Posted by Abdul Adzim Irsad On Agustus - 6 - 2013 3 Comments

Kristen Naik hajiDalam literatur sejarah disebutkan, sebelum Islam Ka’bah sudah menjadi tujuan rutin bangsa Arab di Jazirah al-‘Arabiyah, bahkan beberapa umat lainnya, seperti; Hunud (Hindu), Persia, Al Shobiah,  Nasrani,  dan sebagian yang lain. Keberadaan Baitullah (Ka’bah) menjadi daya tarik sendiri bagi umat-umat sebelum Islam. Ka’bah itu dianggab bangunan paling suci yang memiliki magnit yang begiti kuat.

Orang-orang Hunud (Hindu) konon mempunyai sesembahan yang dikenal dengan “Ruh Sabuh”. Ruh Sabuh ini pernah berziarah ke Jazirah Arabiyah tepatnya di Hijaj (Makkah/Maksis/Baiti Sis). Dalam keyakinan mereka, Ruh Sabuh dan pasanganya kepincut Baitullah (melekat pada Hajar Aswad). Ahirnya, orang-orang Hindu selalu datang ketempat suci Makkah untuk mengunujungi sesemban yang tinggal di Makkah.

Begitu juga dengan orang-orang Persia. Salah satu dari tuhan mereka yang bernama “Ruh Hormoz, juga tidak kembali setelah pergi ke Makkah. Oleh karena itu, orang-orang Persia masa itu selalu mengikuti jejaknya dengan berziarah ke Makkah setiap musim haji. Keberadaan Ka’bah itulah yang menjadi tujuan utama setiap kaum, kelompok. Ka’bah menjadi pusat kosmis dunia dari masa-kemasa hingga di masa modern ini.

Sedangkan Yahudi menghormati dan mensucikan Baitullah, karena diyakini sebagai agama Ibrahim. Orang Yahudi mengakui kalau Baitullah adalah tempat suci. Yahudi merasa malu dan enggan, karena mereka merasa Jika Baitul Maqdis (Haikal) yang dibangun oleh Nabi Dawud as, pernah menjadi tempat kiblat umat islam. Tetapi, karena Yahudi semakin sombong, ahirnya Allah SWT memerintahkan kepada Rosulullah SAW untuk ber-kiblat ke Rumah Allah SWT di kota suci Makkah hingga sekarang.

 

Bartema Pergi Haji

Dalam sebuah edisi khusus, Majalah Al-Kisah menerangkan seputar orang Kristen Naik Haji ke kota suci Makkah. Bagiku, itu bukan hal yang baru, sebab agama samawi yang benar-benar memahami ajaranya, pasti akan mengatakan bahwa Baitullah adalah tempat suci yang harus dikunjungi. Adap-pun kisah Bartema Naik Haji sebagai berikut:

Bartema adalah orang Roma per­tama yang mengunjungi Makkah dan mem­bukukan kesan-kesannya. Hasrat membara telah mendorongnya untuk pergi ke kota suci itu. Tidak ada sesuatu pun yang bisa menenangkan kegelisah­an pikirannya sebelum bisa melihat de­ngan mata kepalanya sendiri hakikat ke­anehan-keanehan yang diperbincang­kan para pertualang di Timur.

 

Dalam catatannya disebutkan, per­jalanannya itu ditemani “rasa lapar dan haus, cuaca dingin dan panas, pepe­rangan, tawanan, dan ketakutan-keta­kut­an”.

                                             

Pada 1503, Bartema meninggalkan Venesia menuju Alexandria. Ia meng­unjungi Mesir, Berynto, Tripoli, Antioch, dan Damaskus. Di Damaskus, ia ber­temu “salah seorang pemimpin pasukan Mamluk”, lalu memutuskan untuk pergi mengunjungi Makkah dengan menya­mar sebagai seorang Mamluk.

 

Pada 11 April, Bartema pergi me­ninggalkan Damaskus. Ia berada di antara 60 tentara Mamluk yang diberi tempat khusus di barisan kafilah yang besar. Barangkali jumlah mereka jika tidak berlebihan sekitar 40 ribu laki-laki dan 35 ribu unta.

