Posted by Abdul Adzim Irsad On Agustus - 26 - 2013 1 Comment

Dalam pepatah jawa, ada istilah menarik yang sudah diterjemahkan dalam bahasa Indonesia yang artinya’’jangan membenci, suatu saat akan mencintai dan jangan terlalu mencinta, karena suatu saat akan membenci’’. Islam melarang sesame muslim membenci orang lain, walaupun berbeda agama dan keyakinan. Islam juga tidak memperbolehkan terlalu mencintai benda (barang) atau sesama. Cinta yang berlebihan itu akan membahayakan, bahkan sering membyuat kecewa.  Nabi SAW justru menganjurkan kepada setiap pengikutnya agar seseorang itu selalu bersikap wajar-wajar saja. Dalam istilah hadis Rosulullah yaitu ‘’sebaik-baik perkara adalah tengah-tenggah (wajar-wajar saja) (HR Baihaqi)’’ 

Istilah ini ternyata selaras dengan perintah Al-Quran yang artinya:’’ Hai orang-orang yang beriman, janganlah suatu kaum menghina pada kaum yang lain (karena) barang kali mereka (yang dihina) lebih baik dari mereka (yang menghina) dan jangan pula wanita-wanita (menghina)pada wanita lain (karena) barang kali wanita-wanita (yang dihina) lebih baik dari wanita (yang menghina) dan janganlah kamu mencela dirimu sendiri dan janganlah kamu memanggil dengan gelar-gelar yang buruk. Seburuk-buruk panggilan ialah (panggilan) yang buruk sesudah iman dan barangsiapa yang tidak bertaubat, maka mereka itulah orang-orang yang dzalim. (QS. Al-Hujurat (49:11).

Banyak sekali orang yang membenci prilaku tetangganya, ternyata dikemudian hari menjadi besan. Ada orang tua memilik menantu yang tidak kaya, juga tidak cantik jika dibandingkan dengan menantu lainya, justru menantu yang dibencinya itu memperhatikan dan merawat dengan tulus ketika mertuanya dalam kondisi sakit. Bagi Allah SWT, tidak sulit merubah keadaan dalam waktu yang begitu singkat. Bahkan, kejadian atau nasib yang menimpa seseorang tidak pernah terbesit dalam benaknya walaupun sesaat. Begitulah kuasa Allah SWT yang maha sempurna.

Rosulullah SAW adalah mahluk paling sempurna, baik bentuk fisik maupun budi pekertinya. Allah SWT menyebutnya dengan ‘’uswatun hasanah (QS Al-Ahzab (21)’. Hampir semua kehidupan pribadi, keluarga, social, dan tata cara mengelola Negara Rosulullah SAW menjadi teladan bagi semua orang, khususnya umat Islam. Aiysah ra pernah ditanya seputar ahak Rosulullah SAW, Aiysah menjawab:’’Ahlaknya adalah Al-Quran’’.

Keluhuran budi pekerti Nabi SAW membuat orang Kafir, Nasrani, Yahudi, semakin membencinya. Tidak jarang dari mereka berusaha mencelakainya. Nabi SAW tidak pernah membalas ancaman-ancaman, hujatan, tuduhan orang-orang Kafir kala itu. Allah SWT memerintahkan Nabi SAW agar supaya meninggalkan mereka dengan cara yang santun dan indah. Nabi SAW juga selalu menyapa mereka dengan tutur kata yang santun (Qoulan sadida).

Semakin membenci Nabi SAW, semakin terlihat budi pekerti Rosulullah SAW, semakin dicaci, semakin mempesona ahlak Nabi SAW. Karena Rosulullah SAW kitab suci Al-Quran yang berjalan yang akan menyinari setiap kegelapan. Bukan saja perorangan yang membenci Nabi SAW. Lembaga dan isntitusi Negara banyak yang membenci Muhammad Rosulullah SAW, karena iri dan hasud terhadap budi pekerti Nabi SAW.

Dalam dunia modern, dimana dunia internet (maya) semakin berkembang pesat, menjadikan orang semakin bebas tanpa batas di dalam mengutarakan unek-uneknya dalam bentuk tulisan atau video. Tak ayal, banyak sekali orang yang terang-terangan membenci Nabi SAW, baik melalui khutbah, artikel, film, dan juga dunia maya. Kebencian mereka terhadap Rosulullah SAW membuat orang islam memerah telinganya, karena mengambarkan Nabi SAW sebagai sosok teroris yang gemar menikahi wanitawanita muda. Semakin hari jumlah pembenci Nabi SAW semakin bertambah banyak.

Masih teringat jelas dan segara dalam ingatan umat islam dipenjuru dunia, sebuah kasus menarik seputar publikasi kartun yang mengambarkan utusan Allah SWT Muhammad SAW sosok yang menakutkan dan menjijikan bagi kalangan barat. Kartun itu bertujuan menanamkan kebencian (phobia), terhadap Rosulullah SAW dan islam. Saking bencinya, sampai-sampai mereka tidak kuat menahan diri, sehingga kitab suci Al-Quran-pun juga ikut dibakar. Sekaligus menunjukkan kebencian terhadap Rosulullah SAW. Kebencian Barat terhadap Rosulullah SAW, tidak jauh beda dengan kebencian Abu Jahal, Abu Lahab, serta orang-orang Kafir dimasa Jahiliyyah. Para pembenci Nabi SAW, baik ketika masa hidupnya, atau setelah wafatnya sama saja.

Jika direnuungi, ternyata kebencian itu,  khususnya terkait dengan kepribadian Rosulullah SAW, justru berhasil menaikkan peringkat tayang di stasiun televisi mereka, bahkan kehidupan Nabi SAW semakin menjadi daya tarik dan isnpirasi bagi dunia, khususnya di di Eropa, Amirika, serta negeri lainnya.

Ahir-ahir ini, di Amerika terdapat film dokumenter seputar kepribadian Rasulullah SAW, disebuah stasiun televisi ternama AS. Dokumenter itu berjudul “The Life of Muhammad”. Sebelumnya, film ini sudah pernah tayang tayang di Eropa melalui BBC Two. Film documenter yang diproduksi pada  Juli 2011, ini semakin hari semakin menuai pujian, sehingga kehidupan Rosulullah SAW mampu meng-isnpirasi masyarakat luas, khususnya di Eropa dan Amirika.

Tiga seri Film documenter sangat menarik. Masing-masing satu jam yang dipelopori oleh Rageh Omaar dan disutradai oleh Faris Kermani yang bukan lain merupakan produser Channel 4 seri Tujuh Keajaiban Dunia Islam. Sesuatu yang menarik dari Film Dokumenter itu yaitu, Isra’ Mi’raj Rosulullah SAW. Jika hal ini terus menerus, tidak menutup kemungkinan jika suatu saat Eropa berubah menjadi lebih agamis dari pada Negara-negara yang mengaku menggunakan syariat islam. Inilah yang disebut dengan ‘’.Benci Menjadi Cinta’’

 

 

One Response so far.

  1. admin mengatakan:

    Madinah: Sejarah dan Kepribadian Rosulullah SAW


Facebook Like Box provided by technology news
  • Facebook