Posted by Abdul Adzim Irsad On November - 2 - 2012 0 Comment

Suatu ketika, saat aku mengajar disebuah masjid (Darul Jami Muhtahin-Malang). Kebetulan bab-nya mengenai ibadah haji. Dimana Allah Swt membalas ibadah haji dengan pahala yang berlipat, jika ibadah tersebut dilakukan semata-mata karena Allah Swt. Kami juga jelaskan kepada jamaah atas kewajiban bagi setiap orang islam yang sudah cukup mampu RUMAH ALLAHagar segera berangkat haji. Dengan catatan, harta yang digunakan itu harus halal seratus persen. Jika harta yang digunakan dari sumber yang subhat (remang-remang), seperti; hasil utang, arisan, MLM, akan mengurangi keutamaan ibadah haji dan umrahnya. Apalagi, harta yang digunakan itu jelas-jelas dari keringat rakyat (korupsi), ini sama dengan menodahi kesucian rumah Allah Swt.

 

Mabrur Sebelum Haji.

Seusai pengajian, seorang jamaah mendekatiku dan berbisik :’’ustad…! saya ini pingin sekali berangkat haji, berhubung ngak punya uang, maka saya menunda keinginan naik haji.

Lebih lanjut lagi, lelaki itu menceritakan:’’ begini Pak..!saya sebenarnya pernah memiliki cukup uang untuk naik haji dan umrah, tetapi diutang oleh teman saya untuk menunaikan ibadah haji. Sepulang dari haji, ternyata ia tidak mau mengembalikan, padahal uang tersebut akan saya gunakan untuk ibadah haji. Tetapi, mau bagaimana lagi, dia ngak mau mengembalikan….! Trus gimana enaknya ya? Terang lelaki itu.

Dengan sedikit menghibur saya mencoba menjawab:’’ berarti, teman bapak yang mengejarkan ibadah haji, sementara yang mendapatkan pahalanya sampeyan (kamu).

Lelaki itu menjawab lagi:”’ jawaban sampeyan (Bapak) sama dengan Jawaban Habi Sholil Al-Idrus, dimana beliau menjelaskan bahwa sayalah yang mendapatkan pahala hajinya’’ terang lelaki itu.

 Lebih lanjut lagi saya jelaskan:’’ Persyaratan utama ibadah haji, sebagaimana penjelasan Allah Swt di dalam al-Qur’an adalah mampu. Mampu di sini lebih pada kepemilikan materi. Jadi, jika nyata-nyata tidak mampu, jangan memaksakan naik haji. Tidaklah berlebihan kiranya, jika arisan haji, MLM haji banyak ditengtang oleh banyak ulama’, karena orang yang ikut arisan dan ikut MLM itu nyata-nyata belum mampu secara financial. Begitulah penjelasan singkat saya kepada jamaah pengajian.

Jika orang yang diutangi itu ihlas, maka kelak ia akan mendapatkan pahala haji yang dilakukan oleh rekannya. Sedangkan, orang yang utang tersebut hajinya tidak diterima oleh Allah Swt, karena menggunakan harta orang lain. Begitu juga dengan MLM haji, orang-orang yang dibawah berusaha sekuat tenaga mengumpulkan dana. Dana tersebut untuk mendongkrak anggota yang di atas agar bisa menunaikan ibadah haji. Sementara, jika orang yang dibawahnya tidak bisa mengumpulkan nasabah, maka ia-pun tidak bisa berangkat. Logikanya, orang yang telebih dahulu berangkat, berarti menggunakan uang orang yang dibawahnya. Oleh karena itu, haji MLM itu lebih murah bayarnya dari pada haji pada umumnya. Karena jamaah haji setornya kepada biro perjalanan, baru kemudian di setorkan kepada Depag.

Kembali pada ajaran Nabi Muhammad Saw, untuk memenuhi panggilan Allah Swt (Haji), tidak boleh memaskan diri, diluar kemampuannya. Pemerintah melalui bank-bank Syariah memberikan kemudian, seperti; Tabungan haji, dana talangan haji, dengan tujuan agar supaya memudahakan kepada setiap calon jamaah haji. Harganya tetap, sesuai dengan ketentuan pemerintah (Depag). Jika sudah benar, sesuai dengan ajaran Nabi Saw baik proses pembiyaan dan praktek hajinya, insaAllah akan menjadi haji Mabrur. Nabi-pun berjanji bahwa haji mabrur itu akan mendapat balasan surga Allah Swt kelak.

 

 


Facebook Like Box provided by technology news
  • Facebook