Posted by Abdul Adzim Irsad On April - 16 - 2012 1 Comment

Setiap ibadah yang dilakukan pasti ada manfaatnya. Sholat misalnya, Allah Swt di dalam al-Qur’an mengatakan:’’ sesungguhnya sholat yang didirikan itu bisa mencegah dari perbuatan keji dan mungkar’’. Jadi sholat yang baik dan sesuai dengan ajaran Nabi Saw akan menjadikan manusia semakin khusus dan dekat dengan Allah Swt. Bahkan, dosa-dosa yang pernah dilakukan bisa luntur. Namun, bagi Nabi Saw, sholat merupakan dialog interaktif dengan Allah Swt. Oleh karena itu, ketika sholat Nabi sangat khus’ dan lama, karena sedang berkomunikasi dengan Allah Swt.

badalhaji

Sedangkan bagi para ulama, ibadah itu menjadikan dirinya semakin dekat dengan-Nya, dan meningkatkan rasa khoswah (takut). Di dalam al-Qur’an, Allah Swt berfirman:’’sesungguhnya yang takut kepada Allah adalah para ulama. Di dalam ayat lain, ulama’ termasuk pewarsi para Nabi. Rosulullah Saw tidak mewarsikan harta benda, tetapi mewariskan ilmu. Semakin tambah ilmu, semakin merasa takut dengan Allah Swt, semakin rajin menghambakan diri kepada-Nya.

Terkait ibdah haji di tanah suci Makkah. Hampir semua tamu-tamu Allah yang datang dari berbagai penjuru dunia membawa dosa dan noda. Bahkan tidak sedikit, mereka yang berbuat maksiat selama di Makkah, atau sebelum berangkatnya. Namun, ternyata kebaikan (ibadah) yang dilakukan dengan tulus, semata-mata karena Allah bisa menghapus dosa-dosa anak Adam.

Amr Ibn al-Ash dan Kholid Ibn Walid mengungkapkan keinginanaya memeluk islam. Keduanya mendatangi Nabi, sementara itu Kholid Ibn Walid memakai cadar mendatangi Nabi dengan mengatakan: bukalah tanganmu wahai Nabi, dan baitlah kami, maka Nabi mengulurkan dan membuka tanganya. Amru Ibn Ash bergegas mengengamnya. Nabu-pun mengatakan:’’ ada apa denganmu wahai Amru? saya ingin minta sebuah syarat. Nabi menjawab;’’ syarat apa?. Amru menjawab lagi;’’ agar supaya dosa-dosaku terhapus. Maka Nabi menjawab:’’ tidakkah engaku tahu, bahwasanya islam itu menghapus dosa-dosa sebelumnya (sebelum memeluk islam), dan hijrah itu juga menghapus dosa-dosa sebelumnya, dan haji juga menghapus dosa-dosa sebelumnya’’ (H.R Muslim).

Di dalam redaksi lain, Sahabat Jabi r.a menuturkan apa yang pernah disampaikan oleh Nabi Saw:’’ ketika memasuki hari Arafah, Allah Swt turun ke dunia lantas dawuh:’’ lihatlah hamba-hambaku, mereka datang kepadaku dalam keadaan compang-camping, saksikanlah, sesungguhnya mereka telah mengampuni dosa-dosa mereka. Malaikatpun menjawab (sedikit protes)[1], wahai tuhan, orang itu (fulan) telah melakukan dosa, Allah menjawab:’’ sungguh, aku telah mengampuni mereka’’. [2]

Tidak hanya, ibadah haji yang menjadi penghapus dosa. Hampir semua amal ibadah yang diysariatkan Allah kepada hambanya merupakan penghapus dosa, seperti keterangan Nabi yang mengatakan bahwa sholat lima waktu itu merupakan penghapus dosa, bagaikan mandi setiap hari lima kali disungai yang bersih. Sudah pasti tidak ada satupun kotoran yang menempel pada tubuh manusia, begitu juga dengan sholat. Intinya ialah semua amal ibadah yang dilakukan ihlas karena Allah Swt, akan menghapus dosa-dosa manusia. Haji menghapus dosa-dosa anak Adam, dengan catatan hajinya murni karena Allah Swt dengan bekal yang bersih.



[1] . H.R Ahmad, Imam al-Bagawi di Sarhu al-Sunnah.

[2] Al-Khasois al-Ummah al-Muhammadiyah. Al-Maliki. hlm 197

One Response so far.

  1. Val Prichard mengatakan:

    I just want to say I’m beginner to blogs and really loved your web blog. Likely I’m going to bookmark your blog . You absolutely come with good article content. Many thanks for sharing with us your blog.


Facebook Like Box provided by technology news
  • Facebook