Posted by Abdul Adzim Irsad On Juli - 1 - 2011 4 Comments

poligami, sunnah nabi, alqur'anDalam sebulan tersiar dua berita seputar poligami. Bukan main-main, dua lelaki itu merupakan pentolah PKS (Diani Budiarto), dan seorang lelaki yang bernama Guntur Bumi. Sampai-sampai muncul guyonan:’’ enak ya..!jadi pejabat tinggi dari PKS< bisa melakukan poligami. Apalagi, wanita yang dinikahi itu tergolong daun muda, bahkan sangat muda sekali. Ini juga yang membuat iri para lelaki yang  tidak berani berpoligami. Sedangkan, Guntur Bumi, bukan sembarang lelaki, beliau seorang Ustad yang memiliki kelebihan-kelebihan, yang tidak dimiliki lelaki lainnya.

Memang tidak perlu dirisauakan, karena mereka sudah cukup mampu secara financial dan juga fisiknya. Jangankan dua wanita, empat-pun mungkin bisa melayani. Hanya saja, pelayanan pasti berbeda satu dengan lainya. Asalkan, wanita yang akan dipoligami mau, setuju, dan ihlas menerimanya. Bukan main, jika ada wanitawanita yang ihlas dipoligami. Mungkin, wanita-wanita itu perlu mengajarkan kepada para remaja-remaja, bagaimana caranya menjadi ihlas menjadi istri ke-dua, atau ketika para ustad, dan juga petinggi PKS.

Indahnya dipoligami, dan nikmatnya menikahi wanita-wanita cantik, menarik, masih muda. Itulah ungkapan para lelaki yang suka memanjakan birahinya lewat poligami. Namun, benarkah poligami yang demikian benar-benar sesuai dengan  tunutunan al-Qur’an dan sunnah Nabi Saw. Para pelaku poligami menjawab serentak:’’ poligami itu hukumnya sunnah, berpahala bagai yang berani melakukan, dan tidak berdosa bagi yang tidak berani’’. Pantesan, mereka yang cukup materi, lebih suka berpoligami dari pada memiliki satu wanita.

Ketika Nabi Saw melakukan pelawatan panjang, dari Makkah ke Masjidil Aqsa, hingga ke-Sidartul Muntaha. Ternyata, Nabi Saw menemukan seorang lelaki yang berjalan miring, persis seperti kecetit (terkilir) pinggannya. Lelaki itu kesulitan berjalan, karena merasakan nyeri yang sangat berat. Setelah mengamati sejenak, Nabi Saw kemudian bertanya kepada Jibril:’’ Wahai Jibril, sipakah lelaki itu? Jibril menjawab:’’ ketahuilah wahai Rosulullah, sesungguhnya lelaki itu adalah orang yang memiliki dua atau tiga istri (poligami), akan tetapi tidak bisa berbuat adil. Jadi, tuhan membalasnya dengan berjalan demikian, sebagai balasan atas perbuatannya terhadap istri-istri yang lainnya.

Bukan hanya Nabi Saw yang memberikan gambaran demikian. Allah Swt mengajurkan Poligami, dengan catatan bisa berlaku adil (seimbang). Tetapi, Allah Swt tahu betul sejauh mana kemampuan manusia berlaku adil. Ternyata, Allah Swt mengkritik, bahwasanya manusia (lelaki) itu sulit, bahkan sangat tidak mungkin berlaku adil, walaupun telah mengerahkan segala kemampuannya. QS al-Nisa’ (4:29) yang artinya:’’ Dan kamu sekali-kali tidak akan dapat berlaku adil di antara isteri-isteri(mu), walaupun kamu sangat ingin berbuat demikian, Karena itu janganlah kamu terlalu cenderung (kepada yang kamu cintai), sehingga kamu biarkan yang lain terkatung-katung. dan jika kamu mengadakan perbaikan dan memelihara diri (dari kecurangan), Maka Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

Di dalam kajian ilmu linguistic, kalimat ‘’Lan Tastatiu’’ berarti sesuatu yang tidak mungkin bisa dilakukan oleh seorang lelaki. Kendati demikian, bukan berarti lantas poligami itu tidak diperbolehkan. Yang dimaksud disini ialah urusan cinta. Dan urusan cinta tidak lebih dari urusan ranjang, Ketika berbincang urusan rajang, berarti  berbicara urusan memanjakan birahi. Materi bisa terkadang bisa berlaku adil, tetapi cinta urusan hati, sulit membaginya. Yang baru, pasti akan mendapatkan prioritas utama, itulah kodrat seorang lekaki yang sesungguhnya. Tidak ada orang menikah lagi, kecuali lebih muda, cantik, menarik, dan lebih segalanya.