 

Perjalanan menuju Makkah me­ma­kan waktu selama 40 hari, yang bebe­rapa hari di antaranya digunakan untuk berhenti dan beristirahat di Madinah.

 

Terjadi peperangan melawan kaum Badwi, yang menuntut harga yang sa­ngat mahal untuk air. Semua rombongan kafilah berkumpul di sebuah anak bukit, unta-unta dijadikan sebagai barikade dan para pedagang berkumpul di te­ngah-tengahnya. Mereka dapat menga­lahkan musuh tanpa kesulitan yang ber­arti.

 

Mereka tiba di Makkah pada tanggal 18 Mei. Bartema menyebutkan, “Kondisi Makkah yang tandus menunjukkan bah­wa kota itu adalah ujian yang telah di­persiapkan oleh Allah.… Rumah-rumah di sana, yang berjumlah hingga 6.000 buah, dibangun dengan model yang bagus sebagaimana rumah-rumah kita.”

 

Bartema tidak pernah melihat jumlah sebanyak ini selama hidupnya. Tempat peribadahan berada di tengah-tengah kota, seperti Colossus di Roma dan stadion Roma. Di pintu masuk, terdapat dinding-dinding berlapiskan emas yang berkilau dari segala arah, terlihat sangat indah dan tidak ada tandingannya. Terlihat kerumunan orang antara lima ribu sampai enam ribu orang.

 

Kafilah Damaskus tinggal di Makkah selama 20 hari sehingga mereka bisa leluasa melihat berbagai perayaan, pa­sar, dan ritus-ritus haji.

 

Ketika berada di kaki Gunung Ara­fah, Bartema mengamati dua bak air milik dua kafilah, Damaskus dan Mesir.

Pada akhir hari ke-20, pemimpin ka­filah mengeluarkan peringatan bahwa orang yang menolak kembali bersama­nya ke Suriah akan dibunuh. Namun, Bar­tema tidak mempunyai rencana un­tuk kembali melalui jalan yang sama saat pergi. Ia tetap bersembunyi di rumah salah satu pemimpin pasukan Mamluk yang pernah diminta menemaninya. Istri si Mamluk ini membantunya pergi ke Jeddah, dan dari Jeddah ke Persia me­lalui jalur laut.

Suatu ketika, saat tengah berjalan-jalan di Makkah, Bartema tiba-tiba di­hampiri dan dituduh oleh seorang Mam­luk bahwa dirinya penganut Kristen. Na­mun, bartema berkilah dan membantah.

Si Mamluk itu terus mendesaknya sambil berbicara dengan bahasa Italia, sembari menjelaskan bahwa ia pernah berkunjung ke Genoa dan Venesia.

Pada akhirnya, Bartema mengakui ke­warganegaraannya, tapi mengatakan bahwa dirinya telah masuk Islam. Tum­buh persahabatan di antara keduanya. Si Mamluk menyarankan Bartema agar melarikan diri ke Jeddah.

Bartema tiba di Aden dengan se­lamat.

Namun setibanya di Aden kedoknya mulai terungkap. Ia pun ditangkap dan dibawa menghadap Sultan.

Sultan menyuruhnya untuk mengu­cap­kan dua kalimah syahadat. Tapi Bar­tema menolak melakukan itu. Akhirnya ia ditawan dan dimasukkan penjara dengan dua kaki terbelenggu rantai besi.

Bartema berutang pada nasib baik yang selalu menyelamatkan nyawanya, sebagaimana pernah dialaminya pada saat kabur dari Makkah.

Pada kejadian pertama, ia juga di­bantu oleh seorang perempuan. Dan kali ini, ia juga dibantu oleh seorang perem­puan, yaitu istri Sultan. “Kaum perem­puan Arab pada waktu itu sangat me­nyukai laki-laki berkulit putih.”

