Posted by Abdul Adzim Irsad On Maret - 28 - 2012 1 Comment

Antrean begitu panjang, tidak ada cara lain yang bisa mengurangi antrean, kecuali harus menambah jumlah kuota atau menghentikan sementara penerimaan pendaftaran haji. Moratoriaum jelas sangat sulit. Masyarakat tidak akan menerima, bahwa moratorium akan dianggab sebagai penghalang. Satu-satunya jalan ialah mendesak pemerintah Arab Saudi menambah jumlah kuota Indonesia, baik yang reguler atau yang khusus (plus). Khususnya mendahulukan yang sudah lansia.

Dalam hal ini, pemerintah Indonesia telah mengajukan penambahan kuota haji kepada Pemerintah Arab Saudi untuk 2012, untuk memperpendek daftar tunggu bagi masyarakat yang hendak berangkat ke tanah suci Makkah. Karena banyak yang jenggah, karena menunggu terlalu lama. Ada juga yang kadang bilanga:’’ kira-kira umur saya nyampai ngak ya…? s

Daftra antrean saat ini telah mencapai 13 tahun. Sangat panjang nan melelahkan,. Sudah menjadi kewajiban pemerintah jika kembali mengajukan penambahan kuota kepada Arab Saudi, sebab jumlah jamaah haji Indonesia paling banyak, sementara prosentasenya sangat kecil. Direktur Penyelenggaraan Ibadah Haji dan Umrah Kementerian Agama, Zainal Abidin Sufi di Padang,juga telah menyampaikan bahwa Pemerintah telah mengajukan tambahan kuota untuk 2012.
Berdasarkan data yang ada, saat ini kuota haji Indonesia berjumlah 211.000 jamaah, dan direncanakan pemerintah akan mengajukan penambahan menjadi 230.000 orang.
Namun, permintaan tersebut tergantung dari pengakuan Perserikatan Bangsa-Bangsa terhadap jumlah penduduk penduduk Indonesia’’ cetus Zainal Abidin Sufi.

Ia mengatakan, berdasarkan hasil sensus Badan Pusat Statistik (BPS) saat ini penduduk Indonesia berjumlah 230 juta jiwa.

Tetapi, jumlah tersebut belum diakui oleh PBB, dan ketika angka tersebut diakui PBB, pemerintah Arab Saudi akan memberikan tambahan kuota menjadi 230.000, katanya.

Selain itu, menurut dia, langkah yang diambil untuk memperpendek daftar tunggu calon jamaah haji adalah dengan melakukan pembatasan bagi masyarakat yang telah menunaikan haji.
“Jika ada masyarakat yang telah menunaikan haji namun kembali mendaftar untuk berangkat maka yang bersangkutan akan dimasukkan dalam daftar tunggu,” kata dia.

Terkait calon jamaah yang memiliki usia lanjut ia mengatakan pemerintah juga memprioritaskan keberangkatan jamaah yang memiliki usia lanjut di atas 50 tahun.

Namun sebenarnya, kata dia, hal yang menjadi pertimbangan utama dalam memberangkatkan jamaah bukan faktor usia, melainkan kondisi fisik dan kesehatan yang bersangkutan.

Jika ada yang berusia mencapai 80 tahun tetapi secara fisik sehat dan kuat maka tidak menjadi persoalan dan tetap akan diberangkatkan, kata dia.

Sebaliknya jika ada jamaah yang masih muda tetapi berdasarkan hasil pemeriksaan kesehatan tidak memenuhi syarat maka yang bersangkutan tidak diizinkan untuk berangkat

One Response so far.

  1. Davis Holliday mengatakan:

    I simply want to mention I am just beginner to weblog and definitely loved this web-site. More than likely I’m likely to bookmark your website . You definitely have really good stories. Thanks a bunch for sharing with us your website page.


Facebook Like Box provided by technology news
  • Facebook