Posted by Abdul Adzim Irsad On Agustus - 30 - 2013 0 Comment

Suara DawudDi antara utusan Allah SWT, Nabi Dawud salah satu nabi yang dipuji oleh Rosulullah SAW. Kelebihan nabi Dawud ialah, beliau perintis Baitul Maqdis (Masjid Al-Aqsa), pembuat baju perang pertama dari bahan besi, sekaligus ahli strategi perang. Bukan hanya urusan Negara, Nabi Dawud sangat rajin berpuasa. Sampai-sampai, Nabi SAW mensyariatkan puasa Dawud. Puasa Dawud itu prakteknya ialah sehari puasa, sehari berbuka). Nabi SAW juga rajin sholat malam, dengan istilah Tahajud Model Nabi Dawud. Tidur sebenar, kemudian bagun menunaikan ibadah, tidur lagi sebentar, kemudian bangun lagi  untuk menunaikan sholat sunnah. Ada ke-istimewaan yang dimiliki Nabi Dawud as, yaitu suara indah nan merdu. Sampai-sampai Nabi SAW memujinya.

Suatu ketika, Daud as akan membaca kitab suci Zabur. Sudah menjadi tradisi, bila Daud AS akan membaca Zabur kaum Israil, jin, hewan dan tumbuhan serta bukit dan gunung-gunung ikut serta mendengarnya.

Bani Isaril sebagai pengikut setia Dawud berada di baris kedua (di belakang Daud AS). Sedangkan pa Jin yang juga menjadi pengikut berada dibelakang Nabi Dawud juga. Sedangkan semua hewan yang terdiri binatang darat dan udara (burung-burung), berada langsung dihadapan  Daud AS. Semua jenis burung sudah bertengger di atas kepala kaum Israil menunggu bacaan Daud AS. Karena betapa merdunya, banyak dari Bani Israil yang tidak kuat menahan keindahan suara Dawud as.

Terkait dengan Mu’jizat Nabi Dawud, Rosulullah SAW pernah mengatakan kepada Abu Musa Al-Asary terkait dengan indah dan merdunya bacaannya:’’ Sesungguhnya ia (Abu Musa) telah dianugerahi suara merdu seperti suara merdu milik keluarga Nabi Dawud (HR Abu Ya’la).

Jika Nabi Dawud memiliki suara indah nan merdu, ternyata Nabi SAW juga memiliki suara yang begitu merdu. Suara itu termasuk mu’jizat Rosulullah SAW. Siapapun yang pernah mendengar Nabi SAW membaca Al-Quran, baik ketika dalam sholat maupun diluar sholat, pasti akan merasa nayaman, tentram dan menyejukkan. Tidak satupun dari sahabat yang pernah menderngar suara Nabi SAW ketika sholat berjamaah atau diluar sholat. Kecuali mereka akan terus berusaha menjadi ma’mun setia sholat bersama Rosulullah SAW

Oleh karena itulah, Nabi SAW menganjurkan dan mengajarkan kepada para qurro (pembaca Al-Quran). QS  Al-Muzammil (73:4) Dan bacalah Al Quran itu dengan perlahan-lahan (Tartil)’. Dalam sebuah penjelasan hadis dikatakan bahwa Allah tidak mengutus seorang Nabi melainkan bermuka tampan dan bersuara merdu. Sedangkan Nabimu adalah yang terbagus raut mukanya dan merdu suaranya;’’(HR. At-Tirmidzi).

Di jaman Nabi SAW tidak ada speaker (pengeras suara), tetapi suara Rasulullah SAW mampu menembus setiap telingga sahabat yang mendengarkan,walapun jaraknya begitu jauh. Ratusan, bahkan ribuan sahabat, ketika Nabi SAW menyampaikan ceramah (khutbah), semua bisa mendengarkan pesan Rosulullah SAW. Jadi, tidak hanya merdu suaranya, lebih dari itu suara Nabi SAW memiliki kekuatan yang amat hebat, sehingga orang-orang jauh pun bisa mendengar suara Rosulullah SAW.

 

Seorang sahabat yang bernama Ummu Hani menceritakann bahwa pada suatu malam ketika dirinya sedang membaringkan punggung di rumahnya. Suasana ketika itu cukup sepi, namun tiba-tiba ia mendengar suara Rasulullah SAW. Ummu Hani merasa heran, dari itu ia mencoba mencari-cari Rasulullah SAW di rumahnya. Namun ternyata Rasulullah SAW tidak ada di rumahnya saat itu.

Pada saat yang bersamaan, ternyata Rasulullah SAW ketika itu sedang berada di sisi Ka’bah. Sedangkan rumah Ummu Hani dan Ka’bah memiliki jarak yang cukup jauh sekali. Ummu Hani menceritakan apa yang disabdakan Nabi SAW adalah sebagai berikut.

Rasulullah SAW bersabda:’’Wahai orang-orang yang beriman, dengan lidahnya dan tak memurnikan keimanan dari hatinya, janganlah kalian memfitnah kaum muslimin dan janganlah kalian mencari-cari cacatnya. Dan barangsiapa yang cacatnya dicari-cari oleh Allah SWT, maka Dia akan membuka kejelekan di tengah rumahnya’’.


Facebook Like Box provided by technology news
  • Facebook