Setiap hari, para tawanan diperbo­lehkan berjalan-jalan di sebuah ruangan ber­pilar untuk melihat-lihat istana. Di ruangan ini, istri Sultan memilih Bartema di antara semua tawanan, lalu berbicara dengannya.

 

Sebagai cara untuk bebas, istri Sul­tan menyarankannya agar berpura-pura menjadi orang gila. Orang-orang gila di Timur dianggap suci atau istimewa.

 

Bartema pun menuruti saran istri Sultan, dan berhasil.

Singkat cerita, Bartema berhasil ma­suk ke kapal secara sembunyi-sembunyi bersama nakhoda kapal hingga tiba di Aden, lalu dari sini ia berencana pergi meninggalkan Jazirah Arab.

Ia pergi bertolak ke Persia, India, Ethiopia, sekitar Tanjung Harapan, ke­mudian sampai ke Roma dengan se­lamat.

Tidak semua orang yang masuk masjid itu berniat baik.  Tidak semua yang terlihat jelek itu tidak baik. Pastaslah jika Nabi SAW itu menjelaskan kalau orang itu tidak dilihat fisiknya, tetapi hatinya. Tidak semua orang yang masuk tanah suci Makkah berniat haji dan umrah. Buktinya, banyak sekali yang mencuri, mencopet, bahkan berusha merusak dan mencuri Hajar Aswad. Ada juga orang yang semata-mata mencari keuntungan belaka, bahkan berniat membangun masjidilharam dengan tujuan politik. Tidak semua orang yang pergi haji ke tanah suci Makkah memenuhi panggilan Ilahi.  Allah SWT mengetahui apa yang tidak diketahui. Dan kewajiban haji dan umrah itu dikhususkan bagi orang-orang yang beriman kepada Allah SWT.

.

3 Responses so far.

  1. elfan mengatakan:

    HAJI: SATU-SATUNYA WASIAT NABI IBRAHIM AS YANG TAK DISAMPAIKAN KEPADA KETURUNAN NABI ISHAK AS DAN NABI YA’KUB AS!

    Ini membuktikan bahwa tidak ada Tanah Haram (tanah suci) dan Masjidil Haram di luar dari Kota Mekah Al Mukarramah ya salah satunya karena di sini ada Ka’bah atau Baitul Haramnya. Artinya di Palestina tidak dikenal adanya tanah haram bagi Umat Muslim.

    Renungkan pesan suci ini:

    Ya Tuhan kami, jadikanlah kami berdua orang yang tunduk patuh kepada Engkau dan (jadikanlah) diantara anak cucu kami umat yang tunduk patuh kepada Engkau dan tunjukkanlah kepada kami cara-cara dan tempat-tempat ibadat haji kami, dan terimalah taubat kami. Sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang. ﴾SQS. Al Baqarah, 2:128﴿

    Padanya terdapat tanda-tanda yang nyata, (di antaranya) maqam Ibrahim; barangsiapa memasukinya (Masjidil Haram itu) menjadi amanlah dia; mengerjakan haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah, yaitu (bagi) orang yang sanggup mengadakan perjalanan ke Baitul Haram. Barangsiapa mengingkari (kewajiban haji), maka sesungguhnya Allah Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) dari semesta alam. ﴾SQS. Ali Imran, 3:97﴿

    http://foto.tempo.co/read/beritafoto/44953/suasana-jamaah-haji-saat-melakukan-tawaf-di-depan-kakbah

    http://news.detik.com/infografis/3289206/lontar-jumrah-dan-pergerakan-saat-armina

    http://www.beritaislam24h.com/2016/08/inilah-gambaran-rencana-besar-zionis.html

  2. Netty Arni, SH - Notaris mengatakan:

    Alangkah senangnya orang-orang yg telah memenuhi panggilan haji ke tanah suci Mekah, …… Semoga kita diberi kesempatan untuk bisa melaksanakan ibadah haji ke tanah suci Mekah, ….. Amin – Puji Allah – Allah Maha Besar


Facebook Like Box provided by technology news
  • Facebook