Posted by Abdul Adzim Irsad On Agustus - 6 - 2013 0 Comment

MAKKAH KOTA SUCIKondisi Masjidilharam dalam renovasi, sehingga mengharuskan jamaah haji yang mestinya berangkat tahun ini harus sabar menunggu tahun depan lagi. Jika memang Allah SWT memberikan kesempatan pergi haji, pasti akan berangkat ke tanah suci. Jika Allah SWT tidak menghendaki, sekuat apa-pun usaha yang dilakukan pasti tidak bisa.

Allah SWT tidak pernah menilai hasilnya, tetapi niat dan usaha yang dinilai Allah SWT. Bisa jadi tidak bisa menunaikan haji tahun ini (2013), karena urusan tehnis. Tetapi, karena niatnya sudah, dan juga sudah membayar lunas. Maka Allah-pun akan mencatatnya sebagai jamaah haji dengan pahala sempurna. Kalau-pun dia wafat, karena tertunda hajinya, kelak ia akan dibangkitkan dengan mengenakan ihram dan bertalbiyah terus menerus.

Nasib jamaah haji Indonesia ditentukan oleh kebijakan pemerintah Arab Saudi, yaitu tergantung kuota yang disediakan. Tahun ini, pemerintah Arab Saudi mengurangi kuota haji Indonesia hingga 20 %. Dengan begitu, ada sekitar 42 ribu calon jamaah haji yang tertunda. Dan, mereka yang tertunda adalah orang-orang lansia, karena di Arab Saudi sedang ada wabah baru yang disinyalir menyerang orangtua.

Menteri Agama Surya Darma Ali terus berusaha melobi, merayu, pemerintah Arab Saudi agar menambah kuota haji Indonesia. Berbagai jurus dilancarkan, tetapi masih juga gagal, karena memang kondisi Masjidilharam masih direnovasi. Ngototnya, Surya Darma Ali sangat beralasan, sebab antrean jamaah haji Indonesia semakin hari semakin banyak dan panjang. Apalagi, Bank-Bank terus memberikan talangan haji, sehingga tidak jumlah antrean benar-benar semakin mengkhawatirkan.

Menteri Agama Surya Darma Ali sering kali disesak dengan beberapa pertanyaan seputara antrean Haji yang semakin tak terkendali. Dengan gaya diplomasinya,  Menteri Agama Suryadharma Ali mengatakan pihaknya sudah mengusulkan penambahan kuota haji Indonesia untuk tahun depan menjadi 180 persen. Semoga usualan itu mendapatkan perhatian serius dari pihak Arab Saudi. Mengingat, pemerintah Arab Saudi sering kali tidak mengubris usulan-usulan orang Indonesia sebagai penyumbang jamaah terbesar dunia.

Sang menteri Asal Parti berlambang Ka’bah itu mengatakan:’’ Permintaan tambahan kuota itu, kata Menteri, direspons positif oleh pihak Kerajaan Arab Saudi dengan mengatakan “Insya Allah.” Begitulah pemerintah Arab Saudi, selalu mengatakan InsaAllah.

Ada sebuah anekdot menarik dengan pola kerja Arab Saudi. Ketika mereka mengakan ‘’besok’’ biasanya sampai seminggu. Ketika orang Arab Saudi mengatakan ‘’seminggu lagi’’, biasanya sampai sebulan. Jika mengatakan ‘’bulan depan’’ bisa jadi sampai setahun. Bahkan tidak sama sekali. Jika janji Insa Allah hanya menjadi janji-janjinya, maka nasib jamaah haji Indonesia akan semakin dalam penantian yang tidak berujung.

Semua orang memaklumi dengan alasan yang dikemukan. Apalagi realitas dilapangan menunjukkan demikian. Tetapi, jika tidak ditekan dengan kuat, maka mereka akan mengatakan’’ Insa Allah…..Insa Allah dan Insa Allah. Surya Darma Ali kembali mengemukakan :’’Pemotongan kuota haji tahun ini sendiri bisa dimaklumi mengingat dengan pembangunan Masjidil Haram dewasa ini sangat memungkinkan jamaah akan berjejal selama melaksanakan thawaf,” katanya.

 

L


Facebook Like Box provided by technology news
  • Facebook