Posted by Abdul Adzim Irsad On April - 4 - 2012 1 Comment
mihrab nabi

Mihran Nabi

Di dalam al-Qur’an terdapat istilah mihrab yang berati’’tempat menyepi dalam rangka mengabdikan diri kepada Allah Swt’’. QS Ali Imran (3:37) Setiap Zakariya masuk untuk menemui Maryam di mihrab, ia dapati makanan di sisinya. Zakariya berkata: ‘’Hai Maryam dari mana kamu memperoleh (makanan) ini?” Maryam menjawab: ‘’Makanan itu dari sisi Allah”. Sesungguhnya Allah memberi rezeki kepada siapa yang dikehendaki-Nya tanpa hisab.

Di lihat dari bahasa, al-Mihrab bukan termasuk bahasa Arab, tetapi bahasa ‘’Habasy’’. Selanjutnya, mihrab itu berubah menjadi bagian bahasa Arab yang artinya tempat cekung untuk dipergunakan sholat seorang imam. Di dalam istilah umum, sebagaimana banyak keterangan hadis Nabi Muhammad Saw, bahwaMihrab adalah tempat Rasulullah Saw biasa melaksanakan sholat (menjadi imam di Masjid Nabawi). Karena tempat itu (mihrab) pernah menjadi tempat bersujud Rosulullah Saw selama di di Madinah, maka tempat menjadi luar biasa.

            Mihrab yang sekarang ada di Madinah, sudah berubah berkali-kali. Tetapi, tempatnya tetap tidak berubah. Orang yang pertama kali membangun mihrab dengan bagus nan indah adalah khalifah Al Walid, dari Dinasti Umawy, yang dibantu oleh Gubernurnya Umar Ibn Abd Aziz, yang saat itu sedang berada di Madinah. Umar bin Abdul Aziz salah satu dari keturunan Umar Ibn al-Khattab yang begitu mencintai Rosulullah Saw. Sampai-sampai, Umar Ibn Abdul Aziz pernah menitipkan salam untuk baginda Nabi Muhammad Saw melalui secarik kertas.

Bangunan mihrab sampai saat ini masih terlihat bagus, bahkan semakin indah memikat setiap pengunjung Nabi Muhammad Saw dari penjuru dunia. Sedangkan, mihram yang sekarang, bukanlah mihran buatan Al-Walid, tetapi hasil karya seorang sultan dari Dinasti Mamalik di Mesir, yang dibangun pada tahun 889 M. Dan kemudian diberi beberapa ukiran ayat-ayat al Quran dan hadis Nabi Saw pada masa Dinasti Utsmany. Dimana pada masa pemerintahan dinasti Utsmant telah berkembang seni kaligrafi yang bernilai tinggi yang belum pernah ada sebelumnya dan setelahnya.

Alangkah indahnya, jika kita bisa bersujud ditempat Rosulullah Saw bersujud. Begitulah kekuatan Rosulullah Saw, walaupun beliau telah tiada, tetapi tempat-tempat mulia yang pernah gunakan Nabi Saw tetap mendapatkan perhatian dari setiap pengikutnya dimana saja berada. Dengan, harapan mendapatkan berkah dari tempat mulia, sekaligus membawa energy positif dari tempat keramat tersebut.

One Response so far.

  1. Val Casale mengatakan:

    I simply want to mention I am just very new to blogging and site-building and seriously loved your blog site. Very likely I’m likely to bookmark your blog post . You actually have perfect writings. Thank you for sharing with us your web site.


Facebook Like Box provided by technology news
  • Facebook