Posted by Abdul Adzim Irsad On April - 30 - 2012 1 Comment

ka'bah sepiNabi Saw dan sahahabat setianya selalu mendidik putra-putrinya dengan pendidikan agama, dan mengenalkan al-Qur’an sejak usia balita. Bahkan, para kekasih Allah (wali), serta sebagian ulama’ dari masa kemasa juga demikian. Pertumbuhan fisik (jasad) penting, tetapi lebih penting lagi memperhatikan pendidikan (pertumbuhan) moral dan spiritual. Semua memperhatikan makanan dan minuman yang dikonsumsi harus halal seratus persen. Sumber kecerdasan dan kehebatan seseorang berasal dari makanan dan minuman yang dikonsumsi sehari-hari.

             Di dalam al-Qur’an sering ditemukan redaksi do’a para Nabi yang mengisahkan tengtang pendidikan ruhani. Diantaranya, Nabi Zakaria misalnya, beliau bertahun-tahun memohon kepada Allah Swt, agar segera dikarunia keturunan yang baik (durriyatan sholihatan). Imam al-Ghozali berpendapat, hampir empat puluh tahun Nabi Zakaria as memohon kepada-Nya, agar dikarunia keturunan. Waktu yang cukup lama, menanti kehadiran seorang pujaan hati. Dan, akhirnya tuhan menjawab permintaan Nabi Zakaria setelah setiap malam menangis dan memohon kepada-Nya. Keturunannya menjadi durriyah sholihah (keturunan yang baik).

Nabi Ibrahim juga demikian. Makkah menjadi tempat pilihan untuk perkembangan intelektual Ismail as. Hampir semua Nabi setelah Ibrahim adalah keturunan Ibrahim. Sampai-sampai, Ibrahim dikenal dengan’’ Abu al-Anbiya’’ yang artinya bapaknya para Nabi. Nabi Ya’kub, cucunya Nabi Ibrahim pernah berpesan kepada putra-putrinya ketika menjelang wafat. Pesan itu tertunag dalam QS al-Baqrah (2: 133) yang berbunyi:’’ Adakah kamu hadir ketika Ya’qub kedatangan (tanda-tanda) maut, ketika ia berkata kepada anak-anaknya: “Apa yang kamu sembah sepeninggalku?” mereka menjawab: “Kami akan menyembah Tuhanmu dan Tuhan nenek moyangmu, Ibrahim, Ismail dan Ishaq, (yaitu) Tuhan yang Maha Esa dan Kami hanya tunduk patuh kepada-Nya”.

Bahkan, Nabi Ibrahim senantiasa mendo’akan anak serta cucunya agar senantiasa menjalankan perintah-Nya, seperti sholat walaupun cucunya pada waktu belum ada. Do’a Ibrahim a.s tertuang dalam QS. Ibrahim 40 yang artinya:’’Ya Tuhanku, Jadikanlah aku dan anak cucuku orang-orang yang tetap mendirikan shalat, Ya Tuhan Kami, perkenankanlah doaku. Betapa pentingnya sebuah do’a, linangan air mata, mengiringi do’a para Nabi Saw memohon kepada Allah Swt agar supaya anak cucunya senantiasa dijaga oleh Allah Swt.

Hampir semua Nabi dan utusan-Nya melakukan apa yang dilakukan Nabi Ibrahim. Mereka jauh-jauh hari mempersiapkan keturunan (generasi) melalui pendekatan spiritual (do’a). Kendati seorang Nabi atau utusan Allah Swt, tetapi mereka adalah manusia biasa. Seperti Nabi Nuh a.s misalnya, bukan berarti Nabi Nuh gagal mendidik anak dan istrinya. Tetapi ini merupakan ketentuan (takdir) tuhan, serta bukti kebesaran dan kemutlakan-Nya sebagai penguasa tunggal yang bisa berbuat apa saja atas mahluk-Nya.

