Posted by Abdul Adzim Irsad On April - 8 - 2012 2 Comments

Umm al-Qura UniversityMakkah juga disebut Umm al-Qura. Menurut kajian bahasa ‘’Umm’’ itu berarti seorang ibu. Sedangkan ‘’al-Qura’’ berarti sebuah desa’’. Jadi, Umm al-Qura itu berarti ibunya desa. Sedangkan yang dimaksud dengan Umm al-Qura ialah pusat dan rujukan desa-desa yang ada. Jadi, hampir semua desa atau kota selalu merujuk pada kota suci Makkah (Umm al-Qura). Wajar, jika Umm al-Qura menjadi pusat perdagangan, pusat ilmu agama, serta pusat perhatian manusia, serta pusat pertemuan manusia setiap tahun dalam rangka menunaikan ibadah haji.

Umm al-Qura juga diabadikan menjadi sebuah nama lembaga pendidikan perguruan tinggi yang terkenal dengan sebutan Umm al-Qura University Makkah. Kampus ini sangat terkenal dan tidak asing bagi penduduk dan pemukim Makkah. Letaknya di al-Hayy al-Aziziyah. Saat ini pemerintah mulai mengembangkannya di al-Abidiyah, salah satu daerah yang yang berdekatan dengan Arafah (tempat wukufnya jamaah haji).

Pengambilan nama Umm al-Qura bersumber dari QS al-An’am:(6: 92) yang artinya“Dan ini (Al-Quran) adalah kitab yang telah Kami turunkan yang diberkahi; membenarkan Kitab-Kitab yang (diturunkan) sebelumnya[1] dan agar kamu memberi peringatan kepada (penduduk) Umm alQura (Makkah) dan orang-orang yang di luar lingkungannya. orang-orang yang beriman kepada adanya kehidupan akhirat tentu beriman kepadanya (Al-Quran) dan mereka selalu memelihara sholatnya.

 

 Tanah Haram dinamakan Umm al-Qura karena memiliki kemulyaan dan keutamaan melebihi tempat lain, di samping lebih dicintai Allah Swt. dan Rosulullah Saw.

Salah ulama’ asal Indonesia yang menjadi rujukan, Syeh Imam al-Nawawi al-Jawi[2] di dalam sebuah karyanya mengatakan, ”Makkah dinamakan Umm al-Qura karena menjadi tujuan umat manusia untuk melaksanakan ritual haji. Umat manusia berkumpul di tempat mulia ini diibaratkan dengan anak kecil yang berkumpul bersama Ibunya. Berkumpulnya umat manusia -yang sedang berhaji dan melakukan aktivitas dagang- menyebabkan Tanah Haram disebut dengan Umm al-qura (Marah Labid Li Al-Nawawi al-Jawi 13/133).

Umm al-Qura Universty satu-satunya kampus di kota suci Makkah. Ribuan mahasiswa belajar di kampus ini. Dari sekian ribu mahasiswa, terdapat pluhan mahasiswa Indonesia sedang menuntut ilmu di kampus ini. Universitas ini dirikaan pada tahun, 1401 H/ 1981 M. Bemula dari dirikannya Fakultas Syariah pada tahun 1369 H/ 1949 M yang masih mengikuti King Abdul Aziz University-Jeddah. Semua fakultas yang ada masih merujuk pada Universitas Malik Abdul Aziz-Jeddah. Pada bulan Sya’ban tahun 1400 H/ 1980 Raja Khalid bin Abdil Aziz (w.1982) mengintruksikan agar supaya segera membentuk Universitas Umm al-Qura dan anggaranya di hitung mulai 1 Sya’ban. Umm al-Qura memiliki akademi bahasa Arab untukn Non-Arab (berdiri: 1395 H/ 1975 M) yang komposisi mahasiswanya di dominasi oleh negera-negara Asing, seperti; Indonesia setiap tahun bisanya mendapatkan jatah 3-5 Mahasiswa laki-laki dan wanita.

Di Akademi Bahasa Arab (???? ????? ??????? ???? ???????? ??? ) merupakan pendidikan khusus bahasa Arab dengan masa belajar dua tahun. Setiap tahun, ma’had ini menerima ratusan mahasiswa dari berbagai Negara, seperti; Inggris, Amerika, Autralia, Belanda, Turkey, Afganistan, Jerman, Pakistan, India dengan tujuan utamanya ialah menebarkan bahasa Arab.  Setelah lulus dengan nilai memuaskan dari akademi bahasa Arab ini, setiap mahasiswa diperbolehkan melanjutkan jenjang sarjana, dengan jurusan: Ekonomi islam, Syariah, Usuludin, Adab (sastra).

