Posted by Abdul Adzim Irsad On September - 5 - 2013 0 Comment

NUSetelah Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat, Forum Umat Islam (FUI) dan 58 Ormas Islam Jawa Timur menolak penyelenggaraan Miss World, kini giliran Lembaga Persahabatan Ormas Islam (LPOI), termasuk PBNU menolak.

Penolakan keras terhadap ajang kontes kecantikan ini tetap disuarakan meski panitia penyelenggara berkali-kali menyatakan acara itu tanpa pameran bikini dan diganti sarung Bali.

“Masih, masih menolak meskipun kontes berbikini ditiadakan. Miss World itu manfaat ada tapi kecil sekali, tapi mudharatnya besar, betapa baiknya anggaran untuk even sosial lainnya,” ujar ketua LPOI Said Aqiel Siroj, di Gedung PBNU, Jakarta Pusat, Rabu (04/09/2013, dikutip news.detik.com.

Dalam konferensi pers yang diadakan di Gedung PBNU dihadiri Ketua Umum NU Said Aqil Siroj dan Sekretaris Umum Lutfi A. Tamimi. Serta perwakilan beberapa Ormas yang tergabung dalam LPOI dari Syarikat Islam Indonesia Mufti dan Alif Ibrahim, Persatuan Tarbiyah Islamiyah (PERTI) Amin Lubis, Al-Wasliyah Aris Banaji, Persatuan Islam Tionghoa Indonesia (PITI) Wahyudi Patra, dan Mathlaul Anwar Fadli Karim.

LPOI akan mendukung ajang internasional bila banyak manfaatnya untuk negeri ini. Namun bila acara itu hanya hura-hura dan menghabiskan banyak anggaran, maka ini sangat diharamkan oleh Islam.

“Apabila event itu bisa mendongkrak harga rupiah saya dukung, menurunkan harga kedelai saya dukung. Tapi kalau acara ini cuma hura-hura, sama Islam ini diharamkan. Beda dengan acara Pak Jokowi di Monas, itu dapat meningkatkan budaya betawi,” tuturnya.

Meskipun LPOI sangat vokal dalam menyuarakan penolakan, mereka tidak akan melakukan kekerasan dalam bentuk penolakannya.

“LPOI menentang beberapa bentuk kekerasan dalam bentuk apa pun, tidak ada menggunakan kekerasan dalam bentuk penolakan, ya mudah-mudahan didengar,” jelas Aqiel.

Sebelumnya massa dari Forum Umat Islam (FUI) berunjukrasa menolak penyelenggaraan ajang Miss World 2013 dengan mendatangi kantor MNC Group di Jakarta.

Sementara itu hari Rabu (04/09/2013) 58 elemen Masyarakat Peduli Perbaikan Akhlak Bangsa di Jawa Timur  menolak keras diselenggarakannya kontes Miss World 2013.[hidcom/dtk]


Facebook Like Box provided by technology news
  • Facebook