Posted by Abdul Adzim Irsad On April - 17 - 2016 0 Comment
 Puasa-RajabAhir-ahir ini banyak sekali postingan tentang puasa Rajab. Ada yang berpendapat bahwa puasa rajab itu bidah (mengada-ngada), bukan tuntunan Rosulullah SAW.  Anehnya, sebagian orang yang berpendapat bahwa puasa Rajab itu bidah adalah ulamaulama salafi (wahabi), dengan dalih tidak ada hadis yang shohih (kuat) dari Rosulullah SAW. Kalaupun ada, maka dalil itu dalilnya “lemah” alias “dhoif”. Karena alasan itu, maka orang-orang yang dangkal pengetahuanya mengatakan bahwa puasa rajab itu bidah (sesat). Walau-pun memang di akui ada beberapa hadis palsu dan dhoif yang menceritakan keutamaan bulan Rajab. Tetapi, bukan berarti kusunnahan puasa Rajab hilang dan kemudian di anggab sesat (bidah).

 

Sebagian ulama Ahlussunah Waljamaah berpendapat bahwa puasa Rajab itu sunnah Rosulullah SAW. Ulama-ulama salaf sejak masa Madahibul Arbaah, seperti; Imam Abu Hanifah, Imam Malik, Imam Syafii dan Imam Ibn Hambal sudah membahas secara tuntas. Mereka sepakat bahwa puasa rajab itu hukumnya sunnah. Artinya, siapa yang melaksanakan mendapatkan pahala dan yang tidak puasa, juga tidak apa-apa.

adanya kelompok-kelompok kecil yang merasa lebih baik dan lebih ngerti dari empat madhab, ahirnya puasa Rajab kembali di Bidahahkan (sesatkan). Padahal, semua tahu 4 Madhab itu sangat dengan dengan masa Rosulullah SAW, bahkan mereka masih hidup bersama dengan putra-putri sahabat Rosulullah SAW, yang tahu persis bagaimana kehidupan putra-putri sahabat Rosulullah SAW menyambut bulan suci Rajab. Wajarlah, jika kemudian ulama-ulama yang mendapatkan hidup para sahabat dan bergumul dengan putra-putri sahabat berpendapat bahwa puasa rajab itu “sunnah”.

Bulan Rajab itu termasuk bulan Haram (bulan suci). Rosulullah SAW menyebutkan bahawa bulan suci itu ada 4 (Dzulhijjah, Dzulqo’dah, Muharrom dan Rajab). Rosulullah SAW menyebutkan bahwa bulan Rajab disebut dengan “sahrullah” yang artinya “bulan Allah”.

Rosulullah SAW pernah mengatakan terkait dengan bulan suci Muharramsebaik-baik puasa setelah bulan ramadhan adalah puasa di bulan Allah yang suci (muharram), dan utama-utamanya sholat setelah sholat fardu  adalah sholat malam (tahajud) (HR Muslim).  Dalam riwayat lain yang dimaksud dengan “sahrullah” itu adalah “bulan rajab”. Sedangkan para ulama menerangkan bahwa bulan Muharram di dalam islam itu empat di atas.

Di dalam hadis lain secara khusus Rosulullah SAW di kabarkan pernah berpuasa Rajab selama sebulam utuh, sebagaimana hadis berikut:

Ustman Ibn Hakim Al-Anshori, berkata: “Aku bertanya kepada Sa’id Ibn Jubair tentang puasa di bulan Rajab dan ketika itu kami memang di bulan Rajab”, maka Sa’id menjawab: “Aku mendengar Ibnu ‘Abbas berkata: “Rosulullah SAW berpuasa (di bulan Rajab) hingga kami katakan beliau tidak pernah berbuka di bulan Rajab, dan beliau juga pernah berbuka di bulan Rajab, hingga kami katakan beliau tidak berpuasa di bulan Rajab (HR Muslim).

