Posted by Abdul Adzim Irsad On Oktober - 25 - 2013 0 Comment

Rosulullah SAW pernah ditanya oleh para sahabat tentang amal perbuatan yang paling utama. Nabi-pun menjawab singkat” berimanHaji Mabrur kepada Allah SWT adan utusa-Nya’’. Kemudian sahabat bertanya lagi, lantas apa lagi ya Rosulullah SAW? Nabi SAW menjawab:’’berjuang (jihad) dijalan Allah SWT. Dikatakan lagi, lantas apalagi wahai Rosulullah SAW? Nabi-pun menjawab singkat:’’Haji Mabrur’’ (HR Bukhori

 

Di dalam keterangan hadis lain, Aisyah ra mengatakan kepada Rosulullah SAW:’’aku melihat (berpendapat) kalau jihad itu amal ibadah yang paling utama. Apakah kami juga harus ikut serta jihad dijalan Allah SWT?. Kemudian Rosulullah SAW menjawab singkat pertanyaan Aisyah ra:’’Tidak…..!tetapi paling utama-utamanya Jihad itu adalah Haji Mabrur (HR Bukhori).

Dalam redaksi lainnya, Rosulullah SAW mengatakan:’’jihadnya orangtua (lansia), orang lemah, dan wanita adalah menunaikan ibadah haji da umrah (HR Al-Thabrani).

Jika Rosulullah SAW mengatakan kalau haji itu ibarat jihad, tentu saja harus dipersipakan semua yang terkait dengan ibadah haji. Tidaklah berlebihan jika kemudian para ulama hadis dan juga ahli fikih menyaratkan ‘’istitoah/mampu’’ menjadi persyaratan utama. Mampu materi, tenaga, bekalnya cukup untuk pulang pergi, serta memiliki bekal pengetahuan yang cukup juga. Dengan begitu selama pelaksanaan ibadah haji ditanah suci Makkah benar-benar bisa berjalan dengan baik, sesuai dengan apa yang di ajarakan Al-Quran dan Rosulullah SAW.

Ada tiga perkara yang diwanti-wanti oleh Rosulullah SAW saat pelaksaan ibadah haji. Tujuan utamanya agar supaya hajinya dikategorikan mabrur. Menjauhi rofast, fusuk, dan jidal. Allah SWT berfirman:’’… barang siapa yang menetapkan niatnya dalam bulan-bulan itu untuk mengerjakan haji, maka tidak boleh rafats, fusuq dan berbantah-bantahan (debat kusir) selama mengerjakan haji.” (QS Al-Baqarah (2:197).

Untuk mempertegas dan mempertajam penjelasan Al-Quran bahwa ketiga perkaras itu mempengarui ke-mabruran ibadah haji dan umrah. Dalam hal ini, Rosulullah SAW bersabda,

??? ???? ???? ??? ???? ???? ????:  ???? ????? ?????? ???????? ?????? ???????? ?????? ???????????? ?????? ?????????? ???????   (???? ???????)

Rosulullah SAW bersabda:’’barang siapa yang haji dan ia tidak rafats dan tidak fusuq, ia akan kembali pada keadaannya saat dilahirkan ibunya (HR Bukhori).

Rafats adalah semua bentuk kekejian dan perkara yang tidak berguna. Termasuk di dalamnya bersenggama, bercumbu atau membicarakannya, meskipun dengan pasangan sendiri selama ihram. Para ulama tafsir memberikan contoh rofast dengan sebuah ibarat’’ nanti kalau saya sudah rampung menunaikan ibadah haji aku akan melakukan ini dan itu….(isarat untuk bercinta). Yang demikian itu dikategorikan dengan rofast. Ibn Abbas ketika ditanya masalah ini, beliau menjawab:’’ rofast itu sebuah ungkapan seseorang terkait dengan urusan jimak’’. Yang demikian ini termasuk rofast yang paling ringan. (lihat Tafsir Al-Thobari, QS Al-Baqarah (2:197).

