Posted by Abdul Adzim Irsad On September - 19 - 2014 0 Comment

KUBAHSemua orang ingin kalau hajinya diterima Allah SWT. Haji yang mendapatkan pengakuan Allah SWT itu disebut dengan haji mabrur. Akan tetapi, tidak semua orang yang pergi ke tanah suci Makkah, guna menunaikan ibadah haji itu mendapat predikat haji mabrur.

Q.S al-Hajj (22:27) yang artinya:’’ Dan berserulah kepada manusia untuk mengerjakan haji, niscaya mereka akan datang kepadamu dengan berjalan kaki, dan mengendarai unta yang kurus yang datang dari segenap penjuru yang jauh”. Itulah yang disebut dengan Haji itu memenuhi panggilan Allah SWT.

Ayat ini seringkali digunakan oleh para penceramah dikampung-kampung, khotib jum’ah, memberikan penjelasan bahwa haji itu merupakan panggilan-Nya. Dan, jika seseorang mangut-mangut berkali-kali, maka ia akan berangkat ke Makkah berkali-kali. Jika waktu Ibrahim memanggil, mangut hanya sekali, maka orang itu akan berangkat haji hanya sekali.

Ini persis dengan ceritanya dua orang Madura yang datang kepada K.H Kholil bangkalan. Orang yang pertama ditanya;”’ Cong…tahun depan, kamu berangkat haji ya? Walaupun secara financial terlihat cukup, akan tetapi dia tidak mau mangut. Karena dia merasa belum mampu, dan belum siap secara mental. Dan ternyata, sampai wafat, dia-pun tidak bisa menunaikan ibadah haji. Rupanya, jawaban atas pertanyaan K.H Kholil yang terkenal ke-walianya, menjadi sebuah do’a, sehingga menjadi penghalang. Jika, yang bertanya orang biasa, mungkin tidak sehebat itu dampaknya.

Selanjutnya, datang dihadapan K.H Kholil seorang petani yang miskin dengan pakaian sederhana. Terlihat dari raut mukanya, termasuk orang yang tidak memiliki cukup uang. Akan tetapi, tiba-tiba K.H. Kholil bertanya:’’ Cong….! tahun depan, berangkat haji ya?. Laki-laki tidak menjawab:’’ Iya…!, kepalanya mangut-mangut berkali-kali. Rupaya, jawaban’’Iya’’ dan ‘’manggut-mangut’’ itu menjadi sebuah do’a. Terbukti, dia bisa menunaikan ibadah haji sebanyak mangut-mangutnya, walaupun dia tidak memiliki uang.

Memang tidak salah, ketika memahami bahwa orang berangkat haji ke Makkah itu karena panggilan-Nya, melalui lisan Nabi Ibrahim as (Q.S al-Hajj (22:27). Namun, realitasnya tidak semua orang yang berangkat ke Makkah itu karena panggilan-Nya. Sebab, Nabi Saw juga meramal bahwa tujuan orang berangkat Haji bermacam-macam. Dan, realitas saat ini memberikan jawaban nyata, bahwa tidak sedikit orang berngkat haji dengan tujuan bisnis, picnic, meminta-minta, dan popularitas. Oleh karena itu, agar pemahaman orang-orang awam mubham (tidak jelas). Maka, perlu diklasifikasikan seputar tujuan orang ibadah haji ke Makkah. Apakah, kedatangan mereka itu karena panggilan-Nya, atau karena nasfu, atau karena panggilan Iblis.

 

 


Facebook Like Box provided by technology news
  • Facebook