Posted by Abdul Adzim Irsad On Mei - 7 - 2011 1 Comment

makkah, sekolah, Di era tehnologi modern, Makkah mulai mengalami perbuhan besar-besaran. Bentuk Masjidilharam tidak lagi kuno, kumuh dan ketinggalan. Fasilitasnya juga sangat canggih nan modern, mulai AC, tenaga kebersihan, medis, penerangan, sampai masalah keamanan (security) benar-benar luar biasa. Sebagai masjid tertua dan istimewa, yang paling menonjol yaitu kegiatan ke-agamaan, seperti; pengajian al-Qur’an, tafsir, hadis, fikih, serta kitab-kitab klasik lainnya. Pengajian halakoh tersusun rapi. Imam-imam Masjidilharam adalah pengajar-pengajar handal yang cukup professional. Mereka mengajar berbagai disiplin ilmu agama. Waktu (jadawal) pengajianya antara lain, setelah sholat Asar, Magrib dan Subuh.

Masa demi masa, Masjidilharam terus berbenah agar supaya lebih megah nan indah. Fasilitasnya selalu diperbaikai dan di kembangkan sesuai dengan kebutuhan jaman. Disekitar Masjidilharam dibangun rumah sakit, bank (ATM), agar setiap saat tamu-tamu Allah dapat mengunakan fasilitas tersebut dengan sebaik-baiknya. Bahkan, hotelhotel mewah tidak hanya menyediakan tempat tidur dengan pelayanan spesial, akan tetapi fasilitas internet, telpon, TV dengan beragam chanel (parabola).

Semua yang tersedia masih belum cukup, pemerintah Arab Saudi terus memperbaiki dan memperinadah kota Makkah, khususnya Masjidilharam agar terlihat sempurna, sesuai dengan tuntunan jaman tehnologi modern. Pada sebuah konferensi international dua hari telah diselenggarakan di Jeddah pada bulan Januari 2009. Di dalam konfrensi ini, dibahas atau membedah kota Makkah untuk menjadi kota berbasis teknologi terdepan.

Konfrensi itu dibuka oleh Gubernur  (amir) Makkah Pangeran Khaled Al-Faisal. Konferesni yang diselenggarakan di Aula Raja Abdul Aziz Universitas Ummul Qura pada 19 Januari 2009. Konfrensi ini melibatkan sejumlah pakar dunia dengan berbagai disiplin ilmu. Tujuan konfrensi ini yaitu merancang kota sacral Makkah sebagai pusat peradapan sebagai kota cerdas dengan memanfaatkan layanan dan kecanggihan teknologi modern.

Pelaksanaan konferensi sendiri diselengarakan oleh Kantor Gubernur Makkah yang bekerjasama dengan Komisi Komunikasi dan Teknologi dan Pusat Riset Haji Arab Saudi.“Ini akan menjadi konferensi terbesar yang diselenggarakan di Kerajaan Arab Saudi,” kata Walikota Makkah, Osama Al-Bar.

“Tujuan konferensi ini adalah menemukan teknologi yang tepat untuk mengelola Makkah yang setiap tahunnya dikunjungi jutaan manusia,” katanya, seperti dikutip harian Arab News edisi Jumat, 19 September hari (2008) ini. “Makkah akan jadi model yang bisa contoh kota-kota lainya.Menurut Al-Bar, jamaah semakin cerdas sehingga tuntutan juga semakin tinggi. “Jamaah membutuhkan akomodasi, makanan, jaringan komunikasi, serta transprtasi yang memadai, dan lain sebagainya yang harus terintegrasi,” katanya. Makkah nantinya akan menjadi kota yang terbuka dengan layanan internet yang setiap jamaah bisa mengakses layanan itu.[1]

Dari jeddah menuju kota suci Makkah membutuhkan waktu 1.5-2 jam dengan tarasportasi umum dengan kecepatan rata-rata 80-100/Km. Sedangkan jarak Makkah-Madinah kira-kira 450 Km. Jarak tempuhnya membutuhkan waktu 4-5 jam. Pada musim haji, jarak tempunya menjadi lebih lama, kira-kira 8-10 jam. Karena semua kendaraan keceptanya tidak diperkenankan melebihi 80/km. Sehingga, kadang hampir sehari penuh.

Transportasi seringkali menjadi kendala utama di kota Makkah, madinah dan jedah selama musim haji. Pemerintah seringkali mendadakan angket kepada jama’ah haji sepuatar transportasi. Dari sekian jawaban responden, banyak yang mengeluhkan maslah transportasi. Untuk mengatasi kemacetan, pemerintah Arab Saudi mulai mempersiapakan transportasi darat (train).

Menteri Transportasi Jebarah bin Eid al-Suraisri mengungkapkan, dengan adanya fasilitas kereta cepat ini, jarak Makkah-Jeddah bisa ditempuh dalam waktu setengah jam saja, dan jarak Jeddah-Madinah bisa ditempuh dalam waktu dua jam, karena kecepatan kereta bisa mencapai lebih dari 300 kilometer per jam, yang sebelumnya 1-2 jam. Jeddah sebagai kota metropolitan menjadi pusat transportasi menuju kota Makkah dan Madinah. Modernisasi kota suci sacral ini akan terus dilakukan, sampai menjadi kota indah, termegah, dan menjadikan jama’ah haji semakin betah. Dalam tanda kutip. lebih betah di dalam hotel, dari pada betah menghatamkan al-Qur’an, sebagai tempat turunnya al-Qur’an.

 


[1] . www.hidayah.com

One Response so far.

  1. Latisha Harting mengatakan:

    I just want to tell you that I am new to blogging and site-building and absolutely liked this blog. Likely I’m planning to bookmark your blog post . You definitely come with superb article content. Cheers for sharing your web-site.


Facebook Like Box provided by technology news
  • Facebook