Posted by Abdul Adzim Irsad On Agustus - 14 - 2012 2 Comments

 Sepuluh terahir bagi orang-orang tertentu amat istimewa, khususnya malam-malam ganjil, karena diyakini turunnya Lailatul Qodar. Banyak yang menggunakan malam sepuluh terahir dengan I’tikaf di Masjid, ada juga yang berumraria. Karena diyakini kalau 10 terahir bulan suci Ramadhan terasa lebih sacral, jika digunkan Ibadah di Madinah dan di Makkah. Kedua tempat suci diyakini sebagai tempat turunnya Al-Qur’an, dan lahirnya Nabi Saw, kemudian menjadi pusatnya Lailatul Qodar.

Menunggu Lailatul Qodar

            Bagi sebagian orang, yang terpenting ialah istikomah dan ihlas di dalam beribadah kepada Allah Swt sejak awal Ramadhan dan ahir Ramadhan. Semua  malam Ramadhan diyakini Lailatul Qodar. Dengan demikian, orang-orang yang istikomah di dalam menjalankan perintah Allah Swt serta ihlas, akan memperoleh Lailatul Qodar secara otomatis.

Tidak semua orang yang berdiam diri di Masjid melakukan I’tikaf dengan baik. Walaupun niatnya I’tikaf, banyak juga yang disibukkan dengan BlackBerr, ada pula yang banyak tidurnya. Di masjidilharam dan Nabawi, pada sepuluh terahir dipenuhi Mu’takifin (orang-orang I’tikaf). Mereka seperti pindahan tidur, dengan membawa bantak, lengkap dengan kasurnya. Dari sekian banyak, sekitar 30-40 % yang benar-benar menjalankan I’tikaf yang benar dan sesuai dengan ajaran Nabi Saw. Mereka semua menunggu datangnya malam seribu bulan yang dijanjikan Allah Swt di dalam Alqur’an.

Lailatul Qodar, para ulama’ sepakat bahwa pada malam ini, Allah Swt menurunkan kebaikan yang sangat luar biasa. Bayangkan saja, satu kebaikan, di sisi-Nya, nilainya lebih baik dari seribu kebaikan. Kemurahan Allah kepada umat Muhammad Saw tiada tara, yang kemudian menjadi sebuah nama ’’Lailatul Qodar’’. Namun, apa semua orang tua, kenapa Allah Swt sampai memberikan keistimewaan kepada umat Muhammad Saw dengan memberikan waktu istimewa’Lailatul Qodar’’?

Berdasarkan keterangan seorang Ahli Tafsir, Imam al-Bagawi menceritakan dari hadis yang bersumber dari penjelasan Ibnu Abbas r.a tentang sebab-sebab turunnya QS Al-Qodar:’’Lalilatul Qodar itu lebih baik dari seribu bulan’’.[1] Diceritakan oleh Rosulullah Saw seorang Bani ISrail yang memikul senjata (berperang), di jalan Allah selama seribu bulan. Maka Nabi Saw terheran-heran dan berharap hal itu bisa di lakukan oleh umatnya.

Selanjutnya Nabi berdo’a dan bermunajat kepada-Nya:’’ Ya Robbi, engkau jadikan umatku sebagai umat yang terpendek usianya dan paling sedikit amalnya’’. Maka Allah menjawab permintaan Nabi Saw, dengan memberikan waktu yang bernama Lailtul Qodar dengan firman-Nya’’Lailtul Qodar itu lebih baik dari pada seribu bulan’’.[2] Selanjutnya, Imam Nabilis dalam tulisanya menyatakan:’’ Lailatul Qodar itu lebih baik bagimu dan umatmu sampai hari kiamat dari seribu bulan yang mana seorang bani Israil memanggul senjata berjual di jalan Allah (jihad).

Perlu dicatat, dengan tinta emas, bahwa pada Lailatul Qodar, para malaikat turun kebumi membaur bersama para hamba-hamban-Nya, dengan membawa rahmat yang begitu banyak, hingga terbitnya fajar. Tidak ada kebaikan yang dilakukan, kecuali dilipatgandakan. Tidak ada do’a yang dipanjatkan kecuali diterima oleh Allah Swt. Sekali lagi, orang-orang yang akan mendapatkan berkah dan kebaikan Lailatul Qodar bukanlah orang yang duduk-dukuk cangkruan di masjid, dan tidur-tiduran dengan mengatasnamakan I’tikaf, tetapi orang yang istikomah dan ihlas di dalam menjalan puasa, qiyam Ramadhan.

Sangat tepat jika Nabi Saw menuturkan:’’ barang siapa menjalankan puasa (qiyam), atas dasar Iman kepada Allah Swt, dan mengharapa rahmat-Nya (ihlas), kelak akan mendapatkan pengampunan dari dosa-dosa yang pernah dilakukan’’. Pertanyaannya ialah, sudahkah kita menjalankan puasa dengan baik dan benar sesuai dengan ajaran Nabi Saw, dan sudahkan kita menghidupkan malam dengan ihlas menjalankan anjuran Nabi Saw. Allah Swt lebih tahu. Tidak ada yang bisa dilakukan, kecuali memohon agar puasa dan ibadah kita diterima Allah Swt. Amiin

 



[1] . Q.S Al-Qodar (97:2)

[2] . Al-Nablisi, Ismail Abdul Ghoni, 2003. Keutamaan Hari dan Bulan Besar dalam Islam. Akademika Presindo-Jakarta

2 Responses so far.

  1. Carrieann mengatakan:

    Smack-dab what I was loiokng for-ty!

  2. Efren Koistinen mengatakan:

    I simply want to say I am just beginner to weblog and certainly savored your website. Almost certainly I’m want to bookmark your blog post . You actually come with incredible well written articles. Thanks a bunch for sharing with us your web site.


Facebook Like Box provided by technology news
  • Facebook