Posted by admin On August - 22 - 2013 0 Comment

Setiap tahun, jumlah peminat haji dan umrah meningkat. Pemerintah-pun terus berusaha memberikan pelayanan maksimal kepada jamaah haji dan umrah. Kanan tetapi, walaupun jumlah peminat haji dan umrah meningkat, ternyata kuotanya justru menurun. Tahun 2013-2017, kemungkinan besar jumlah jamaah haji akan berkurang banyak, karena kondisi Madjidilharam sedang dalam renovasi.

Sekarang sudah memasuki musim haji 2013. Ada sekitar 20% jamaah haji Indonesia tidak berangkat (ditunda) tahun depan (2014). Kendati demikian, tidak memudarkan semangat para pelalayan haji di Indonesia dan di tanah suci Makkah dan Madinah. Semua persiapan terkait dengan pelaksanaan haji 2013 terus dikebut. Mulai transportasi, penyuluhan ibadah haji, kesehatan. Yang paling menarik perhatian public ialah, adalah pemondokan haji.

Asia Tenggara

Setelah usai persipan pemondokan haji. Kemungkinan besar pada 27 Agustus 2013, pemerintah akan  mengadakan qurah (pengundian) tempat pemondokan haji di tanah suci Makkah dan madinah. Tujuan utamanya, biar tidak terkesan ada permainan uang di dalam menentukan maktab (pemondokan haji) di dua tanah suci Makkah dan Madinah.

Dirjen Penyelenggara Haji dan Umrah Anggito Abimanyu menuturkan bahwa undian itu akan dilaksanakan bersamaan dengan rapat kerja penyelenggaraan ibadah haji. Lebih lanjut, sesuai dengan informasi yang disampaikan oleh kemenag, jarak pemondokan haji di kota suci Makkah,  kira-kira 2,5 km dari Masjidilharam. Jika benar, maka akan sangat menguntunkan bagi jamaah haji Indonesia tahun ini. Saat ini semua persiapan belum sepenuhnya rampung. Anggito menargetkan, paling tidak 80 persen selesai sebelum jamaah diberangkatkan pada September ini (2013).

Dalam sebuah sumber di www.republika.co.id,  Direktur Pelayanan Haji Sri Ilham Lubis mengatakan, qurah dan raker di buka Menteri Agama Suryadharma Ali. Semua pihak yang berkepentingan, seperti DPR, Kedubes Arab Saudi, kepala kanwil, dan kepala bidang haji Kemenag seluruh Indonesia juga diundang.

Qurah didahului pertemuan seluruh kepala bidang haji. Mereka melaporkan persiapan-persiapan haji yan g sudah dilakukan. Sedangkan, sosialisasi kebijakan haji berlangsung pada 26 Agustus 2013. Ia mengatakan, selain pemondokan, persiapan lainnya kini dirampungkan.

Di antaranya, persiapan transportasi, katering, dan pemantapan jadwal. Terkait persiapan tersebut, Kemenag akan memaparkan perkembangan terbaru kesiapan ini pada 26 Agustus. Menurut Sri, calon jamaah haji berangkat mulai 10 September dari semua embarkasi.

 

Gelombang pertama berangkat melalui delapan embarkasi. Yakni Aceh, Padang, Palembang, Solo, Balikpapan, Lombok, Banjarmasin, dan Makassar. Gelombang kedua di tiga embarkasi lain, yakni Surabaya, Jakarta, dan Batam.

Kepala Pusat Kesehatan Haji Kementerian Kesehatan Fidiansjah mengatakan, masker dan persediaan air merupakan bekal penting. Setiap jamaah, kata dia, memperoleh tiga lembar masker. “Jika butuh tambahan, kami akan memberikan,” ujarnya.

Ia menjelaskan, masker penting untuk mencegah penularan virus korona. Apalagi, saat ini Arab Saudi sedang menghadapi virus tersebut dan belum ada obatnya. Ia meminta jamaah membiasakan diri memakai masker.

Tak hanya masker, untuk menghindari penularan virus korona, jamaah mesti berperilaku hidup sehat. Misalnya, selalu mencuci tangan dengan sabun. Air minum yang cukup, kata Fidiansjah, juga salah satu upaya kesehatan bagi jamaah.

Minum cairan 1,5 sampai dua liter sehari itu penting. Ia menuturkan, meski di Arab Saudi sedang musim dingin, tapi tetap akan menyebabkan dehidrasi. Penyebabnya, kelembapan udara yang berbeda antara Indonesia dengan Arab Saudi.

Di Indonesia, kelembapan udara berkisar antara 40-70 persen. Di Arab Saudi kelembaban udara hanya sebesar lima sampai 30 persen. Fidiansjah berharap agar jamaah juga dapat mempersiapkan cairan secukupnya maupun larutan oralit jika dibutuhkan.


Facebook Like Box provided by technology news
  • Facebook