Posted by Abdul Adzim Irsad On April - 19 - 2012 1 Comment

Thoif

Thoif salah satu memilki ke-unikan tersendiri di antara kota-kota terkenal di Arab Saudi. Ibarat Jakarta, Thoif adalah Puncak Bogor, Ibarat di Jawa Tenggah, Thoif adalah Unggaran, Ibarat Malang, Thoif adalah Batu, Ibarat Surabaya, Tretes adalah Thoifnya. Setiap musim panas, Thoif menjadi kota paling ramai, karena penduduk Makkah, Madinah, Jeddah, Riyad dan sekitarnya berbondong-bondong ke Thoif untuk menikmati udaranya yang sejuk dan menyenangkan. Kota-kota di Arab Saudi kering, tetapi Thoif begitu indah, disamping banyak gurun, banyak tumbuh-tumbuhan dan buah-buahan. Sebag, curah hujan di Thoif cukup tinggi.

Secara geografisnya, Thaif  terletak sekitar 65 kilometer di sebelah tenggara Kota Makkah. Thoif menawarkan udara yang sejuk dengan panorama ke-indahan alamnya, Thoif  berada di lembah pegunungan Asir. Bukan hanya penduduk Arab Saudi yang betah berlama-lama di Thoif, hampir semua orang yang berkunjung di Arab Saudi merasakan kesejukan dan panorama Kota Thoif ini. Bagi jamaah haji dan umrah, kurang afdal jika tidak berekreaski ke Thoif untuk menikmati sejuknya kota Thoif.

Sebagaimana Batu, Tretes, Unggaran, Puncak, Thoif benar-benar menjadi kota wisata. Pengusaha, pejabat dan kerabat dekat kerajaan Saudi Arabia membangin fila-fila Indah untuk tempat beristirat ketika musim panas tiba. Karena banyanya kerabat kerjaan yang membangun fila-fila indah nan megah di Thaif, sampai-sampai kota itu mendapat julukan ‘’ Qaryah Al-Mulk (desa para raja)’’. Jika Jeddah terkenal dengan kota Induestri dan surga belanja, Thoif lebih terkenal dengan kota tempat meeting para pejabat-pejabat tinggi Negara untuk membahas urusan nasional. Bahkan internasional.

Keindahan thoif tidak lepas dari pertaniannya. Seorang  pemikim Indonesia yang puluhan tahun tinggal di Makkah pernah mengatakan:’’ Buah yang paling Indah dan enak rasanya yang tumbuh di Thaif adalah  Ruman (delima)’’. Buah Delima asli thoif begitu enak rasanya, dan warnanya merah ranum nan mengoda. Bukan hanya Delima, semua buah-buahan bisa tumbuh subur di kota Thoif, seperti; Kurma, Anggur, Jeruk, Pisang, sampai umbi-umbian juga tumbyur dengan subur. Orang Makkah tidak kesulitan untuk menkonsumsi sayuran, Bayem, Kenikir, Kangkung, Slada, Kubis, juga bisa tumbuh di kota ini. Berbagai jenis bungga, seperti; Ambar, yasmin, mawar, misik, yanga menjadi bahan baku parfum juga melimpah ruah. Thoif menjadi surga pertanian di Arab Saudi.

Bagi Nabi Muhammad Saw, Thoif memiliki kenangan tersendiri. Sebab, beliau pernah tinggal di dalamnya, ketika usianya sekitar 6 tahun. Dimana Nabi Saw waktu itu menjadi pengembala Kambing di bawah asuhan Halimatusa’diyah. Jadi, secara langsung Thaif memiki sejarah tersendiri dengan Rosulullah Saw.

Ketika Nabi Saw di utus menjadi Rosul untuk mengajak orang menyembah Allah Swt dengan tidak menyekutukan-Nya. Penduduk Makkah benar-benar membenci Nabi Saw dan pengikut setianya. Sampai-sampai, Nabi Saw tidak diberikan kesempatan mencari nafkah di kota suci Makkah. Secara ekonomi, nabi mendapat embargo dari pembesar Makkah, seperti; Abu Sofyan, Al-Mugirah, Abu Lahab dan Abu Jahal. Kondisi seperti ini benar-benar menyulitkan Nabi Saw. Untungnya, Khodijah ra, waktu itu wanita sejati dan perkasa, sehingga kebutuhan ekonomi keluarga tercukupi.

Tidak ada pilihan lain, kecuali mengadu nasib di Thoif. Sebab, Halimatusa’diyah yang pernah menyusuinya tinggal di Thoif. Dengan harapan, keluarga Halimatusa’diyah memberikan tempat untuk Nabi Muhammad Saw, sekaligus menebarkan dakwah di kota Thoif. Ternyata, sesampainya di Thoif, penduduknya sudah bersiap-siap mengusir Nabi Muhammad Saw. Bukan hanya mengusir, penduduk Thoif melempari Nabi Saw dengan batu-batu, sampai Nabi Saw terluka dan menangis di hadapan Allah Swt. Ketika dalam kondisi seperti itu, Nabi Saw mengeluh dan curhat kepada Allah Swt:’’ Ya Allah…Sessungguhnya aku curahkan ketidakberdayaanku kepada-MU…………..

Ketika sedang berdo’a, tiba-tiba Malaikat datang dengan menawarkan:’’ Wahai utusan Allah…jika engkau perkenankan. Aku akan mengangkat gunung Qoiquan…aku hancurkan mereka”

Dengan suar lirih, Nabi Saw menjawab:’’ jangan wahai Malaikat…!Sesungguhnya mereka melakukan demikian itu karena tidak tahu. Lantas Nabi Muhamamd Saw berdo’a dengan menegadahkan tangganya:’’ Ya Allah…berikanlah petunjuk kepada kaumku, sesungguhnya mereka belum mengerti’’.Begitu besar dan jembar dada Rosulullah, tidak pernah merasa sakit hati, walaupun disakiti berkali-kali hingga darah mengucur deras dari kakinya.

Tidak lama kemudian, Nabi Saw kembali ke Makkah, dan mendapat kabar gembira bahwa Allah Swt akan bertemu. Pertemuan itu dikemas dengan peristiwa ‘’Isra’ dan Mi’raj’’ tepatnya pada 27 rajab. Jadi, biasanya Allah Swt selalu memberikan kabar gembira, setelah mengalami ujian yang cukup berat dan mampu menghadapinya dengan penuh kesabaran. Persis dengan kandungan al-Qur’an yang isinya “sesungguhnya kesulitan itu bersama kemudahan’’. Dalam peristiwa Isra’ Miraj, Nabi Saw secara khusus berjumpa dengan Allah Swt.

 

One Response so far.

  1. Stephen Mulry mengatakan:

    I just want to tell you that I am just all new to blogging and absolutely enjoyed this web blog. Likely I’m likely to bookmark your website . You surely come with fantastic stories. With thanks for sharing with us your web page.


Facebook Like Box provided by technology news
  • Facebook