Posted by Abdul Adzim Irsad On Mei - 31 - 2012 1 Comment

MIMBAR NABISudah menjadi kewajiban setiap orang membuktikan cinta kepada orang yang dicintainya. Jika orang mencintai sesuatu, biasanya namanya sering-sering disebut pada setiap saat dan kesempatan. Nabi Saw pernah mengatakan:’’ rugi sekali orang yang tidak menjawab (membaca sholawat) ketika namanya disebut’’. Dikatakan lagi, akan dianggap pelit juga tidak aras-arasen menyebut Nabi Saw. Begitu mulyanya Nabi Muhammad Saw. Sampai-sampai nama beliau Saw disejajarkan dengan Allah Swt. Tidak sempurna iman seseorang, jika percaya kepada Allah Swt tetapi tidak percaya kepada Rosulullah Saw.

Banyak cara yang bisa dilakukan oleh pengikutnya  di dalam membuktikan rasa cinta kepada beliau Saw, seperti; rajin berpuasa senin kamis, menjaga sholat berjamaah, sholat sunnah malam, witir, dan dhuha, gemar bersedekah dan menyantuni orang-orang tidak mampu. Tidak semua orang bisa melakukannya. Minimal, ada satu sunnah Nabi Saw yang bisa dilakukan secara kontinyu dan istikomah. Sebagaimana makna taqwa, yaitu menjauhkan diri dari segala yang dilarangan serta semua yang tidak disukai Nabi dengan sekuat, serta menlaksanakan semua perintah-Nya dan ajaran Nabi Saw.

Manusia modern, tidak mungkin bisa menyaksikan langsung beliau Saw, karena Nabi Saw telah tiada. Manusia hanya bisa mendengar dan membaca serta membayangkan Nabi Saw kisah-kisah masa hidupnya. Kita terpisah ruang dan waktu, namun hal itu tidaklah membuat kita merasa bosan. Justru kadang semakin mencintai Nabi Muhammad Saw. Ruapaya, Nabi Saw, menyadari bahwa umatnya kelak tidak akan bisa bertemu, oleh karena itu beliau Saw memberikan statemen yang sangat menarik, sebagaimana keterangan didalam sebuah pesan singktanya yang berbunyi:

 ?? ??? ????? ??? ??? ???? ???? ??? ???? ???? ? ??? : ???? ??? ???? ???? ?? ????? ??? ??? ?? ??? ???? ??? ????? (???? ????)

Dari Abi Umamah, ia menuturkan:’’ Rosulullah Saw menuturkan:’’Beruntung sekali bagi orang yang pernah bertemu denganku, lantas mereka beriman kepadaku. Beruntung sekali bagi mereka yang tidak pernah melihatku, tetapi mereka beriman kepadaku. Nabi Saw mengulangi sampai tujuh kali (H.R Ahmad).

 

Mereka yang pernah bertemu dengan Nabi Saw, temasuk para sahabatnya, Sedangkan para pengikutnya setelah masa sahabat hanya bisa mendengar, membaca, tentang sirah Nabi Saw. Namun, Nabi Saw tetap bangga dengan manusia modern yang masih mencintainya.

Kelak, para pengikutnya akan ditemui oleh Nabi Sw satu-persatu, karena Nabi tidak akan pernah melupakan tiap-tiap pengikutnya dimana saja. Nabi Saw mengenali tanda khusus para pengikutnya. Dalam keterangan panjang, Nabi Saw berdialog dengan sahabat seputar tanda khusus yang di miliki oleh pengikutnya, sebagaimana dialog antara Nabi Saw dengan para pengikutnya:

 

Artinya:’’ Diterangkan dari Abu Hurairah r.a bahwsanya Rosulullah Saw mendatangi pemakaman (Baqi[1]). Lantas beliau Saw mengatakan:” Assalamualaikum wahai ahli qubur (dar qaumin) orang-orang mukmin, seseungguhnya kami semua akan menyusulmu, betapa ingin aku bertemu dengan saudara-saudaraku!. Para sahabat Nabi Saw menjawab:’’Wahai Rasulullah, bukankah kami ini saudara-saudaramu?”

 Rasulullah Saw menjawab:’’Kamu sekalian adalah sahabat-sahabatku. Saudara-saudaraku adalah generasi yang belum lagi muncul.”Wahai Rasulullah, bagaimanakah engkau dapat mengenali suatu generasi dari umatmu yang belum lagi muncul?” tanya sahabat.

 Beliau Saw menjawab:’’Bagaimanakah menurutmu, bila seseorang memiliki seekor kuda yang putih kepala dan kakinya di antara kuda-kuda yang hitam legam, bukankah dia dapat mengenali kudanya?”

Tentu saja wahai Rasulullah!” jawab mereka.“Sungguh, mereka akan datang dengan warna putih bercahaya pada wajah dan tubuh mereka disebabkan air wudhu’. Dan akulah yang akan mendahului mereka tiba di telaga (al-Kautsar)!” jawab beliau.” (HR. Muslim)

Kita  berdo’a kepada-Nya, dengan harapan semoga Allah SWT, menjadikan kita termasuk orang-orang yang mengikuti jejaknya, dengan meneladani kehidupan beliau, serta menapaki sunnah-nya. Kita juga memohon kepada-Nya, semoga kita bisa berkumpul dengan beliau di surga, karena kita termasuk orang-orang yang dirindukan Nabi Saw serta mencintainya.

Betapa tidak dirindukan…!di saat dunia seperti ini, kemaksiatan merajala rela. Manusia dikepung dengan budaya maksiat, syirik, ketidak adilan. Ternyata masih banyak yang mencintai Nabi Muhammad Saw, dengan berbagai cara. Banyak yang bersholawat Nabi Saw ditenggah-tengah gemerlap duniawi, padahal mereka tidak pernah menyaksikan Nabi Saw, dan juga tidak pernah datang ke kota Nabi Saw.Tetapi, cinta mereka tidak pernah berubah sedikitpun. Mereka itulah yang ditandai oleh Nabi Muhammad Saw.

 



[1] . Baqi adalah tempat pemakaman penduduk madinah sebelum Nabi hijrah. Setelah Nabi menetap di Madinah al-Munawwarah Baqi’ menjadi tempat permanen pemakaman penduduk Madinah sampai saat ini. Beberapa sahabat dan istri serta keluarga Nabi Saw juga di makamkan di Baqi’ al-Gorqot.

One Response so far.

  1. Barbera Callado mengatakan:

    I simply want to say I am just beginner to blogs and really savored your web-site. Probably I’m likely to bookmark your blog . You actually have outstanding stories. Kudos for sharing your web-site.


Facebook Like Box provided by technology news
  • Facebook