Posted by Abdul Adzim Irsad On September - 6 - 2013 0 Comment

Masjid Jin MakkahMa’la adalah penguburan orang-orang Makkah dan jama’ah haji yang meninggal di Makkah sejak zaman Nabi sampai saat ini). Di dekat Ma’la terdapat masjid Jin yang dikenal dengan sebutan masjid  Jin. Masjid ini terletak di Kampung Ma’la, tidak jauh dari pekuburan Kota Makkah. Boleh dibilang berdekatan.

Masjid ini sering direnovasi, tetapi lokasinya tidak berubah. Pemerintah sering merenovasi serta mempebesar dan menambah fasilitas di dalamnya, termasuk tempat wudhu’ dan toilet.

Nama masjid ini diambil dari makhluq Allah, yakni bangsa “Jin”. Adapun asbabul wurud-nya yaitu Nabi pernah menerima rombonganJin yang ingin dibaiat beliau. Mereka pernah bertemu dengan Nabi ketika beliau pulang dari Thaif (Nakhlah). Saat itu beliau dalam keadaan yang sangat memprihatinkan akibat ulah orang-orang Thaif. Di dalamnya juga termasuk tempat turunya surat Jin.

Masjid ini disebut juga dengan “Masjid al-Haras”. Letaknya di daerah Hajun.  Lisan orang Mekah dan jama’ah haji lebih suka menyebutnya dengan Masjid Jin. Di dekatnya terdapat sebuah masjid kecil namun masih dipakai untuk berjama’ah. Masjid itu di namakan “Masjid Raayah”, yang berarti bendera. Ketika Fathu Makkah, lokasi ini menjadi tempat bendera umat Islam kala itu, sehingga dinamakan Masjid Al-Raayah.

Peristiwa yang dimaksud adalah masuk Islamnya serombongan jin di masjid tersebut setelah mendengar dan menghayati lantunan ayat-ayat suci Alquran yang dibacakan oleh Nabi Muhammad SAW.

Peristiwa besar  rombongan Jin memeluk Islam dan dan besumpah kepada Rosulullah SAW, diceritakan oleh Allah SWT dalam Al-Quran  QS-Al-Ahqaf( 29-32) yang artinya:’’Dan (ingatlah) ketika Kami hadapkan serombongan jin kepadamu yang mendengarkan Alquran, maka tatkala mereka menghadiri pembacaan (nya) lalu mereka berkata, “Diamlah kamu (untuk mendengarkannya)!”

“Ketika pembacaan telah usai, para Jin tersebut kembali kepada kaumnya masing-masing untuk memberi peringatan. Mereka mengatakan:’’Hai kaum kami, sesungguhnya kami telah mendengarkan kitab (Alquran) yang telah diturunkan sesudah Musa yang membenarkan kitab-kitab yang sebelumnya lagi memimpin kepada kebenaran dan kepada jalan yang lurus.”

“Hai kaum kami terimalah (seruan) orang yang menyeru kepada Allah dan berimanlah kepada-Nya, niscaya Allah akan mengampuni dosa-dosa kamu dan melepaskan kamu dari azab yang pedih. Dan orang yang tidak menerima (seruan) orang yang menyeru kepada Allah maka dia tidak akan melepaskan diri dari azab Allah di muka bumi dan tidak ada baginya pelindung selain Allah. Mereka itu dalam kesesatan yang nyata.”

Dalam suatu riwayat Imam Bukhari dan Imam Tirmidzi yang berasal dari Ibnu Abbas, disebutkan bahwa peristiwa pertemuan antara Rasulullah SAW dan serombongan jin itu terjadi ketika Rasulullah SAW dan serombongan sahabat sedang dalam perjalanan menuju pasar Ukkadz.

Ketika sampai di daerah Tihamah, Rasulullah SAW dan rombongannya berhenti untuk melaksanakan Shalat Fajar. Rupanya, shalat Fajar yang dilakukan Rasulullah SAW dan para sahabat tersebut mengakibatkan terhalangnya berita-berita langit yang biasa dicuri dengar oleh para syetan (jin yang kafir). Bahkan, syetan-syetan (jin-jin kafir) yang sedang mencoba mencuri berita tersebut mendapat lemparan bintang- bintang sehingga terpaksa pulang ke tempat kaumnya.


[1] al-Fasi, Syifaul Gharam Bi Ahbari Baladi al-Haram,  (Darul Kitab al-Arabi: Beirut), Juz 1, hlm. 473


Facebook Like Box provided by technology news
  • Facebook