Posted by Abdul Adzim Irsad On Agustus - 11 - 2013 0 Comment

Madinah Kota Sedekah

RaudhahSedekah juga memiliki nilai tinggi dan berkah jika ditebarkan di Madinah. Kaum dhuafa’ dan fakir miskin selalu menunggu kedermawanan para pengusaha dan orang kaya. Banyak dari kaum muslimin dari seluruh penjuru dunia yang sengaja umrah atau haji, kemudian berziarah ke kota Nabi dengan membawa uang milyaran untuk disedekahkan. Hal ini terlihat ketika memasuki bulan Ramadhan, masing-masing orang kaya mempunyai tempat khusus untuk menjamu fuqara’ dan masakin serta tamu-tamu Allah SWT agar berbuka puasa bersama-sama. Kaum pelajar (thalibul ilmi) juga menjadi obyek orang kaya.

Mereka sering mendapat santunan dan infaq dari kaum dermawan, baik berupa uang atau bahan makanan. Sebagian lagi banyak dari kaum muslimin yang membagi-bagikan uang kepada orang miskin ketika sedang di Roudhah al-Sayarif, serta sekitar Masjid Nabawi karena diyakini tempat itu  adalah waktu mustajabah sehingga sedekah pada waktu itu mepunyai nilai yang luar biasa. Bukan hanya sedekah, puasa sunnah juga sangat dianjurkan bagi pemukim atau penziarah, sebagaimana Imam al-Nawawi dalam kitab al-Idoh fi Manasiki al-Hajj’’ Di sunnahkan berpuasa sunnah semampunya dan bisa bersedekah semampunya diberikan kepada tetangga Nabi s.a.w (pemukim),karena hal itu sebagian dari kebaikan beliau s.a.w[1].

Kota Curhat Kaum Muslimin.

Jika Baitullah menjadi tempat cirhat kaum muslimin,                        khususnya di Multazam. Tidak ada tempat paling mulia     dimuka bumi ini kecuali Makkah, lalu Madinah dan kemudian Baitul Maqdis. Tidak sempurna bagi seseorang yang menunaikan haji atau umrah kalau belum berziarah ke Masjid Nabawi (tempat Nabi dimakamkan).

Artinya :”tidak dianjurkan (perintah) suatu perjalanan, kecuali perjalanan ketiga masjid, masjidku ini (Nabawi), masjidil Haram, dan masjidil Aqso[1].

Tidak ditekankan suatu perjalanan ritual ibadah        kemanapun kecuali tiga Masjid: Masjidil Haram, Masjidil           Nabawi, Masjidil Aqsha. Ternyata di tiga masjid ini terdapat tempat yang luar biasa. Al-Raudhah tempat             yang suci yang menjadi curhatnya problematika kaum          muslimin dari segenap penjuru dunia. Tempat ini,      dipenuhi tamu-tamu Nabi dari penjuru dunia, mereka           meratap dan menangis, tidak sedikit mengeluhkan. Semua yang datang mencurahkan isi hatinya, termasuk         permasalahan hidup, baik pribadi atau sosial. Bahkan,            banyak dari pemipin umat Islam setiap kali menunaikan        umrah curhat di tempat tersebut.



[1] .Muslim bin Hajjaj, 2/1014 –Dar Ihya’ al-Turost al-Rabi-Beirut



[1] .al-Nawawi, al-Idoh Fi Manasiki al-Hajj wa Umrah, 436- Dar al-Basyair al-Islamiyah-Lubnan.1994


Facebook Like Box provided by technology news
  • Facebook