Posted by Abdul Adzim Irsad On Mei - 6 - 2013 0 Comment

HajarHAJAR ASWAD batu kecil yang melekat kuat di sudut rumah Allah SWT. Batu itu menjadikan aura Baitullah semakin hebat dan luar biasa. Pancaran Hajar Aswah mampu menembus  ruang dan waktu hingga ratusan ribu tahun sejak diturunkannya.

Dalam banyak keterangan hadis, batu tersebut bisa menghapus dosa bagi setiap orang yang mengecup atau menyalaminya. Tidak ada batu yang paling istimewa di muka bumi ini kecuali Hajar Aswad, ia juga bisa menghapus dosa setiap orang yang melambaikan tangan atau mengecupnya ketika sedang melaksanakan ibadah thawaf.

Hajar Aswad berasal dari surga, dan yang pertama kali membawa batu itu adalah Adam AS.[1] Sedangkan nabi Ibrahim mendapatkan amanah meletakkannya di sudut Ka’bah. Para Nabi terdahulu mengawali dan mengakhiri riThual thawaf dari sudut Baitullah (Hajar Aswad). Mereka juga mengecup dan sebagian melambaikan tangan pada Hajar Aswad ketika sedang melaksanakan thawaf sebagai tanda ketaatan terhadap sunnah Nabi serta kemuliaan Hajar Aswad. Dengan demikian, bisa dipastikan, bahwa Hajar Aswad merupakan tempat pertemuan jutaan bibir, dari masa ke masa, dari Nabi ke Nabi, bahkan para malaikatpun pernah menciumnya. Perlu diketahui, bahwa Hajar Aswad itu pernah dicium oleh Rasulullah, para sahabat beliau, para auliya’ serta orang-orang shalih.

Dalam beberapa literatur sejarah Islam, diceritakan bahwa hitamnya Hajar karena lumuran dosa bani Adam. Ketika awal diturunkan, warna Hajar Aswad lebih putih dari susu, karena Hajar Aswad merupakan Yaqut (mutiara) yang dibawa para malaikat dari surga. Warnanya mengkilau dan memancar. Setelah sekian lama dicium oleh bani Adam, maka Hajar Aswad berubah menjadi hitam pekat seperti yang kita saksikan sekarang ini.[2]

Diriwayatkan dalam sebuah hadist; kelak pada Hari Kiamat Hajar Aswad akan memberikan kesaksian terhadap orang-orang yang pernah mencium atau melambaikan tangan kepadanya. Oleh karena itu bagi orang yang sedang thawaf dianjurkan (sunnah) mencium atau melambaikan tangan pada Hajar Aswad.

Imam al-Ghozali menyebutkan bahwa Nabi sering mengecup Hajar Aswad. Juga Umar bin Khattab seringkali mengecupnya, lalu menoleh ke Ali bin Abi Thalib sambil berkata, “Ya Aba al-Hasan, (julukan Ali bin Abi Thalib) di sini tempat diterimanya do’a.[3]” Para sahabat juga melakukan seperti yang dilakukan oleh Rasulullah SAW.

Namun yang lebih penting adalah ketika mengecup Hajar Aswad dianjurkan dalam keadaan tidak berdesak-desakan, agar tidak menganggu atau menyakiti orang lain. Jika tidak bisa mengecupnya, cukup dengan melambaikan tangan saja.

Dalam sebuah riwayat, Nabi pernah mengatakan, “Sungguh Allah akan mengutus Hajar Aswad kelak di Hari Kiamat. Ia mempunyai dua mata untuk melihat dan lisan untuk berbicara. Ia menjadi saksi bagi setiap orang yang pernah menyalaminya dengan benar.”[4] Yang dimaksud menyalami ialah mengecup atau melambaikan tangan ketika sedang melaksanakan thawaf. Nabi sangat menganjurkan mengecup Hajar Aswad atau melambaikan tangan sebanyak-banyaknya, sebagaimana yang telah beliau lakukan, juga para sahabat serta orang-orang shaleh.

Dalam keterangan lain, suatu saat Allah akan mengembalikan Hajar Aswad lagi ke tempat asalnya, yaitu surga. Barang siapa menyalaminya seolah-olah menyalami Allah, karena Hajar Aswad adalah wakil-Nya di muka bumi ini. Seperti itulah ungkapan yang disampaikan oleh Imam al-Mubarakfuri dalam kitabnya Tukhfatul Akhwadi. Juga penjelasan Ali al-Khotib al-Bajerimi, seorang ulamabesar ahli fikih dan hadis.[5]



[1] al-Hajar, Muhammad, Syeh, Allimuni Ya Qaum Kaifa Akhujju, (Dar al-Basair al-Islamiyah: Beirut 1998), hlm. 58

[2] Ibnu Hajar al-Asqolani, al-Syafi’i, Fathul Bari Fi Syarah Shahih al-Bukhari,  (Darul Ma’rifah: Beirut 1379), Juz 3, hlm. 462.

[3] Al-Ghozali, Muhammad, Abu Hamid, Ihya’ Ulumuddin, (Maktabah dan Matbaah al-Mashad al-Husaini: Al-Qohirah), Juz 1, hlm. 242

[4] al-Fasi, Taqiyyudin, Syifaul Gharam bi Ahbari Baladi al-Haram, (Darul Kitab al-Arabi: Beirut), Juz 1, hlm. 276

[5] Syeh, Muhammad al-Sarbini al-Khatib, Bajiremi Ali al-Khotib,  (Darulfikr: Beirut), Juz 2, hlm. 438


Facebook Like Box provided by technology news
  • Facebook