Posted by Abdul Adzim Irsad On April - 3 - 2012 2 Comments

Madinah (kota suci Nabi Muhammad Saw), merupakan tempat mulia di antara tempat-tempat lain di dunia. Allah Swt menjadikan Madinah tempat tujuan hijrah, sekaligus tempat peristirahatan abadi. Kemulayaan Madinah semata-mata karena keberadaan manusia paling sempurna utusan Allah Swt Muhammad Saw. Sampai-sampai, Nabi Saw sendiri menyebut Madinah dengan ‘’tempati istimewa’’, jika Ibadah di dalamnya mendapatkan pahala berlipat ganda. Begitulah Allah Swt memilihkan Madinah  untuk kekasihnya.Maulid Nabi Saw

Tanah di kota Nabi Muhammad Madinah ada dua jenis Tanah Haram (tanah sacral):
1- Haram Asy-Syajar ( adalah ungkapan untuk lingkaran yang mengelilingi Madinah dari segala arah, sementara posisi Madinah berada di tengah-tengah lingkaran tersebut.Luas lingkaran ini 12 mil dari segala arah, dengan diameter 24 mil ukuran kuno. Ukuran mil kuno itu sama dengan 1,848 kilometer. Lebar Haram Asy-Syajar 22.176 meter atau 22,176 kilometer. Pos ini sama dengan empat farsakh. Dengan begitu, jarak Haram Asy-Syajar dari timur ke barat seluas 44.352 meter, begitu juga dari utara ke selatan. Begitulah sebagaimana dijelaskan oleh pakar sejarah. Ukuran itu ternyata bersumber pada keterangan Nabi Muhammad Saw dalam sebuah hadisnya. Sebagaimana kota suci Makkah, yang juga di haramkan (sacral), dimana tempat tersebut diharamkan untuk memotong dan menebang tumbuh-tumbuhan, kecuali pohon yang ditanam untuk diambil manfaatnya, seperti; sayuran, tanaman buah-buahan, dll.
2- Kedua, Haram Ash-Shayd yaitu tanah yang berada disekitar Masjid Nabawi. Kawasan Baqi (tempat pemakaman Madinah) dan sekitaranya. Tanah Haram (sacral) yang disebutkan di dalam hadis Nabi Saw, serta banyak keterangan ulama’ ialah tanah Haram Ash-Shyad. Dalam beberapa riwayat, Tanah haram ini disebutkan mengandung keutamaan, anjuran bermukim dan meninggal di sana. Sebab, tanah haram tersebut tidak akan dimasuki oleh Dajjal. Batas Tanah Haram Ash-Shayd adalah area yang terletak antara Gunung Air dan Gunung Tsur di sebelah utara dan selatan. Para ulama sepakat bahwa kedua gunung tersebut bukan bagian Tanah Haram. Dapat diqiyaskan bahwa area Haram Ash-Shayd sama dengan Haram Asy-Syajar, yaitu berbentuk lingkaran. Jaraknya dihitung antara dua gunung; Gunung Air dan Gunung Tsur lalu menetapkan dua perbatasan lain, yaitu timur dan barat. Dengan demikian, luasnya sekitar 17 kilometer. Jika area tersebut disebut lingkaran maka tidak ada masalah. Di sebelah barat, batas Haram Ash-Shayd berada di pinggir Jamaul Aqir; di timur setelah Herrat Al-Aridh, atau sedikit ke pinggir Herrat An-Nar yang terletak sebelah timur Herrat Waqim (Herrat Asy-Syarqiyah), dan batasan area Tanah Haram mendekati kaki Gunung Al-Wu’airah.
Semua orang mukmin sepakat bahwa keutamaan kota suci Madinah, karena keberadaan Nabi Muhammad Saw. Seandainya, Nabi Muhammad Saw tinggal di Mesir, barangkali Mesir akan menjadi kota suci. Terlepas dari semua itu, Nabi Saw pernah mengatakan dalam sebuah hadis yang artinya:’’ barangsiapa yang berkunjung ke-makamku, wajib baginya syafaatku’’. Sebagian ulama berpendapat hadis ini lemah (dhoif), bahkan ada yang mengatakan ini maudu’. Tetapi, realitas membuktikan bahwa keberadaan Nabi Muhammad Saw yang membuat kota Madinah istimewa dan menyedot jutaan manusia setiap tahun karena cinta kepada Rosulullah Saw.

2 Responses so far.

  1. Hello there! This is my first comment here so I just wanted to give a quick shout out and say I truly enjoy reading your blog posts.I have a blog of my own but this is much better.

  2. Emerson Pavelko mengatakan:

    I just want to say I’m all new to blogging and absolutely enjoyed you’re web site. Likely I’m planning to bookmark your blog post . You absolutely come with tremendous posts. Kudos for revealing your web page.


Facebook Like Box provided by technology news
  • Facebook