Posted by Abdul Adzim Irsad On Juli - 25 - 2013 0 Comment

Disebagian wilayah terasa dingin, bahkan digutur hujan ketika puasa Ramadhan, seperti di sebagian wilayah Indonesia. Nyaris puasa Ramadhan dilalui dengan enak, nyaman, dan tidak terlalu lelah. Beruntung sekali bagi umat islam yang suhu udaranya stabil, karena tidak terlalu lelah di dalam menjalankan kewajiab ibadah puasa.

Berbuka Eropa

Di sebagian wilayah Eropa, seperti  Umat islam di Norwegia, Eropa utara, yang berpuasa harus menjalaninya dalam waktu yang panjang karena Ramadan jatuh pada musim panas. Rata-rata lama waktu dari imsak sampai magrib 21 jam. Ini sungguh terasa sekali sangat melelahkan. Allah SWT senantiasa membalas kebaikan yang dilakukan oleh hamba-hamba-hamba-Nya, baik kecil maupun besar. Yang penting puasa itu ihlas karena Allah SWT.

Salah satu ciri khas bulan suci Ramadhan adalah ibadah sholat Tarawih. Jika tidak menjalankan Tarawih dan tadarusan Al-Quran, berarti tidak menghiudupkan Ramdhan. Setiap daerah, cara menghidupkan malam-malam istimewa Ramadhan dengan tarawih 20 rakaat, karena memang itu yang sudah jelas dan pasti dicontohkan Umar Ibn Al-Khattab ra. Sedangkan hadis yang diriwatakan Aisyah ra jumlahnya 11 rakaat. Tetapi, para ulama mengatakan kalau hadis itu masuk pada bab sholat witir. Sebab, dalam hadis itu Nabi SAW mengatakan sholat 11 rakaat itu pada bulan Ramadhan dan selain Ramadhan.

Membaca Al-Quran juga bagian dari menghidupkan malam Ramadhan. Jika di Makkah dan Madinah, serta sebagian belahana dunia, membaca Al-Quran itu sendiri-sendiri, karena sebagian dari mereka memang sudah bisa membaca Al-Quran dengan baik. Tidak aneh jika ada yang hatam Al-Quran seminggu sekali, sebulan sekali, bahkan setiap tiga hari sekali. Sedangkan di Indonesia, tata cara tadarusanya dengan cara seseorang membaca, dan yang lain menyimak. Begitulah tata cara tadarusan khas Indonesia.

Menariknya jika merayakan puasa di negeri orang, terasa senang dan menyenangkan, karena bisa bertemu dengan suadara-saudara seiman di Masjid. Masjid Nabawi, Masjidilharam, semua menjadi tempat berkumpul umat islam dunia untuk berbuka bersama. Jika sahur atau buka di masjid, mereka bisa bertemu dengan jemaah mancanegara seperti Pakistan, Bangladesh, India, Somalia, Turki, Mesir, Palestina, Indonesia, atau Norwegia. Semua berkumpul menjadi satu. Ini sungguh menarik dan menjadikan kenangan tersendiri.


Facebook Like Box provided by technology news
  • Facebook