Posted by Abdul Adzim Irsad On Oktober - 16 - 2017 0 Comment

Dalam sebuah doa yang di ajarkan Rosulullah SAW, setiap muslim dianjurkan memilih tempat tinggal yang bagus dan layak untuk dirinya dan keluarganya. Jangan sampai salah pilih tempat pemukiman. Rosulullah SAW bersabda “Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari hari yang buruk, malam yang buruk, waktu yang buruk, teman yang jahat, dan tetangga yang jahat di tempat tinggal tetapku (HR. Al-Thabarani). Sangat menyakitkan memiliki tetangga yang kurang baik, dan selalu menganggu aktifitasnya.

Maka beruntung sekali, seorang yang memiliki tetangga yang baik hati, sopan, serta selalu memperhatikan dirinya. Bahkan, ketika tetangga memiliki makanan atau sesuatu, selalu ingat kepada kita. Begitulah cara bertetangga yang baik, sebagaimana yang di ajarkan Rosulullah SAW.

Dalam khutbah jumat kali ini (13/2017), KH Khamzawi, Rois Syuriah PCINU kota Malang bercerita seputar ibadah social dan individu. Suatu ketika datang kepada Rosulullah SAW, lalu bertanya “ada seorang wanita yang rajin sholat, puasa dan sedekah, tetapi dia menyakiti tetangganya”. Lalu Rosulullah SAW menjawab singkat “dia menjadi ahli neraka”. Kemudian laki-laki bertanya lagi “ wahai Rosulullah, seorang wanita rajin sholatnya, puasa dan jua sedekahnya, tetapi dia tidak menyakiti tetangganya”. Kemudian Rosulullah SAW menjawab “dia menjadi ahli surga”.

Secara khusus, Al-Quran menerangkan bahwa sholat yang baik, benar, bisa mencegah dari perbuatan keji dan mungkar. Jadi, orang yang rajin sholat, tetapi masih suka menyakit tetangganya, dan juga suka menebarkan hoax, dan juga menebarkan kebencian dan fitnah, maka shgolatnya itu perlu di evaluasi. Mestinya, rajin sholat akan melahirkan kesalehan pribadi dan social, bukan justru menciptakan kegaduhan dan permusuhan sesama.

Tetangga itu wajib dihormati, dan dimulyakan, walaupun beda agama dan keyakinan. Rosulullah SAW mengatakan “barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, maka mulyakan tetangganya” (HR Muslim). Jangan sekali-kali nyakiti tetangga dengan berkata yang tidak baik, juga tidak menyenangkan tetangganya. Jika, memiliki tetangga beda agama, tetaplah dihormati. Jika, sesama muslim, tetap menyapa dan senyum jika berjumpa, walaupun beda madhabnya. Jangan sampai karena tetangganya ikut tahlilan, kemudian disseat-sesatkan.

Ketika memiki makanan atau masakan, hendaknya berbagi kepada tetangga, walupun sedikit. Begitulah pesan Rosulullah SAW kepada seorang sahabat Abu Dar Al-Gifari, jika masak hendaknya kuahnya yang banyak biar bisa dibagikan kepada tetangganya. Karena, hadiah itu bisa melembutkan hati tetangganya, bahkan pemberian (hadiah) kepada orang lain kadang menjadikan perubahan yang lebih baik.

Maka dari itulah, sifat dermawan sangat penting dan menjadi pilar agama islam. Tidak satupun kekasih Allah SWT, Nabi Muhammad SAW dan juga para sahabat kecuali dermawan kepada fakir dan miskin. Rosulullah SWT di sebut dengan “orang yang paling dermawan”. Tidak satupun seseorang yang membutuhkan, walaupun dia beragama Yahudi, kecuali dibantu. Apalagi yang membutuhkan itu orang-orang muslim yang sangat kekurangan.

Tetangga
Abdul Adzim Irsad, Malang, 7/09/2017


Facebook Like Box provided by technology news
  • Facebook