Sedangkan Fusuq  itu diartikan dengan keluar dari ketaatan kepada Allah SWT, apapun bentuknya. Segala bentuk maksiat adalah fusuq, terkait dengan ucapan, tindakan, sikap, serta rasan-rasan, bahkan sms-an, BBM-anria yang keluar dari ketaaan kepada Allah SWT itu dikategorikan fusuq. Sekecil apapun dosa atau maksiat terkait dengan anggota badan, harus dihindari.

Selanjutnya adalah Jidal yang artinya berbantah-bantahan, dengan istilah saat debat kusir yang berlebihan.  Ketiga hal ini dilarang selama mengenakan baju ihram (ber-ihram). Adapun di luar waktu ihram, bersenggama dengan pasangan kembali diperbolehkan (tahallul). Sedangkan kedua larangan, seperti jidal (debat kusir) dan fusuk tetap tidak boleh selama-lamanya.

Terkait dengan tanda-tanda haji dan umrahnya diterima Allah SWT, Rosulullah SAW bersabda di dalam hadisnya:

??? ???? ???? ??? ???? ???? ???? : ) ???? ??????? ??? ?? ???? ??? ????? ( ? ?????? : ?? ???? ???? ?? ?? ???? ? ? ??? : )??? ?????? ?????? ??????(

Rosulullah SAW bertutur:’’ Haji yang mabrur tidak lain pahalanya adalah surga (HR Muslim). Dalam riwayat lain, sahabat Rosulullah SAW bertanya kepada Rosulullah SAW:’’ wahai Rosulullah, apa itu haji mabrur? Nabi SAW menjawab singat:’’baik tutur kata dan suka berbagi makanan’’.

Imam Mawardi ketika menjelaskan haji mabrur beliau mengatakan” ada perubahan yang lebih baik dari pada sebelumnya’’. Nabi SAW menyebutkan tutur katanya bagus.. Artinya mampu menjaga lisan dengan sebaik-baiknya dari kata-kata yang tidak baik, seperti; rasan-rasan, fudul (bohong), fitnah, namimah, serta segala maksiat dan dosa terkait dengan lisan itu harus dihindari jauh-jauh.

Lebih luas lagi, kalam (ucapan) itu bagian dari skil (ketrampilan) yang terkait dengan lisan. Lisan itu menterjamahkan isi hati dan fikiran, begitu juga dengan tulisan merupaka isi hati dan fikiran juga. Tidaklah berlebihan jika tulisan yang negative itu bagian dari fusuk. Bagi para penulis artikel, wartawan penulis berita dan informasi. Tidajangan sekali menulis informasi yang bisa merusak atau mencemarkan nama orang lain, atau tidak menulis berita kecuali yang sumbernya jelas dan bisa dipertanggung jawabkan. Allah SWT berfirman:’’ jika datang kepada kalian orang fasik dengan membawa berita, maka klarfikasilah’’.

Manakala tiga larangan itu bisa dihindari dengan sebaik-baiknya, dan melaksanakan anjuran dan perintah sesuai dengan ajaran Nabi SAW. Maka jamaah haji itu berhak mendapat predikat haji mabrur, walaupun sehari-harinya tidak dipanggil dengan pak Haji. Sejatinya, haji mabrur itu bukan nama tetapi budi pekerti dan sikap sehari-hari itu lebih jauh lebih baik, baik ketika beribadah kepada Allah SWT atau berhubungan dengan manusia.

Rosulullah SAW mengambarkan orang haji mabrur itu ibarat bayi yang baru saja dilahirkan dari perut (rahim) ibunya yang bersih tanpa dosa. Bayi itu begitu menyenangkan, imut dan mengemaskan. Semua orang menyukainya, walaupun baru saja bagun dari tidur. dalam kondisi ngompol-pun, tetap saja menyenangkan. Itulah haji mabrur, harus bisa menyenangkan semua orang sikap dan tutur katanya.


Facebook Like Box provided by technology news
  • Facebook