Posted by Abdul Adzim Irsad On Desember - 15 - 2011 2 Comments

Di jaman modern ini, wanita kembali menjadi ikon kehidupan. Globalisai dan internetisasi merupakan puncak keemasan tehnologi dan informasi. Semua informasi berkembang pesat, semuanya mengalir ibarat banjir bandang. Tidak ada satu kekuatan yang mampu menghadangnya. Kemungkaran melaju bagaikan bola salju, khususnya terkait dengan kaum wanita. Tidak ditemukan sebuah iklan, baik dikoran, majalah  atau TV kecuali mengunakan ikon wanita, walaupun kadang tidak ada kaitanya sama sekali. Dizaman jahiliayah kuno wanita selalu menjadi obyek kaum lelaki, mulai menjadi wanita simpanan, selir, gundik. Intinya, wanita itu menjadi obyek kenikmatan kaum lelaki.

Tidak cukup menjadi obyek seksual dan sumber ekonomi kaum lelaki. Tatkala mereka hamil dan memiliki seorang putri ia harus merelakan untuk di kubur hidup-hidup atas perintah seorang suami. Perkembangan zaman tidak membawa perubahan yang berarti, kaum wanita sering terlihat memposisikan diri sebagai obyek seksual. Dengan alasan apapun, cara ini tetap merendahkan martabat seorang wanita.

Kemajuan tehnologi, dan budaya menjadikan wanita lebih terperosok kedalam dunia hitam yang dikemas dengan modernisasi, gender, serta emansipasi wanita. China saat ini menjadi negara tertinggi urusan aborsi, dengan alasan karir dan ekonomi, wanita harus mengugurkan kandungan ketika diketahui bahwa anaknya seorang wanita.  Mereka tidak ingin mempunyai keturunan yang lemah dan tidak berdaya, mengingat populasi semakin tinggi, pemerintah mengatur supaya penduduk kota boleh memiliki satu anak, sedangkan penduduk desa dua saja cukup.

Indonesia sebagai negara terbesar populasi penduduk muslimnya, juga mengalami problematika ekonomi, banyak dari kaum hawa takut memiliki anak lebih dari dua. Sedangkan alasan mereka sangat beragam, sebagian mengatakan bahwa biaya pendidikan yang mengila, hidup serba susah, ekonomi yang sangat tinggi, jaminan kesehatan yang tidak pasti.

Dengan begitu, apa bedanya wanita modern dan primitif?  Kehadiran Islam dengan nilai-nilai luhurnya mulai tidak modern lagi dikalangan kaum wanita masa kini. Memakai jilbab rapi, aneh dan ketingalan jaman, sedangkan celana jeans ketat dengan bentuk tubuh menonjol menjadi budaya, mereka tidak risih dengan pakaian mini dan ketat. Kadangkanla mereka merasa bangga dengan bentuk tubuh, serta aurat yang terbuka, dinikmati oleh setiap lelaki.  Fenomena seperti ini, tentunya sudah tidak aneh lagi, dunia kampus, pendidikan tingkat SMA sudah menjadi tidak suci.

Banyaknya wanita jalang melanglangbuana di dalam dunia kemungkaran, mereka terkadang berkedok pendidikan, sembunyi dibalik cendela busana. Itulah wanita masa kini, nilai islam kadang menjadi aneh untuk diterapkan. Nafsu birahi menjadi hiasan sehari-hari, pergaulan sudah tidak terbatas antara laki-laki dan perempuan, sehingga banyak kejadian yang diluar batas.  Tidak demikian dengan wanita muslimah sejati, walaupun hidup dunia modernisasi, eksisistensi tetap terlihat rapi, dimana saja mereka berada nilai islami menghiasi diri serta pribadi yang suci.

Walupun mereka hidup ditenggah-tengah budaya liberal, sekuler, serta gender, budi pekerti sebagai muslimah sejati terus bersinar ditenggah-tenggah komunitas yang hidrogen. Wanita sejati selalu menjaga diri dengan sebaik-baiknya, mereka adalah dambaab setiap lelaki yang sholeh, Allah telah menjanjikan kepada mereka tempat mulia dan abadi, sebagaimana keterangan Nabi

 

???? ?????? ??????????? ???? ?????? ???? : ????? ??????? ??????? ?????? ??????? ???????? ????????? ????? ??????? ??????????? ????????? ????????? ????????? ?????????? ????????? ??????????? ????????? ????? ????? ???????? ?????????? ???? ????? ????????? ?????????? ?????? )???? ???? ??? 1573)

Diriwayatkan dari Abdurahman bin Auf, ia mengatakan “Apabila seroang wanita shalat lima waktu dan puasa ramadhan dan menjaga kesuciannya serta mentaati suaminya dikatakanlah kepadanya masuklah kedalam surga darimana saja yang anda inginkan.[1]

 

Hendakanya wanita muslimah modern, berpegang teguh kepada aturan agama, setia kepada ajaran-Nya, taat kepada sunnah-Nya, sserta setia kepada suaminya dengan mengikuti perintahnya, sebagaimana wanita sholehah. Dengan demikian, mereka akan dipersilahkan memasuki surga dari manapun mereka inginkan. Tetapi jangan lengah dan lupa, banyak dari orientalis yang tidak menyukai wanita muslimah sejati, mereka terus mencoba mempengaruhi kaum wanita dengan beraneka ragam budaya, busana, agar supaya wanita jauh dari ikatan agama. Kalau wanita sudah berubah, jauh dari nilai-nilai agama, maka janji-Nya tidak akan didapatkan.

Hendaknya muslimah sejati, meninggalkan sejauh-jauhnya penyeru-penyeru fitnah, serta segala sesuatu yang bisa menghinakan kaum wanita. Karena pada dasarnya semua yang menyeru kepada kaum wanita, akan membawa kerusakan, serta menghaantarkan pada keabadian neraka. Dan janganlah kalian tertipu dengan ungkapan-ungkapan serta label-label baru yang bisa merusak ahlaq wanita. Karena sesungguhnya mereka itu adalah orang-orang yang digambarkan oleh Allah Swt dalam firman-Nya: Mereka ingin supaya kamu menjadi kafir sebagaimana mereka telah menjadi kafir, lalu kamu menjadi sama (dengan mereka)… (QS. Al-Nisa(4:89).



[1] . H.R. Imam Ahmad no ; 1573

2 Responses so far.

  1. Ronald Hockins mengatakan:

    I simply want to say I am beginner to weblog and absolutely enjoyed you’re blog. Probably I’m want to bookmark your site . You absolutely have fantastic posts. Appreciate it for revealing your website page.

  2. Brianna mengatakan:

    I am regular visitor, how are you everybody? This article posted at this web site
    is really good.


Facebook Like Box provided by technology news
  • Facebook