Dalam israr’ Mi’raj, sebenarnya Nabi Saw mempertegas pernyataan Allah Swt (QS al-Nisa’ (4:129), bahwa lelaki itu memang sangat sulit membagi cintanya. Oleh karena itu, Allah Swt mengambarkan dengan seorang laki-laki yang berjalan miring, karena terkilir pinggangnya. Kalau Nabi Saw melakuan poligami murni karena tujuan-tujuan terntentu, seperti; pendidikan wanita, mengetaskan kemiskinan, politik, sosial, bukan semata-mata memilih karena atas dasar bentuk fisik dan kulitnya. Sementara, umatnya lebih mengedepankan kecantikan fisiknya. Wallau a’lam

 

 

4 Responses so far.

  1. Daysi Mense mengatakan:

    I simply want to mention I’m new to weblog and honestly loved your web page. Almost certainly I’m planning to bookmark your blog post . You certainly come with outstanding stories. Thank you for sharing your website.

  2. Sibyl Riser mengatakan:

    I simply want to mention I am very new to blogging and definitely loved your web blog. Probably I’m planning to bookmark your site . You actually come with perfect stories. Bless you for sharing your webpage.

  3. polo mengatakan:

    Asslmkm…wrwb

    Siapa bilang poligami hanya akan berdampak kemungkinan cemburu, marah, iri, sakit hati pada para istri? Coba pikiir lagi dampak psikologi, ekonomi, kasih sayang, krisis percaya diri, bahkan dendam (terutama pada Ayah) pada anak2 yg akan dihasilkan kelak…

    Poligami memang tercantum dalam Alqur’an dan Hadist, dicontohkan juga oleh Nabi Muhammad SAW dan para sahabat

    Tapi…ROSUL JUGA MEMBERI CONTOH MELARANG POLIGAMI, ketika melarang Fatimah RA dipoligami saat Ali Bin Abi Tholib hendak menikah lagi, mungkin beliau tahu walaupun sesuai syariat, poligami bisa membuat wanita tersakiti, sehingga beliau tidak rela putrinya dipoligami. Wallohua’lam
    Dan……

    Berdasarkan sensus penduduk 2000 dan 2010 ternyata justru JUMLAH PRIA DI INDONESIA LEBIH BANYAK DARI WANITANYA.

    “laki2 jaman sekarang biasanya mati2an menentang atau berusaha menutup2i fakta ini dengan berbagai alasan dan dalih”

    Begitu juga dengan data negara2 di dunia (CIA, Bank Dunia, PBB, dll) ternyata jumlah pria juga lebih banyak dari wanitanya (terutama untuk China, India, dan negara-negara Arab)

    Yup jumlah wanita memang sangat melimpah tapi di usia di atas 65 tahun, mauu?? hehe….kalo ngebet, silakan poligami dengan golongan wanita usia ini.

    Cek di data resmi BPS dan masing2 pemda atau coba klik di:
    http://sosbud.kompasiana.com/2013/06/11/poligami-meningkat-bujang-lapuk-menggugat–567796.html
    http://sp2010.bps.go.id/index.php/site/tabel?tid=263&wid=0
    http://www.bps.go.id/tab_sub/view.php?tabel=1&daftar=1&id_subyek=12&notab=4
    http://statistik.ptkpt.net/_a.php?_a=penduduk_ratio&info1=4
    http://sp2010.bps.go.id/index.php/site/tabel?tid=321
    http://www.datastatistik-indonesia.com/portal/index.php?option=com_content&task=view&id=211&Itemid=211&limit=1&limitstart=2
    Kira2 apa ya solusi dari kelebihan pria ini?
    masih tetap POLIGAMI? Hanya akan semakin “merampas” kesempatan bujangan pria lain untuk dapat menikah
    perkiraan dan kepercayaan selama ini “turun temurun” yang selalu jadi senjata bagi pria yang ngebet ingin berpoligami bahwa jumlah wanita jauh berlipat lipat di atas pria ternyata SALAH BESAR