Hadis ditas menjelaskan, ternyata Rosulullah SAW pernah berpuasa Rajab. Dengan demikian, puasa Rajab itu hukumnya sunnah. Dan siapa yang mengatakan atau berpedapat bahwa puasa Rajab itu bidah (sesat), berarti telah mengingkari hadis Rosulullah SAW. Dan itu termasuk menyesatkan para ulama yang terdahlul (salaf), termasuk Imam Abu Hanifah, Imam Malik, Imam Syafii dan Imam Ibn Hambal. Lagi pula tidak ada satu-pun riwayat yang melarang (mengharamkan) puasa dibulan Rajab.

“Dari Mujibah Al-Bahiliah dari ayahnya atau pamannya sesungguhnya ia (ayah atau paman) datang kepada Rasulullah SAW kemudian berpisah dan kemudian dating lagi kepada rasulullah setelah setahun dalam keadaan tubuh yang berubah (kurus), dia berkata “Yaa Rasululallah apakah engkau tidak mengenalku? Rasulullah SAW menjawab “ siapa engkau? Dia pun berkata” Aku Al-Bahili yang pernah menemuimu setahun yang lalu. Rasulullah SAW bertanya “ apa yang membuatmu berubah sedangkan dulu keadaanmu baik-baik saja (segar-bugar), ia menjawab : aku tidak makan kecuali pada malam hari (yakni berpuasa) semenjak berpisah denganmu, maka Rasulullah SAW bersabda “ mengapa engkau menyiksa dirimu, berpuasalah di bulan sabar dan sehari di setiap bulan, lalu ia berkata “tambah lagi (yaa Rasulallah) sesungguhnya aku masih kuat. Rasulullah SAW berkata “berpuasalah 2 hari (setiap bulan), dia pun berkata “ tambah lagi ya Rasulalloh. Rasulullah SAW berkata “ berpuasalah 3 hari (setiap bulan), ia pun berkata” tambah lagi (Yaa Rasulallah), Rasulullah SAW bersabda “jika engkau menghendaki berpuasalah engkau di bulan-bulan haram (Rajab, Dzul Qo’dah, Dzul Hijjah dan Muharrom) dan jika engkau menghendaki maka tinggalkanlah, beliau mengatakan hal itu tiga kali sambil menggemgam 3 jarinya kemudian membukanya (HR Abu Dawud).

Kalau-pun ada bertebaran hadis-hadis dhaif atau hadis palsu terkait dengan puasa Rajab, bukan berarti kemudian menghilangkan sunnah puas di bulan Rajab. Sebab, hakekat puasa rajab itu adalah sunnah, bukan wajib. Dan tidak ada larangan baik dari Al-Quran maupun sunnah Rosulullah SAW seputar puasa Rajab. Sebab, yang diharapakan puasa yaitu pada hari “idul fitri, idul adha, dan juga Tiga Ayamu Al-Tasrik, tanggal 11, 12, 13 Dzullhijjah.

Perbedaan pendapat dalam sebuah masalah furuiiyah itu sudah biasa terjad sejak dulu, dan itu terjadi pada masa salafussolih. Imam Abu Hanifah berbeda pendapat dengan muridnya Syekh Imam Abu Yusuf yang notebene santrinya seputar mengambil upah bagi orang yang mengajar Al-Quran. Kemudian Imam Malik ra berbeda pendapat dengan Imam Al-Syafii, begitu juga dengan Imam Syafii berbeda pendapat dengan Ibn Hambal. Mereka tetap merujuk pada hadis Rosulullah SAW, dan juga merujuk pada putra-putri para sahabat yang hidup di Madinah.

Yang tidak boleh ialah, mudah menuduh sesat (bidah) terhadap saudaranya muslim yang sedang melaksanakan puasa Rajab.  Anehnya, tuduhan itu hanya pada satu sumber saja. Tidak melihat dari berbagai rujukuan ulama-ulama empat madhab. Sehingga kadang terkesan aneh dan justru menjadikan pendapat itu terkesan bertentangan dengan pendapat jumhur ulama yang terpecaya sejak masa  Imam Abu Hanifah yang mendapatkan para sahahat Rosulullah SAW (Malang, 17/04/2016)


Facebook Like Box provided by technology news
  • Facebook