Posted by Abdul Adzim Irsad On November - 13 - 2015 0 Comment

Semua yakin dan percaya, tidak ada orang yang lebih hebat melebihi kehebatan Nabi Muhammad. Muhamamd disebut dengan “NABI” karena memang diutus untuk membawa berita penting kepada semua umat. Nabi Muhammad datang dengan membawa kabar gembira, dan tidak memaksa untuk mengikuti agama yang dianut dirinya. Muhammad datang dengan membawa budi pekerti yang tinggi yang tidak pernah dimiliki manusia sebelumnya dan setelahnya. Karena Muhamamd itu adalah Al-Quran yang berjalan.

Muhammad nabinya itu orang Islam, yang bukan ber-agama islam-pun berhak mencintainya, dan meneladaninya karena memang Muhammad itu di utus untuk segenap alam semesta. Tidak satu-pun bangsa Jin dan manusia, ketika mengenal Muhammad, pasti akan semakin mencintainya, dan merindukanya. Semakin lama menatap wajah Muhammad semakin sejuk, damai, dan tentram hati manusia. Itulah Miracle of Muhammad SAW.

Tidak satu-pun orang yang mengenalnya, baik melalui sebuah cerita, atau-pun tulisan, kecuali akan akan semakin mencintainya, sebagaimana para sahabat Rosulullah mencintainya. Muhammad itu tidak pernah mengajarkan kebencian, juga tidak pernah mengajarkan saling mengintai, tetapi mengajarkan saling menyapa, mencinta dan kasih sayang. Sampai-sampai Muhamad itu berkata “jadilah kalian hamba yang saling bersaudara”. Tidak ada cinta dan kasih sayang yang lebih besar dan agung, melebihi cinta Muhammad kepada umatnya.

Muhammad itu bukan nabinya orang Arab, juga bukan di utus untuk bangsa Arab, walaupun beliau dari bangsa Arab. Muhammad itu di utus untuk bangsa Jin dan Manusia, sepanjang masa. Bahasa Arab menjadi hebat dan bermartabat, karena adanya Nabi Muhammad yang kebetulan menggunakan bahasa Arab. Bangsa Arab itu hebat, karena Al-Quran juga menggunakan bahasa Arab. Tetapi, Muhamamd mengingatkan tidak yang istimewa antara orang Arab dan orang Non- Arab, kecuali ke-imanan an ketaqwaannya.

Orang Arab tidak bisa mengklamin bahwa Muhammad itu nabi mereka sendiri, karena dari bangsa Arab. Muhammad tidak pernah mengajarkan diskriminasi, juga tidak mengajarkan fanatisme yang tinggi. Muhammad mengajarkan bagaimana cara menhormati dan memulyakan sesame hamba Allah SWT yang ber-iaman. Allah SWT menegaskan bahwa Muhammad itu di utus untuk alam semesta.

Muhammad itu diutus ketika bangsa Arab tidak bisa di atur, sukanya berbuat ngawur, sukanya setiap haru bertempur sesama bangsanya sendiri. Setiap hari mereka menipu, berbohong, minum-minuman keras, membunuh bayi-bayi tidak berdosa, dan menikahi wanitawanita yang tidak berdaya dengan cara paksa, dan menelantarkan kaum wanita. Muhammad lahir di Makkah, ketika bangsa Arab menyembah berhala-berhala dan bebatuan. Kaum wanita banyak yang berthowaf mengelilingi Baitullah dalam kondisi telanjang. Muhamamd lahir, semua tradisi itu sirna, karena Muhammad memang diutus untuk menyempurnakan ahlak bangsa Arab yang nista dan tercela.

Muhamamd di utus waktu itu bukan mengajari bangsa Arab berperang dan saling membunuh, tetapi mengajari bagaimana saling mengenal, saling mengasihi dan mencintai. Muhamamd mengajari bangsa Arab cara bersopan santun, juga mengajari berdangan yang benar dan tidak saling merugikan. Bangsa Arab memang hebat-hebat waktu itu, tetapi sayang mereka masih belum kenal Tuhan, tidak bisa bersopan santun.