    Hasil Sensus Penduduk 2010 berdasar jenis kelamin perpropinsi
    Kode, Provinsi, Laki-laki, Perempuan, Total Penduduk
    1 Aceh, 2 248 952, 2 245 458, 4 494 410
    2 Sumatera Utara, 6 483 354, 6 498 850, 12 982 204
    3 Sumatera Barat, 2 404 377, 2 442 532, 4 846 909
    4 Riau, 2 853 168, 2 685 199, 5 538 367
    5 Jambi, 1 581 110, 1 511 155, 3 092 265
    6 Sumatera Selatan, 3 792 647, 3 657 747, 7 450 394
    7 Bengkulu, 877 159, 838 359, 1 715 518
    8 Lampung, 3 916 622, 3 691 783, 7 608 405
    9 Bangka Belitung , 635 094, 588 202, 1 223 296
    10 Kepulauan Riau, 862 144, 817 019, 1 679 163
    11 DKI Jakarta, 4 870 938, 4 736 849, 9 607 787
    12 Jawa Barat, 21 907 040, 21 146 692, 43 053 732
    13 Jawa Tengah, 16 091 112, 16 291 545, 32 382 657
    14 DI Yogyakarta, 1 708 910, 1 748 581, 3 457 491
    15 Jawa Timur, 18 503 516, 18 973 241, 37 476 757
    16 Banten, 5 439 148, 5 193 018, 10 632 166
    17 Bali, 1 961 348, 1 929 409, 3 890 757
    18 Nusa Tenggara Barat, 2 183 646, 2 316 566, 4 500 212
    19 Nusa Tenggara Timur, 2 326 487, 2 357 340, 4 683 827
    20 Kalimantan Barat, 2 246 903, 2 149 080, 4 395 983
    21 Kalimantan Tengah, 1 153 743, 1 058 346, 2 212 089
    22 Kalimantan Selatan, 1 836 210, 1 790 406, 3 626 616
    23 Kalimantan Timur, 1 871 690, 1 681 453, 3 553 143
    24 Sulawesi Utara, 1 159 903, 1 110 693, 2 270 596
    25 Sulawesi Tengah, 1 350 844, 1 284 165, 2 635 009
    26 Sulawesi Selatan, 3 924 431, 4 110 345, 8 034 776
    27 Sulawesi Tenggara, 1 121 826, 1 110 760, 2 232 586
    28 Gorontalo, 521 914, 518 250, 1 040 164
    29 Sulawesi Barat, 581 526, 577 125, 1 158 651
    30 Maluku, 775 477, 758 029, 1 533 506
    31 Maluku Utara, 531 393, 506 694, 1 038 087
    32 Papua Barat, 402 398, 358 024, 760 422
    33 Papua, 1 505 883, 1 327 498, 2 833 381
    TOTAL, 119 630 913, 118 010 413, 237 641 326
    Sex Ratio Indonesia (menurut BPS) beginilah data yang saya dapat:
    – Tahun 1971 = 97.18 pria : 100 wanita
    – Tahun 1980 = 99.82 pria : 100 wanita
    – Tahun 1990 = 99.45 pria : 100 wanita
    – Tahun 1995 = 99.09 pria : 100 wanita
    – Tahun 2000 = 100.6 pria : 100 wanita
    – Tahun 2010 = 101,01 pria : 100 wanita
    Bisa dilihat, ternyata tren sex ratio semakin meningkat, dalam arti dari tahun ke tahun jumlah pria semakin melebihi wanita

    Poligami????? Anehh…

    • admin mengatakan:

      Sampai kapanpun poligami akan tertap berjalan selama masih ada laki-laki dan wanita. Manusia harus mengatur praktek poligami sehingga tidak merugikan kaum wanita dan juga pria sebagai suami yang betanggung jawab.


Facebook Like Box provided by technology news
  • Facebook