Umm al-Qura University merupakan lembaga pendidikan formal yang meliputi semua jurusan. Hampir semua jurusan bisa ditemukan di kampus ini. Pada awalnya, hampir 90 % tenaga pengajarnya dari Mesir al-Azhar University, sepert; Sayyid Sabiq, Muhammad Qutub, begitu juga Dr. Muhammad Ali al-Shibuni, serta Dr. Sayyid Muhammad Alawi al-Maliki pernah mengajar di Umm al-Qura. Sedangkan bagian tenik, sebagian besar di datangkan dari India, Pakistan. Dosen-dosen bahasa Arab yang mengajar di Akademi Bahasa Arab untuk orang asing sebagian besar dari Sudan. Bisa dipastikan, Arab Saudi hanya tidak memiliki Sumber Daya Manusia waktu itu. Pada awal tahun 2000-an, dosen-dosen dari luar negeri mulai tergusur, seiring dengan peningkatan Sumber Daya Manusia penduduk Arab Saudi.

Nama universitas Umm al-Qura di ambil dari al-Qur’an (QS al-Anam (6:92). Universitas ini satu-satunya lembaga perguruan tinggi formal pemerintah di Makkah. Letaknya di daerah al-Aziziyah, yang kemudian dikembangkan di al-Abidiyah (Arafah). Umm al-Qura juga memiliki Cabang di Thoif. Lembaga ini mengajarkan berbagai macam disiplin ilmu, mulai dari ilmu Ushuludin (Bahasa Arab, Dirasah Qur’aniyah, Akidah, Tafsir, Fikih) sampai ilmu eksakta (Kedokteran, Fisika, Biologi, Kimia,).

Para pengajar di Universitas Umm al-Qura, seperti; Syeh Dr. Abdurahman Sudais, Syeh Dr. Ibrahim Suraim, Syeh Subail, Imam-imam termasuk imam dan khotib tetap Masjidil Haram. Di samping mengajar di kampus, para ulama’ di atas juga ngajar di halakah-halakah pelataran Masjidilharam, sebagai bentuk khidmah (pelayanan) terhadap ilmu agama.

Mahasiswa yang menuntut ilmu di Umm al-Qura berasal dari berbagai negara di dunia. Mereka mendapatkan beasiswa ( Living Cose) sekitar 850 SR untuk Strata Satu (S1). Mahasiswa yang belajar di sana, khususnya mahasiswa asing (al-Ajnabiyah) juga mendapatkan asrama, serta subsidi makan tiga kali sehari. Bagi mahasiswa asing, setiap masa liburan, kampus memberikan visa dan tiket gratis guna liburan di negaranya masing-masing. Setiap tahun Universitas ini menerima mahasiswa baru sekitar 30-70 orang yang berasal dari Asia, Amerika, India, Australia, Afrika dan Eropa. Biasanya Indonesia mendapat empat bagian dari jumlah tersebut. Walaupun ahkir-akhir (tahun 2000-an) ini jumlah mahasiswa tidak sebanyak tahun-tahun sebelum. Namun pemerintah Saudi tetap memberikan kesempatan bagi putra-putri bangsa Indonesia untuk nimbiba ilmu di Universitas Umm al-Qura Makkah.

Dari masa ke masa, mahasiswa mengalami berbagai perubahan. Di era awal, mahasiwa Indonesia sangat aktif dalam memburu ilmu agama, mulai dari belajar di Masjidilharam sampai halaqah-halaqah ulama. Seiring dengan semakin banyaknya jumlah jamaah haji dan umrah, yang di iringi dengan kemajuan tehnologi informasi, hasrat menuntut ilmu mula Ketika musim haji tiba, mereka ikut serta menjadi pembimbing (mursyid/guide) jama’ah haji. Sebagian besar terjun di ONH khusus. Ada juga yang tidak berkehendak memburu ilmu di halaqah-halaqah di Masjidil Haram. Mereka lebih suka belajar di kampus. Sedangkan pada bulan Ramadhon dan musim haji mereka sempatkan menjadi guide jama’ah umrah dan haji. Ini sudah menjadi fenomena  yang tidak asing lagi. Bahkan ada juga yang memanfaatkan waktunya selama di Makkah hanya untuk menjadi guide.

 



 

2 Responses so far.

  1. Dee Glapion mengatakan:

    I just want to say I am beginner to blogging and site-building and actually loved you’re blog. Most likely I’m going to bookmark your site . You definitely come with amazing stories. Many thanks for sharing your web-site.

  2. era kusuma ridha mengatakan:

    surat permohonan pimpinan untuk bantuan pendidik paud ds pleret paron ngawi indonesia untuk agama hajji tingkat pendidik agam islam paud office” rumah bekam” jika berkenan alangkah indah untuk surye tempat kami butuh pendidik paud logo kami wong deso pleret tetap ingin hafif hati mekah pikir habibie terima kasih


Facebook Like Box provided by technology news
  • Facebook