Posted by Abdul Adzim Irsad On Oktober - 31 - 2012 0 Comment

Tempat Mandi NabiSyekh Muhammad Abdul Wahab pendiri sekter Wahabis pernah mengatakan dalam sebuah risalahnya:’’ telah berbuat dusta mengatasnamakan diriku, yaitu Sulaiman Ibn Suhaim, bahwasanya saya telah mengharamkan ziarah Nabi, mengharamkan dalail al-Khoirat, mengharamakan tawassul dll………, saya hanya bisa mengatakan ‘’ Ini adalah kebohongan yang sangat besar (Hada Buhtanun Adzim) (Lihat; Risalah Syekh Abdul Wahab).

Rencana pembongkaran Makam Nabi SAW telah direncakan sebelum berdirinya Negara Arab Saudi. Tetapi selalu gagal dan gagal, karena sebagian besar umat islam tidak setuju dan mengancam. Namun tidak aneh, jika kaum wahabisme berencana membongkar Makam Nabi Muhammad SAW, sebab ada sekelompok kaum yang sengaja mencongkel Hajar Aswad bahkan merusaknya.

Dan, membongkar Makam Nabi Muhamamd SAW sama dengan melukai umat islam dunia. Wahabisme berencana membongkar Makam Nabi Muhammad SAW dengan alasan menimbulkan kesyirikan. Serta menganggab bahwa makam di masjid itu tidak diperkenankan. Yang ziarah-pun dianggap ahli bid’ah (mengada-ngada), karena Nabi SAW tidak pernah melakukan dan memerintahkan. Wahabisme-pun sudah mampu memastikan jika para penziarah Makan Nabi itu menjadi penghuni neraka.

Adalam analisa politik saya, tidak yakin pemerintah Arab Saudi mempunyi nyali  membongkar Makam Nabi Muhammad SAW. Sebab, membongkar Makam Nabi sama dengan bunuh diri. Artinya, jika rencana itu benar-benar dilakukan, akan menjadi ahir dari pemerintahan kerajaan Arab Saudi. Tidak mungkin pemerintah mengorbankan kerajaan yang telah dibangun bertahun-tahun.

Tetapi, bagi kelompok keras Wahabisme, atau yang lebih populer di Indonesia disebut dengan ‘’Salafisme’’ membongkar makam Nabi SAW bukan sesuatu  yang mustahil terjadi. Wahabisme memiliki doktrin yang kuat dan nekat. Jangankan membongkar Makam Nabi SAW, membongkar Ka’bah-pun bisa saja dilakukan, dengan alasan bahwa Ka’bah batu biasa.

Terkait dengan berita seputar rencana pembongkaran makam Nabi Muhammad SAW yang ramai diperbincangkan di media, Koran, TV, dan internet.  Bisa jadi berita itu benar, dan bisa juga berita itu bohong. Dalam kaidah Alqur’an, jika terdapat sebuah berita, hendaknya tabayyun (klarifikasi) terlebih dahulu,  Bisa jadi berita itu ada muatan politik tingkat elit yang sengaja dihembuskan oleh kelompok tertentu yang ingin menhancurkan wibawa pemerintahan Arab Saudi. Sebab, selama ini pemerintah Arab Saudi memiliki rival politik yang kuat yaitu Iran.

Iran identik dengan Syiah dan Saudi identik dengan Wahabi. Wahabi adalah kelompok yang sakit hati dan benci terhadap orang-orang yang memiliki keturunan Nabi Muhammad SAW. Wahabi juga paling benci terhadap namanya ‘’ngalab berkah, tawasul, mauled Nabi SAW’’. Semua terkait dengan tawasuul di anggab bid’ah, bahkan kadang sampai berani mengkafirkan, dan setiap bidah yang dilakukan akan masuk neraka. Jadi, tidak aneh jika orang-orang wahabisme secara sepihak kelompok paling benar dan bisa menentukan seseorang masuk surga dan neraka.

Sedangkan, Syiah kelompok yang merasa paling benar, karena secara garis keturunan langsung dari Nabi Muhammad SAW. Oleh karena itu, Syiah itu paling setia dan menjunjung tinggi terhadap keturunan Nabi Muhammad SAW. Kadang sampai berlebihan,  bahkan kadang sampai tidak wajar dilakukan oleh seorang manusia pada umumnya.

Syiah dan Wahabi tidak mungkin ketemu samapai kapanpun. Bagi orang Saudi, lebih baik mati dari pada menerima orang Iran, begitu juga Iran, mereka tidak sudi dengan Arab Saudi.  Ulamaulama Saudi ketika menyebutkan Syiah, ada yang berkomentar’’mereka lebih kafir dari pada orang Yahudi’’. Tidak ada titik temu, kecuali saling menhargai dan menghormati perbedaan masing-masing.

Dan, kebetulan suhu politik di Timur Tenggah sedang memanas, seperti panasnya musim tahun ini. Wajar, jika ada kelompok tertentu ingin merusak ketenagan dan ketentraman dua negara. Dan, isu tentang apapun terkait dengan Nabi Muhammad SAW sangat sensitive.  Apalagi, isu pembongkaran Makam Nabi SAW. Isu miring tentang pembongkaran Makam Nabi SAW saja menjadi heboh dan mengunjang dunia. Jika benar, berarti usia Arab Saudi dan para Wahabisme (salafisme), tidak akan lama lagi lenyap dari muka bumi ini.

Semoga hanya sekedar isu, dan tidak akan terjadi. Allah SWT akan selalu menjaga Nabi SAW, baik ketika masih hidup atau sudah wafat. Allah saja mengharamkan bumi memakan jasad para Nabi SAW. Biarkan Nabi SAW menjadi mahnit umat islam diseluruh dunia, dan menjadi tujuan utama umat islam yang merindukan Nabi SAW. Mengunjungi Nabi SAW di kota suci Madinah, sama dengan mengunjungi beliau ketika masih hidup. Allahumma Solli Ala Muhamamd.


Facebook Like Box provided by technology news
  • Facebook