Posted by Abdul Adzim Irsad On Mei - 6 - 2013 0 Comment

wisatahajiSetiap orang ke Makkah yang dipikirkan pasti rumah Allah SWT yang begitu indah dan mempesona, dan tempat turunnya kitab Suci Al-Quran dan Lahirnya manusia paling agung Rosulullah SAW. Itu sudah pasti da nada pada benak setiap jamaah haji dan umrah dan umat islam sejagat raya.

Sesungguhnya, di Makkah juga banyak yang menarik seabagaimana apa yang menarik di negeri-negari lainya. Sebelum Makkah di kuasai oleh Abdul Aziz sebagai penguasa tanah Makkah dan sekitarnya. Ternyata masyarakatnya masih tradisionis dan belum mengenal tehnologi, bahkan Arab Saudi jauh tertinggal, lebih pripitif dari pada Indonesia.

Di bawah ini beberapa hal menarik untuk diketahui seputar kejadian menarik terkait dengan Arab Saudi di kota suci Makkah.

1-      Seorang Kolonel yang bernama Abdul Salam Ahmed Sarhan, adalah orang yang pertama kali menjadi seorang pilot militer. Beliau  lahir di 1320 H di Makkah, dan bergabung dengan militer sekolah di Mekkah dan kemudian sekolah penerbangan, dan sampai mencapai pangkat (pemimpin).

2-      Pemadam Kebakran.

Didirikan pertama kali alat pemadam kebakaran di kota suci Mekkah tahun 1346 H. Dan ini adalah satu-satunya. Pada 1367 H menjadi pemadam kebakaran. Pada tahun 1372 H, dan kemudian dibangun di Jarwal. Terus di Ajyad 1376 H. Di Maabda didirikan pada tahun 1384 H. Pada tahun 1394 di Syeb Amir. Baru kemudian berkembang ke Rusaifa yang didirikan pada tahun 1408 H.

3-      Universitas

Umm Al-Qura satu-satunya unversitas yang pertama kali didirikan di Arab Saudi. Dan orang yang pertama kali mendapatkan gelar doctor adalah Syarof Ibn Ali Al-Syarif dengan judul desertasi ‘’ : ??????? ??????? ??? ??? ???????? ??? ???????? ????? Al-Ijazah Al-Waridatu ala Amali Al-Insan’’  yang di pimpin oleh Syekh Hasan Ali Syehk Menteri Pendidikan.

4-      Jauh sebelum Arab Saudi menjadi penguasa Makkah dan Madinah (Masjidilharam dan Masjid Nabawi), ulamaulama nusantara menjadi idola. Menjadi Imam dan mengajar di Masjidilharam. Setelah remsi menjadi kerajaan Arab Saudi, para ulama dan guru, serta imam Masjidilharam di atur secara ketat. Pada tahun 22/10/ 1926 M- 15/04/1345 H sebuah lajnah yang namanya Al-Haiah Al-Ilmiyah yang terdiri dari ulama, Hakim, yang selalu mengatur dan mengawasi serta menentukan kitab-kitab (materi) semua aktifitas belajar mengajar di Masjidilharam hingga sekarang.

5-      Madrasah Soulatiyah ada sekolah Formal pertama kali di Makkah dan jazirah Arab pada umumnya. Ulama-ulama Nusantara, seperti Syekh Arsad Al-banjari, Syekh Muhammad Yasin Al-Fadani dan ulama-ulama besar Indonesia pernah mengeyam belajar di Madrasah Soulatiyah. Madrasah ini di bangun pada tahun 1292 H.

6-      Radio pertama kali di Arab Saudi adalah di Makkah, yaitu pada tahun 23/9/1386 H dan bergema hingga 9/12/1376 H. Pimpinannya ialah Syekh Ibrahim Al-Syuri.

Jika di bandingkan dengan Indonesia, ternyata perkembangannya tidak lebih baik lebih  denganIndonesia. Terbukti, ulama-ulama nusantara lebih duluk mampu mendirikan madrasah Darul Ulum Al-Diniyah di Makkah, walaupun ahirnya  harus mati dan tidak berkembang lagi. Ulama-ulama Nusantara telah menulis ratusan karya ulmiyah berkualitas yang diakui dunia, seperti Syekh Yasin Al-Fadani, Syekh Mahfudz Al-Turmusi, Syekh Nawawi Al-Bantani adalah ulama nusantara yang pernah menjadi Imam dan mengajar di masjidilharam.


Facebook Like Box provided by technology news
  • Facebook