Sedangkan Nabi Muhammad, beliau manusia sempurna yang telah memberikan contoh di dalam hidupnya. Mulai memilih pasangan (mitra) mertua, pasangan hidup (istri), cara dan mengatur (manajemen) keluarga serta mempersiapkan generasi. Tapi, yang lebih dominan, ialah kekuatan spiritual, dimana Nabi Saw tidak pernah berhenti mendekatkan diri kepada-Nya. Beliau Saw tidak hanya berdo’a untuk keluarga, tetapi untuk semua pengikutnya. Inilah yang membedakan Nabi Muhammad dengan Nabi dan utusan sebelumnya.

Sedangkan para sahabat juga demikian. Mereka mengikuti manhaj (pedoman) yang telah dibangun oleh Nabi Muhammad Saw. Hanya saja, mereka sedikit berbeda, karena mereka adalah generasi mahasiswa (santri) Nabi Saw, yang mengenyam pendidikan langsung dari Nabi Saw. Oleh karena itu, penekanan pendidikan jaman sahabat bukanlah pertumbuhan fisik, tetapi spiritual dan intelektualnya.

Masa-masa selanjutnya, pendidikan masih berorinetasi pada moral. Oleh karena itu, al-Qur’an dan sunnah Nabi masih menjadi acuan utama. Imam Nawawi, penulis al-Majmu’ pernah menyampaikan:’’awalilah pendidikan seorang anak dengan al-Qura’n sebelum memberikan materi laianya’’. Ini terbukti, ilmuan-ilmuan islam, seperti al-Farabi, al-Ghozali, Ibnu Hazm, Ibnu Kholdun,, Ibn Haisam, serta, Ibnu Sina. Semuanya mengawali pendidikannya dengan belajar al-Qur’an. Jadi, mereka adalah intelektual dan sekaligus penjaga agama. Moralnya juga mencerminkan seorang muslim sejati.

Di dunia per-Kyai-an, khususnya di belahan nusantara, dan lebih khusus lagi di Jawa. Banyak ulama’ (kyai) yang memiliki putra-putri yang hanya mengeyam pendidikan pesantren. Walaupun ahir-ahir ini sudah mulai belajar di kampus-kampus, baik di dalam negeri maupun luar negeri.

Banyak di antara putra Kyai (ustad) dikalangan masyarakat ternyata nakalnya minta ampun ketika usia 2-6 tahun. Bahkan, kenakalanya lain dari pada yang lain. Sampai-sampai orang Madura mengatakan ‘’khelaf’’ yang artinya diluar batas manusia. Dalam istilah kerenanya disebut dengan’’ jaddab’’ diluar batas manusia pada umumnya.

Padahal orangtua tidak pernah menginginkan anaknya menjadi demikian. Tidak mau belajar, dan juga tidak mau ngaji. Kondisi seperti ini menjadi catatan khusus bagi kedua orangtunya. Bagi sebagian Kyai, hal ini sudah menjadi fenomena umum, tidak asing lagi. Perlu dicatat, dari sekian banyak putra Kyai yang demikian. Ternyata, orangtunaya gemar berpuasa sunnah, membaca wirid, membaca al-Qur’an, serta berdo’a siang dan malam. Wal hasil, kekuatan tirakat, do’a, serta pendekatan amal sholih ini memiliki kekuatan maha dasyat.

Tidak sedikit putra yang sang Kyai yang dikenal tidak mengenyam pendidikan Formal, ternyata mampu menguasai beragam pengetahuan. Mulai ilmu tehnologi, agama, informasi, bahkan saintehnologi. Jika kita cermati, ternyata sang Kyai dan Istrinya lebih memperhatikan makanan ruhani, tanpa meninggalkan makanan fisik. Akan menjadi luar biasa, jika seorang anak memperoleh makan fisik yang cukup, juga makanan ruhani dari kedua orangtunyua. Sebagaimana para Nabi, wali dan juga para kyai. Wallau a’alm

 

 

 

 

One Response so far.

  1. Val Prichard mengatakan:

    I just want to mention I am all new to weblog and certainly loved your blog site. Likely I’m likely to bookmark your website . You definitely have fabulous article content. Bless you for sharing your web page.


Facebook Like Box provided by technology news
  • Facebook