Setiap orang berhak mencintai Muhammad, dan berhak mengungkapkan rasa cintanya dalam bentuk kata-kata indah, dalam bentuk prilaku nyata, juga dalam bentuk apapun. Yang penting itu tanda sebuah rasa cinta dari umatnya dimana saja berada. Sebagaimana ucapan seseorang yang bertanya kepada Muhamamd, kapan hari qiamat. Muhammad hanya menjawab singkat “engkau bersama dengan orang engkau cinta”. Orang itu hanya bermodal cinta kepada kepada Allah SWT dan Muhamamd.

Orang yang sedang jatuh cinta, akan selalu berusaha mengikuti, meniru orang yang dicintainya. Bahkan kadang lupa diri, karena ingin terus berusaha mengikuti semua yang dikatakan dan dilakuka orang yang dicintai. Begitulah umat Muhammad yang sedang jatuh cinta kepada Rosulullah SAW, kadang lupa terhadap dirinya sendiri, karena rasa cinta yang begitu mendalam kepada junjunganya.

Muhammad itu milik umat Islam, yang berkeyakinan bahwa tidak Tuhan selain Allah SWT dan percaya Nabi Muhammad itu utusan Allah SWT. Muhammad mengarjakan, bahwa orang yang bertauhid itu akan selalu mengingat Allah SWT setiap saat dan waktu. Muhammad mengajarkan bahwa ketika ber-ibadah kepada Allah SWT seolah-oleh melihatnya, dan ketika tidak mampu, ketahuilah sesungguhnya Allah SWT selalu melihatnya.

Muhammad itu bukan hanya milik orang Arab Saudi, juga bukan milik orang Persia (Iran), dan juga bukan milik orang Afrika, juga bukan milik orang Indonesia. Muhammad itu milik bersama, yang harsu diagungkan, dimulyakan, dihormati, dan dicintia. Muhammad mengingatkan bahwa orang yang paling istimewa disisinya, adalah orang yang paling banyak bersholawat kepadanya. Tidak perduli dari mana asalnya.

Tidak menjamin orang Arab yang dekat dengan Ka’bah dan Madinah lebih dekat dengan Rosulullah SAW. Justru kadang orang jauh dari Madinah, bermukin di pedalaman, pingir lauatan, dan pedesaan, justru merasa dekat dengan Nabi Muhammad. Mereka hanya mendengar, tetapi tidak pernah melihat, tetapi setiap hari mereka bersholawat karena rasa cinta kepada Nabi Muhammad SAW.

Muhammad itu memakai jubbah putih, bukan berarti yang tidak berjubah tidak dicintai Rosulullah SAW. Sesungguhnya bukti cinta itu bukan pada jubbah putinya, tetapi bersihnya hati dari pernyakit iri, dengki, hasud, sombong, riya dan takabur. Beruntung sekali orang yang tidak pernah melihat Nabi Muhammad, tetapi mereka sangat mencintai Nabi Muhammad.

Orang Iran, Arab Saudi, Indonesia, Afrika,Arab Saudi harus berebut menjadi orang yang mencintai Nabi Muhammad, serta orang-orang yang dicintai Muhamamd. Jangan sekali-kali saling membenci dengan mengatasnamakan sunnah Rosulullah SAW, sementara Rosulullah SAW mengajarkan saling menyangi. Jangan pernah berkata dan mengajak rukun, tetapi setiap hari kerjanya menyalahkan, menyakiti, dan mengkafirkan sesama umat Muhammad. Itu sama dengan melukai dan menodai sunnah Rosulullah SAW.

Jangan mengajak jihad dijalan Allah SAW, sementara orang yang diperangi adalah orang-orang yang bersahdat bahwa tidak ada Tuhan selain Allah SWT dan Nabi Muhamamd itu utusan Allah SWT. Ini sama dengan melecehkan agama, melecehkan Rosulullah SAW, dan melecehkan Al-Quran. Jangan pernah mengajar bersatu, sementara setiap hari lisan dan tulisannya mengobarkan permusuhan sesama umat islam. Pesan Rosulillah SAW “jadilah kalian hamba-hamba yang saling bersaudara”.

 

 


Facebook Like Box provided by technology news
  • Facebook