Posted by Abdul Adzim Irsad On April - 17 - 2013 1 Comment
??Al-FalahMakkah memang memiliki daya tarik yang kuat. Orang-orang kaya sering kali menggunakan uangnya untuk berjuang di jalan Allah swt. Umumnya, mereka mewakafkan rumah untuk digunakan belajar dan pemondokan khusus untuk kalangan miskin (ribat) dan para pendatang yang sengaja menuntut ilmu di Makkah dan Madinah. Seorang sejarawan yang bernama Syekh Taqiyudin al-Fasi al-Makki (w.832 H/1429 M) mencatat bahwa di Makkah terdapat 11 madrasah wakaf, 52 ribat wakaf (semacam pesantren), dan puluhan halakah.[1]

Jadi, Makkah memang tidak pernah sepi dari lembaga pendidikan sejak awal hingga pada dunia modern. Disebutkan dalam buku yang berjudul Mutiara Ahlu Bait dari Tanah Haram: Biografi Prof. Dr. Sayyid Muhammad Alawi al-Maliki (Al-Raudhah, Malang) halaman 25 bahwa di antara sekian madrasah yang ada, terdapat sebuah madrasah yang terkenal yang disebut dengan Madrasah al-Falah. Madrasah ini terletak di Jeddah, berdiri pada 7 Desember 1905 M/ 1323 H. Pendiri dan perintisnya ialah Syekh Muhammad Ali Zainal yang merupakan seorang saudagar permata kaya raya yang terkenal seantero Eropa. Bahkan, waktu itu beliau dijuluki dengan Raja Permata di Dunia, dari kalangan pengusaha yang saleh dan cinta terhadap ulama. Baru pada tahun 1330 H beliau membuka cabang di Makkah sebagaimana yang dirilis dalam situsnya madrasah ini tidak dipungut biaya alias gratis.[2]

Rupanya ketenaran sekolah ini semakin hari semakin berkembang pesat. Syekh Muhammad Ali Zainal membuka cabang baru Madrasah al-Falah di Mumbai (India), Bahrain, dan Hadramaut. Saat ini Madrasah al-Falah sudah memiliki jenjang Ibtidaiyah (tingkat dasar), mutawassithah (menengah) dan tsanawiyah (lanjutan atas) yang langsung di bawah pengawasan Khadimu al-Haramain al-Syarifain (raja Abdullah bin Abd Aziz). Walaupun madrasah ini memiliki beberapa cabang di mancanegara, tetapi Madrasah al-Falah di Makkah dan Jeddah lebih terkenal dan mampu menarik perhatian masyarakat Islam secara umumnya.

Sang pendiri ingin mewujudkan cita-citanya menyebarkan ilmu agama melalui sekolah ini. Oleh karena itu, materi di sekokah ini lebih bersifat pada pelajaran-pelajaran ilmu agama, seperti: tafsir, hadits, fikih, sirah nabawiyah, tata bahasa Arab (nahwu dan Shorof), serta cabang-cabang ilmu agama lainnya.

Tidak tanggung-tangung, dalam rangka mewujudkan cita-citanya, sang pendiri menghadirkan tenaga pengajar yang berkualitas untuk mengurus dan mengajar santri-santri Madrasah al-Falah ini. Di antara mereka ialah: Syekh Ahmad Nadhirin, Syekh Ibrahim al-Nuri, Syekh Salim Syafi, Syekh Muhammad al-Arabi, at-Tabbani, Sayyid Alawi bin Abbas al-Maliki, Syekh Muhammad Nur Saif, Syekh Muhammad Amin Qutbi, Syekh Umar Hamdan, Syekh Mahmuf Arif, Syekh Muhammad Khuzaimi, dan masih banyak lagi tenaga pengajar yang berkualitas, berwawasan tinggi, memiliki intelektual bagus dan agamis. Wajar, jika kemudian lulusan sekolah ini benar-benar mampu mewarnai dunia Islam, baik di Makkah sendiri, maupun di mancanegara.



[1] . Al-Fasi, Taqiyudin, 1985. Sifau al-Gharam bi Ahbari al-Baladi al-Haram (Darul Kitab al-Arabi- Beirut) hlm  1/523

[2] http://alfalahschool.com/indexd.htm

One Response so far.

  1. Muhammad Muqaddis mengatakan:

    Assalamualaikum…Boleh saya tahu alamat madrasah al-falah di makkah itu?
    Kerana saya terpingin mahu belajar di sana…Harap mohon beritahu saya…


Facebook Like Box provided by technology news
  • Facebook