yang berpuasa, jutrsu menjadi sakit.

Untuk memperoleh sehat jasmani dan ruhani, secara terang dan tegas Alquran menjelaskan bahwa puasa Ramadhan itu harus di landasi dengan ke-imanan dank e-ihalasan. QS Al-Baqarah (2:183), Allah Swt menegaskan:’’ Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa’’.

            Penjelasan Nabi Saw, sebagaimana di riwayatkan Bukhori dan Muslim juga menerangkan:’’ Barangsiapa yang berpuasa (Sholat Tarawih), atas dasar iman dan Ihlas, maka Allah Swt akan mengampuni dosa-dosa yang pernah diperbuatnya (HR. Bukhori dan Muslim). Dengan begitu, untuk mendapatkan hasil sehat (jasmani dan ruhani), secara maksimal, diperlukan dasar yang kuat yaitu Iman.

Ketika menjelaskan makna Iman, para ulama sepakat bahwa yang dinamakan Iman ialah sebuah keyakinan yang kuat dan kukuh dalam hati, kemudian di ucapkan dengan lisan secara tegas, dan dibuktikan dengan amal perbuatan sehari-hari.

Iman itu sendiri di ibaratkan air laut yang sering mengalami pasang surut. Nabi Saw menuturkan:’’ Iman itu kadang bertambah dan kadang berkurang, bertambah kuat karena taat kepada Allah Swt dan bisa berkurang karena maksiat’’(HR Ibnu Hibban). Bulan puasa waktu paling tepat untuk meningkatkan iman dan ketakwaan. Nabi Saw menyampaikan kalau bulan Ramadhan adalah bulan umatku (Sahru Ummati).

Pada bulan Ramadhan Allah Swt benar-benar memberikan kesempatan seluas-luasnya kepada umat Rosulullah Swt, seperti; berbagi ilmu dan rejeki (memberikan buka puasa, penyuluhan agama). Betapa tidak, tidur saja akan bernilai ibadah, jika diniati agar malamnya bisa melakukan qiyam Ramadhan. Tentu saja bukan tidur seharian, karena malas bekerja.

Kembali membincangkan hadis Nabi Saw bahwa puasa itu sehat. Bagi sebagian orang, khususnya wanita selalu khawatir kalau berpuasa nanti kulitnya menjadi terganggu, kusam, dan tidak sehat. Itu memang benar, jika puasanya tidak diniati dan tidak beradasrkan iman, sebagaimana penjelasan QS Al-Baqarah (2:183). Namun, jika puasa itu di dasari iman dan semata-mata karena Allah Swt (ihlas), maka hasilnya akan sehat dan kemilau.

Ketahuilah, bahwa puasa yang benar, dengan niat yang ihlas akan bermanfaat men-detoksifikasi pada tubuh. Menurut banyak sumber, bahwa proses pengeluaran racun dan pembersihan sistem tubuh ini efektif ketika sedang menjalankan ibadah puasa. Jadi, tidak aneh, jika kemudian kulit menjadi lebih bersih dan bersinar, termasuk membuat mata lebih bersih dan tampak jernih.  Selama dalam kondisi puasa, dimana  tubuh tidak mendapat asupan makanan, secara sistematis tubuh akan mengeluarkan racun dan kotoran serta membersihkan setiap jaringan yang vital, begitulan penjelasan para ahli kesehatan.

Apalagi, selama bulan suci Ramadhan, Nabi Saw secara khusus menganjurkan dan mengajarkan kepada para pengikut setianya agar supaya memilih jenis-jenis makanan yang bagus untuk kesehatan, seperti; kurma. Nabi Saw menganjurkan berbuka dengan kurma saat berbuka dan saat sahur. Beliau Saw juga menganjurkan agar segera berbuka ketika sudah mendengar adzan magrib, dan meng-ahirkan sahur.

Ibadahibadah sunnah lainnya, seperti; memberikan buka puasa. Secara tidak langsung membuat senang orang lain. Dan, membuat senang orang lain, berarti telah memberikan kebahagiaan dirinya sendiri. Ini persisi dengan hukum aksi dan reaksi, dimana ketika membuat orang lain bahagia, sesungguhnya telah membuka kebahagiaan sendiri. Begitu juga ketika menyusahkan orang lain, berarti ia telah membuka kesulitan sendiri.

Sesungguhnya, orang yang telah sadar diri menjalankan puasa Ramadhan dan menghidupkan malamnya dengan Tarawih semata-mata karena Allah Swt  (ihlas). Berati ia telah mempercantik dirinya dan memperindah penampilanya, sehingga tanpa mempesona di hadapan pasangan hidupnya. Wajar, jika kemudian Nabi Saw menjelaskan kepada para pengikutnya seusai melasanakan berpuasa Ramadhan sebulan penuh, dan membayar zakat fitrag, maka ia telah kembali fitri (suci tanpa dosa). Ibarat bayi yang baru dilahirkan dari rahim ibunya.

Sekali lagi, sehat dan cantik bisa di dapat ketika sedang berpuasa, dengan catatan ibadah puasanya tidak ternoda dengan beragam maksiat. Dan, ketika mengkonsumsi makanan dan minuman selama bulan puasa harus selektif, sesuai dengan anjuran Nabi Saw, dan sesuai dengan anjurkan ahli  kesehatan dan nutrisi, maka kulit akan semakin cantik dan menarik. Terahir, ihlas dalam beramal dan beribadah, merupakan kuci diterimanya ibadah, yang ahirnya mengantarkan diri pada kebagiaan hakiki. Wallau a’lam

 

 

 

 

 


Facebook Like Box provided by technology news
  • Facebook